Business System Business Tips Management & Control

Kesalahan Umum Pemimpin dan Manajemen


Salam sukses Luar Biasa SMARTpreneur Indonesia,…

KESALAHAN adalah sebuah pembelajaran dan pengalaman belajar yang mahal harganya. Namun akan jauh lebih baik untuk tidak membuat kesalahan di kesempatan pertama…

Pada artikel ini, kita akan mengetahui Kesalahan dari kepemimpinan dan manajemen yang paling umum terjadi dan apa yang dapat Anda lakukan untuk menghindari hal tersebut. Jika Anda dapat belajar dari pengalaman tersebut, maka akan menghemat banyak masalah yang mungkin akan terjadi di kepemimpinan Anda.

1. Kurangnya Feedback yang sifatnya Membangun

Gagal dalam memberikan umpan balik adalah kesalahan paling umum yang dibuat oleh para pemimpin. Bila Anda tidak memberikan umpan balik yang cepat untuk tim Anda, maka hal tersebut akan merampas kesempatan dari mereka untuk meningkatkan kinerja mereka sendiri.

Untuk menghindari kesalahan ini, belajarlah tentang bagaimana memberikan umpan balik secara teratur kepada tim Anda. (Anda dapat menghadiri seminar-seminar yang dilakukan oleh SMART Business Coach mengenai Leadership ataupun seminar tentang Business Fundamental)

2. Tidak Memiliki Waktu untuk Tim Anda

Bila Anda seorang manajer atau pemimpin, sangat mudah untuk Anda memberi alasan sibuk dengan beban kerja Anda sendiri sehingga tidak memiliki waktu yang cukup untuk tim Anda.

Anda  memang memiliki proyek yang harus segera diselesaikan. Orang-orang anda harus juga mengetahuinya terlebih dahulu, jangan sampai pada saat Anda dibutuhkan, tidak tersedia waktu yang bisa diberikan. Orang-orang Anda tidak akan tahu apa yang harus dilakukan, dan mereka tidak akan tahu dukungan dan bimbingan apa yang mereka butuhkan untuk memenuhi tujuan yang diinginkan.

Hindari kesalahan tersebut dengan memiliki waktu dalam jadwal yang khusus yang Anda atur untuk orang-orang Anda. Dan belajarlah bagaimana mendengar secara aktif terhadap informasi yang diberikan tim Anda. Kembangkan kecerdasan emosional Anda, sehingga Anda bisa lebih sadar terhadap kebutuhan mereka, dan memiliki waktu rutin ketika mereka membutuhkan, Orang-orang Anda tahu kapan mereka bisa mendapatkan bantuan Anda. Anda juga dapat menggunakan media Briefing dan meeting, yang merupakan cara yang efektif untuk tetap berhubungan dengan tim Anda.

Jika Anda telah menyepakati aturan Leadership dan Manajemen yang diatur bersama, maka tim Anda harus selalu didahulukan. Kepemimpinan itu datangnya adalah dari hati bukan dari pikiran Anda.

3. Jangan terlalu “Lepas Tangan”

Salah satu tim Anda baru saja menyelesaikan sebuah proyek penting. Masalahnya adalah dia salah memahami spesifikasi proyek, dan Anda tidak selalu berhubungan dengannya pada saat pekerjaan tersebut dilakukan. Akibatnya proyek yang dikerjakan salah, dan Anda sekarang dihadapkan untuk menjelaskan klien Anda yang marah.

Banyak pemimpin ingin menghindari micromanagement. Tapi apa akibatnya yang terjadi jika Anda bertindak “Lepas Tangan” terhadap hal yang harus dipantau secara seksama. Hal tersebut bukan merupakan ide yang baik, kenyataannya Andalah yang tetap bertanggung jawab.

4. Menjadi Terlalu Ramah

Sebagian besar dari kita ingin dilihat sebagai sosok yang ramah dan terlihat sangat dekat terhadap orang-orang dalam tim. Kita menginginkan hasil yang diperoleh haruslah dapat dinikmati secara bersama. Namun, Anda kadang harus membuat keputusan sulit mengenai orang-orang dalam tim Anda, dan beberapa orang akan tergoda untuk mengambil keuntungan dari hubungan Anda jika Anda terlalu ramah dengan mereka.

Ini tidak berarti bahwa Anda tidak dapat bersosialisasi dengan orang-orang Anda. Tapi, Anda perlu untuk mendapatkan keseimbangan antara menjadi seorang teman dan menjadi bos.

Pelajari bagaimana melakukan atau menghindari kesalahan ini dengan mengetahui apa arti toleransi dan akibatnya jika Anda seorang Bos. Pastikan bahwa Anda menetapkan batas yang jelas, sehingga anggota tim tidak tergoda untuk mengambil keuntungan dari Anda.

5. Gagal Tentukan Tujuan

Ketika orang-orang anda tidak memiliki tujuan yang jelas, mereka akan tidak jelas arahnya dalam keseharian pekerjaan mereka. Mereka tidak dapat menjadi produktif jika mereka tidak tahu untuk apa mereka bekerja, atau apa arti pekerjaannya. Mereka juga tidak dapat memprioritaskan beban kerja mereka secara efektif, yang berarti bahwa proyek-proyek dan tugas bisa selesai dalam urutan yang salah.

Hindari kesalahan ini dengan belajar bagaimana menetapkan tujuan SMART (Specific, Measureable, Achievable, Result oriented, Timeframe)  untuk tim Anda. Gunakan ukuran pencapaian Tim untuk menentukan di mana tim Anda berada, dan detail sumber daya yang dapat dimanfaatkan. Juga, gunakan prinsip-prinsip dari “Management by Objective” untuk menyelaraskan tujuan tim Anda dengan misi organisasi.

6. Kesalahpahaman Motivasi

Apakah Anda tahu apa yang benar-benar memotivasi tim Anda?
Berikut petunjuk: Kemungkinan besar, bukan hanya uang!

Banyak pemimpin membuat kesalahan dengan berasumsi bahwa tim mereka hanya bekerja untuk imbalan uang saja. Namun, bukan tidak mungkin bahwa ini akan menjadi satu-satunya hal yang memotivasi mereka.

Misalnya, orang mencari pekerjaan yang lebih besar / keseimbangan hidup mungkin termotivasi oleh kerja yang fleksibel. Yang lain akan termotivasi oleh faktor-faktor seperti prestasi, tanggung jawab tambahan, pujian, atau rasa persahabatan.

7. Recruitment yang tidak terintegrasi

Ketika tim Anda memiliki beban kerja yang besar, sangat penting untuk memiliki tim yang lengkap. Tapi mengisi posisi lowong yang terlalu cepat tanpa penilaian yang tepat dapat menjadi kesalahan yang besar.

Merekrut tanpa penilaian yang akurat dapat menyebabkan merekrut orang yang salah untuk tim Anda: orang-orang yang tidak kooperatif, tidak efektif atau tidak produktif. Mereka mungkin memerlukan pelatihan tambahan, dan dapat memperlambat orang lain dalam tim Anda. Dengan orang yang salah, Anda akan menyia-nyiakan waktu Anda dan sumber daya yang berharga jika sesuatu yang direncanakan tidak berjalan dan mereka pergi. Yang lebih parah lagi, anggota tim lainnya akan stress dan frustasi karena harus membantu karyawan yang “under perform” tadi.

8. Tidak berjalan dalam Track yang direncanakan

Jika Anda melakukan hal yang pribadi atau telepon pribadi yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan yang Anda lakukan selama waktu kerja, atau berbicara negatif tentang CEO Anda. Anda dapat mengharapkan orang-orang dalam tim Anda untuk tidak melakukannya? Tapi mungkin juga tidak!

Sebagai seorang pemimpin, Anda harus menjadi panutan bagi tim Anda. Ini berarti bahwa jika mereka perlu lembur, Anda juga harus ikut lembur untuk membantu mereka. Atau, jika perusahaan Anda memiliki aturan bahwa tidak ada yang boleh makan di meja kerja, maka Anda juga harus melakukan hal yang sama yang dapat dicontoh. Hal yang sama berlaku untuk sikap Anda – jika Anda negatif beberapa waktu, Anda tidak bisa mengharapkan orang-orang Anda tidak akan negatif.

Jadi ingat, tim Anda yang mengawasi Anda sepanjang waktu. Jika Anda ingin membentuk perilaku mereka, mulai dengan Anda sendiri. Mereka akan mengikuti.

9. Tidak Mendelegasikan

Beberapa manajer tidak mendelegasikan, karena mereka merasa bahwa tidak ada orang selain mereka yang dapat melakukan pekerjaan dengan benar. Hal ini dapat menyebabkan masalah besar seperti kemacetan bekerja di sekitar mereka, dan mereka menjadi stress.

Delegasi merupakan awal usaha yang harus dilakukan, untuk dapat mempercayai tim kita dapat melakukan setiap pekerjaan dengan benar. Tetapi jika Anda tidak mendelegasikan tugas, Anda tidak akan pernah punya waktu untuk mempunyai pandangan yang lebih luas tentang pekerjaan Anda, sehingga Anda tidak dapat melihat dengan luas tanggung jawab besar Anda, karena terlalu fokus. Apa lagi, Anda akan gagal untuk mengembangkan orang-orang Anda sehingga mereka dapat menghambat Anda.

10. Kesalahpahaman terhadap Aturan

Setelah Anda menjadi seorang pemimpin atau manajer, tanggung jawab anda akan sangat berbeda dari yang Anda miliki sebelumnya.

Namun, kebanyakan dari Anda lupa bahwa tanggung jawab pekerjaan yang sekarang jauh lebih besar. Anda sekarang harus menggunakan keterampilan yang berbeda dan harus menjadi efektif. Hal ini menyebabkan Anda tidak melakukan apa yang menjadi tanggung jawab Anda untuk melakukan – memimpin dan mengelola.

(Source:Mindtools.com)
Demikian penjelasan tentang kesalahan dari Pemimpin dan Manajemen yang dapat Anda antisipasi untuk bisnis Anda jauh bertumbuh dari sebelumnya.

Silakan hubungi SBCF Office di 7502788, 75816337 untuk diaturkan pertemuan dengan Master Coach Margetty Herwin dalam sesi FREE Business Diagnostic untuk Bisnis Anda.

Margetty Herwin is a Certified Master Coach in the field of Life Coach, Executive Coach, Business and Money Coach, NLP Coach, Time Line Therapy, Green Belt Six Sigma Coach. He is also a Graphologist who has the ability to know a person's character through their handwriting. And the last one is a Master Trainer Business Model from Strategyzer. My Vision: Wealth, Abundance and High Performance through Coaching My Mission: "Making Many People Happier, Wealthy and Abundance in life and business, with Coaching and Business Re-education “ "Creating 1 Million Billionaire in Indonesia" My Positive Value and Culture: 1. Success 2. Mindful 3. Accountable 4. Result Oriented 5. Trust

0 comments on “Kesalahan Umum Pemimpin dan Manajemen

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: