Business Plan Implementation to Action in Business

Salam Sukses Luar Biasa Para SMARTPreneur Indonesia Sejahtera,….!

Pada artikel ini saya akan membahas tentang bagaimana sebuah Business Plan yang luar biasa dari sebuah Bisnis dapat diturunkan menjadi sebuah Action Plan dan  Metrics Activity yang jelas dan mudah utuk diimplementasikan dalam aktifitas bisnis yang dilakukan.

Ada sebuah Business Plan yang bagus tetapi lemah dalam implementasi strateginya, sehingga tidak menghasilkan suatu hasil yang diinginkan. Ada sebuah bisnis yang tidak memiliki Business Plan tetapi hasil yang didapat terlihat lebih baik dan dapat untung yang luar biasa.

Bagi team bisnis yang sudah lama nyaman melakukan pekerjaan bisnisnya tanpa struktur dan sistem, akan merasa direpotkan jika harus membuat sistem yang terukur dan teratur. Ini tantangan terbesar bagi Anda Pebisnis yang akan merapikan sistem dan struktur dalam menjalankan bisnis Anda.

Keteguhan dan ketegasan Anda sebagai pebisnis sangat diperlukan untuk membuat sistem yang dapat berjalan konsisten. Banyak hal yang tadinya tidak terkontrol akan mulai diawasi dan dikontrol, yang akan membuat beberapa team merasa terganggu karena merasa selalu diawasi. Ingat,..! Zona nyaman Team Anda akan mulai secara bertahap terganggu dan akan memulai sebuah era baru dalam bisnis Anda yang terstruktur dan tersistemasi.

Seorang Professional Business Coach akan dapat mendampingi Anda dalam melakukan perubahan secara mendasar yang dimulai dari perubahan VALUE dari pelaku dan bisnisnya sendiri, lalu perubahan terhadap kinerja dari PEOPLE yang ada di dalam bisnis yang akan berakibat terhadap ritme PROSES kerja yang lebih baik.

Ada 12 Tahapan implementasi dari Business Plan menuju ke KPI personal yang akan saya bahas dalam artikel ini sesuai gambar di bawah ini:

busplan-toaction

1. SMART GOALS by CEO Letter

Chief Executive Officer Letter (CEO Letter) ini adalah sebuah gambaran besar terhadap target sebuah perusahan untuk 1 tahun ke depan. Surat ini akan menjelaskan GOALS dari semua departemen dan unit bisnis yang ada dalam sebuah perusahaan agar menjadi panduan bagi para leadersnya untuk dapat menurunkannya menjadi tujuan yang lebih SMART (Specific, Measureable, Achievable, Result, Timeframe) kepada bagian yang lebih kecil di dalam unit kerjanya. Setelah sebuah Goals besar dapat diturunkan menjadi goal-goal yang lebih kecil, maka dapatlah ditentukan Strategic Plan untuk dibuat Action Plan yang dapat diimplementasi dengan mudah oleh team kerja dan terukur secara sistematis.

2. Business Model Generation (BMG)

BMG adalah sebuah manajemen Tools yang diciptakan oleh Dr. Alexander Osterwalder dan Dr. Yves Pigneur dalam sebuah riset ilmiah tentang bisnis di Universitas Lausanne, Swiss.
Business Model ini dapat dijabarkan dalam bentuk sebuah Canvas yang terdiri dari 9 Model penting yang harus diperhatikan dalam sebuah bisnis.
Business Model yang terintegrasi ini akan membantu para Top Leaders atau Tim Bisnis di perusahaan Anda untuk dapat mengetahui informasi bisnis secara terintegrasi dalam hal Analisa Finansial, Pengaruh Lingkungan, Kondisi Segmentasi Pelanggan, Aktifitas Kunci, Jalur Marketing, Nilai-Nilai Produk bagi Pelanggan, dan Analisa Resiko yang akan terjadi.
Dalam training yang dilakukan oleh SMART Business Coaching Firm tentang bagaimana fungsi BMG dalam membantu Implementasi strategi di bisnis akan diterangkan 9 Model kunci tersebut secara komprehensif.
Buatlah BMG untuk bisnis Anda agar dapat dijadikan patokan semua unit bisnis yang ada dalam perusahaan, untuk dapat berintegrasi dalam pencapaian target perusahaan.

3. Value Proposition Design (VPD)

VPD adalah tools turunan dari BMG yang digunakan untuk mendesign Value dari Produk atau Jasa dari sebuah perusahaan yang dilihat dari Customer Oriented ataupun dapat dari sisi Product Oriented. Anda akan mensimulasikan dengan tim bisnis Anda atau Sales serta Marketing, untuk dapat menggali apa keinginan dan hal yang tidak disukai oleh pelanggan Anda sesuai segmentasi pelanggan dengan menentukan strategi yang cocok untuk mengatisipasinya dengan VPD Canvas.
Buatlah VPD Canvas perusahaan Anda dan Fit-kan dengan Produk atau Jasa yang dimiliki agar bisa memiliki keunikan sesuai konsep BLUE OCEAN.

Graphic VPD8

4. Identify Potential Market

Tahapan ke-4 yang dilakukan adalah Identifikasi-lah mana Pasar Potensial dari Produk dan Jasa Anda, sehingga tim bisnis Anda dapat memprioritaskan pasar mana yang menjadi tujuan utama dalam pencapaian target perusahaan. Identifikasi pasar ini dapat Anda pilih dan tentukan setelah melakukan Analisa VPD pada perusahaan dengan memprioritaskan sesuai kriteria pasar ideal dari produk dan jasa Anda. Potensi Pasar dapat berubah sesuai situasi dan kondisi eksternal dalam lingkungan bisnis. Oleh karena itu identifikasi ini harus dilakukan secara periodik untuk selalu mengetahui bagaimana kondisi eksternal yang terjadi.

5. SWOT Analysis by TOWS Matrix

Tahapan 5 adalah lakukan Analisa SWOT dengan menggunakan TOWS Matrix untuk tentukan Strategi utama dan Strategi pendamping dalam menjual Produk dan Jasa Perusahaan Anda. Tools ini dapat membantu tim bisnis perusahaan dapat berdiskusi atau bertukar pikiran dalam menentukan Strategi yang tepat dalam menjalan aktifitas bisnis.
Dengan TOWS Matrix ini akan membuat Tim Bisnis Anda memiliki tools yang Powerful untuk tentukan strategi bisnis.
Ada 4 Matrix Strategi dari SWOT Analysis yang akan Anda dapatkan dengan menggunakan metode ini:
tows-3

6. Product Funneling dengan Marketing Strategy

Pada tahap ke-6 tentukanlah jenis produk sesuai funelling yang Anda punya untuk dapat dikenal secara bertahap oleh prospek dan pelanggan Anda. Karena TRUST dari para pelanggan Anda akan terbangun secara bertahap yang akan Anda buatkan strategi marketingnya secara terstruktur dan tersistemasi.
Tentukanlah produk atau jasa dari perusahaan Anda yang paling ringan atau murah agar prospek dapat mengenal nilai-nilai terbaik yang akan diberikan, dari produk yang ringan sampai dengan produk unggulan yang dimiliki. Buatlah varian produk atau jasa sehingga semua segmen pelanggan yang membutuhkan produk atau jasa Anda terlayani.
Dengan memiliki varian produk atau jasa, maka akan sangat mudah bagi pebisnis untuk tentukan Funneling Produknya untuk membangun TRUST secara bertahap dan konsisten.

7. Center of Excellence (COE) Control System

Setelah Anda dan team memiliki Goals, Strategi, dan Produk, yang akan ditawarkan dan dijual kepada pasar, maka ada baiknya dalam tahapan ke-7 ini disepakati alat kontrol yang harus dimiliki oleh COE atau Leaders inti dalam perusahaan agar dapat dipantau secara bertahap dalam media online atau media kontrol secara Real Time.
Dapat pula disepakati kapan waktu kordinasi dan pertemuan secara Briefing, Meeting, Brainstorming dan Solution Meeting akan direncanakan dan dilakukan secara periodik.
Dalam sistem Coaching yang dilakukan oleh SMART Business Coaching Firm (SBCF), akan digunakan beberapa tools yang sangat populer di dunia manajemen dan bahkan telah banyak digunakan oleh jutaan leaders perusahaan multinasional untuk berkordinasi dan bertukar informasi secara real time dan terstruktur.

8. Key Supply Source

Tahap ke-8 ini adalah tahap untuk Anda berdiskusi dalam menjaga dan berpartner secara lebih intensif dengan semua vendor atau perusahaan yang menjadi penyuplai inti ke dalam perusahaan Anda. Ini sangat penting karena menjadi sumber daya penting yang akan menjamin sistem operasional akan selalu berjalan konsisten.
Sumber daya utama ini bisa pekerja, teknologi, bahan baku, atau sumber daya lain yang penting untuk operasional.

9. High Level Process (HLP) Analysis

Analisa-lah Alur Proses inti dari bisnis Anda untuk mengetahui efisiensi dan efektifitas yang terjadi selama ini. Tahap ini juga akan mempermudah Anda dalam penyusunan Standard Operational Procedure (SOP) dan  Service Level Agreement (SLP) dari alur bisnis inti perusahaan Anda. Dengan melakukan pembuatan secara bersama HLP ini akan membantu untuk para Team Bisnis Anda memahami alurnya dengan jelas dan dengan cara yang sangat menyenangkan dan mudah.

10. Revenue Model

Tentukan Revenue Model dari Produk atau Jasa Perusahaan Anda. Revenue Model adalah mengkategorikan sumber uang masuk ke perusahaan dari Model Revenue yang seperti apa, misalkan sebuah restoran, Model Revenue nya adalah Pejualan Makanan, Minuman dan mungkin penyewaan ruangan di restonya. Jadi Revenue model ini perlu ditentukan untuk mempermudah dalam menentukan strategi pemasukan uang ke dalam perusahaan dengan disesuaikan produk dan jasanya.

11. Cashflow Budgeting

Ini adalah tahapan yang sangat penting untuk dibuat, dikarenakan kegunaannya adalah untuk mengontrol Cashflow dalam sebuah perusahaan. Team Finance yang harus tahu cara membuatnya, dan Anda para Pebinis harus mengerti membacanya dan selalu dikontrol secara bertahap dalam pelaksanaannya. Jika diperlukan masing-asing unit bisnis yang memerlukan anggaran operasional juga harus membuat Anggaran kebutuhan mereka yang akan terlihat di CF Budget besar perusahaan.

Hal yang perlu diatur di dalam Cashflow Budget:
1. Cashflow from Operational (penjualan)
2. Cashflow from Financing (pinjaman)
3. Cashflow from Investing (investasi)

12. Key Performance Indicator (KPI)

Bagian akhir inilah yang dapat digunakan untuk mengukur aktifitas Personal atau Individu dalam perusahaan. Setiap orang dalam perusahaan Anda haruslah memiliki KPI agar pekerjaan nya dapat diukur aktifitas dan hasil yang mereka peroleh.
Buatlah KPI setiap individu dan personal dalam perusahaan Anda dengan cara yang mudah dimengerti dan dipahami, agar dapat diimplementasi oleh seluruh team Anda.

Banyak tools management yang membantu dalam pembuatan KPI:
1. Balance Scorecards
2. RBPP (Rapid Business Personal Plan)
3. KPI Activity based on Job Description
4. Monthly Activity List

Tentukan dan sesuaikan dengan kebutuhan sesuai bisnis Anda masing-masing, yang terpenting dilakukan, mudah dianalisa dan terukur secara terstruktur.

Demikian 12 Step Business Plan to Action yang saya jelaskan dengan penjabaran yang sederhana.

Kami melakukan Workshop dengan tema ini secara berkala dan juga membantu pebisnis dalam meiplementasi Business Plan to Action secara terstruktur dalam pendampingan Coaching Program yang dimiliki oleh SBCF.

Jika Anda tertarik untuk mengetahui lebih jauh tentang hal ini, atau ingin mengikuti Workshopnya, silakan hubungi SBCF Office di Jam kerja di nomor telpon 7502788 dan 75816337.

Great Success
Master Coach Margetty Herwin

Silakan Daftarkan diri Anda pada 1 Day Workshop yang kami adakan, jika ingin Bisnis Anda lebih maju,…!

How to Build Successful Business.FH11

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s