Management & Control

Inspirasi Muhammad Ali


Pada hari ini tanggal 4 Juni 2016, legenda tinju dunia Muhammad Ali meninggal dalam usia 74 tahun.

Mantan juara dunia kelas berat ini meninggal di sebuah RS di Kota Phoenix negara bagian Arizona, setelah dirawat sejak Kamis lalu.

Ali menderita gangguan pernapasan, sebuah kondisi komplikasi yang disebabkan oleh penyakit Parkinson yang dideritanya.

Pemakaman akan dilakukan di kampung halaman Ali di Louisville, Kentucky.

Lahir dengan nama Cassius Marcellus Clay, Ali menjadi sorotan ketika meraih medali emas di tinju kelas berat ringan dalam Olimpiade 1960.

Dalam Artikel ini saya akan menyampaikan sebuah pesan yang berharga dari Legendaris Tinju Dunia ini, yang mungkin akan sangat bermanfaat bagi kita dalam kehidupan.

MENJAWAB pertanyaan seorang anak tentang apa yang akan dilakukannya ketika ia pensiun dari bertinju:
Muhammad Ali mengatakan sbb.
“Hidup ini singkat. Berapa tahun kau habiskan untuk tidur, untuk bersekolah, melakukan perjalanan, menonton film, televisi, berolahraga, dll.
Ketika kau sibuk mengurus keluarga dan anak-anakmu, tahu-tahu usiamu sudah 60 tahun. Padahal SEMUA yang kau lakukan itu bukan milikmu.
Aku pernah bercerai.
Keempat anakku kini memanggil bapak pada lelaki lain dan mereka tak pernah mengunjungiku lagi. Anak dan istrimu bukanlah milikmu”.
(Para penonton yang tersorot kamera terlihat terkesima)
“Lalu apa yang akan kulakukan setelah pensiun?
Get ready to meet God. Bersiap menemui Tuhan.
Kita semua akan mati, kapan pun tanpa kita tahu saatnya. Tuhan tidak peduli kau mengalahkan Joe Frazier atau George Foreman. Tuhan ingin melihat apa yang kau lakukan pada sesama. Yang paling penting dalam hidup adalah ketika kau mati apakah kau masuk surga atau neraka. Aku begitu takut masuk neraka. Mungkin saja aku membunuh atau merampok orang. Barangkali polisi tak dapat menangkapku, tapi ketika aku mati ada yang mencatat semua perbuatanku dan aku tak bisa mengelak. Jadi apa yang akan aku lakukan? Bersiap menemui Tuhan dan berharap masuk ke surgaNya. Faham?”
Uraian di atas dikatakan oleh Muhammad Ali pada saat usianya baru 35 tahun dan masih di puncak kejayaannya.
Ketika ia mulai terkena penyakit Parkinson, ia berkata,
“Hidup ini adalah ilusi. Aku menaklukkan dunia tapi tak membuatku puas. Tuhan memberikan penyakit ini untuk mengingatkanku bahwa aku BUKANLAH yg nomer satu,  melainkan DIA. 🙏🏾
Mari kita berdoa agar Muhammad Ali, yang mungkin juga salah satu Idola Anda, mendapatkan pahala dan diterima semua amal ibadahnya dan dimaafkan semua dosa-dosanya,…!
Aamiin Ya Rabbal Alamiin

Margetty Herwin is a Certified Master Coach in the field of Life Coach, Executive Coach, Business and Money Coach, NLP Coach, Time Line Therapy, Green Belt Six Sigma Coach. He is also a Graphologist who has the ability to know a person's character through their handwriting. And the last one is a Master Trainer Business Model from Strategyzer. My Vision: Wealth, Abundance and High Performance through Coaching My Mission: "Making Many People Happier, Wealthy and Abundance in life and business, with Coaching and Business Re-education “ "Creating 1 Million Billionaire in Indonesia" My Positive Value and Culture: 1. Success 2. Mindful 3. Accountable 4. Result Oriented 5. Trust

0 comments on “Inspirasi Muhammad Ali

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: