Business Methodology

Business is Not Busyness…! Mengapa Semakin Sukses, Anda Justru Semakin Sibuk?


Salam Sukses Sejahtera SMARTpreneur Indonesia…!

Bagaimana kabar Anda hari ini,…?

Sebuah bisnis diawali dan dibangun oleh seorang atau beberapa Individu.
Bisnis yang dibangun pasti diawali niat dan tujuan yang berbeda-beda dari para pemiliknya.

Para SMARTpreneur pasti tahu, apa tujuan Anda dalam membangun bisnis.

Apakah ingin memiliki waktu yang fleksibel?
Apakah ingin memiliki gengsi dan kebanggan, karena bisa menjadi pengusaha?
Apakah ingin mendapatkan uang yang banyak dari bisnis yang dilakukan?
Apakah ingin membuktikan, bahwa mampu membuat bisnis?
Apakah ingin mengikuti teman yang sukses di bisnis?

Atau….

Membuat bisnis, karena ingin memberi manfaat lebih kepada orang lain.
Membuat bisnis, karena memiliki kemampuan dan ingin membagi kemampuan tersebut.
Membuat bisnis, karena ingin meningkatkan kesejahteraan lingkungan sekitar.
Membuat bisnis, karena memiliki jaringan dan kesempatan yang besar.
Membuat bisnis, karena ingin mempunyai waktu lebih banyak dengan keluarga.
Membuat bisnis, karena itu merupakan impian besar yang ingin diwujudkan.

Coba perhatikan dua kelompok pertanyaan di atas.
Poin yang menjadi ALASAN Anda dalam berbisnis?

Sadarkah Anda, alasan tersebutlah yang menentukan apakah Anda akan menjadi seorang ENTREPRENEUR SUKSES (BUSINESS) yang teratur dan tersistem atau justru menjadi orang SIBUK (BUSYNESS).

Mengapa para PEBISNIS cenderung menjadi BUSYNESS? Berikut penyebabnya:

  1. Tidak Memiliki PEOPLE MANAGEMENT yang Teratur dan Terstruktur.
    • Perhatikan BIG GOALS perusahaan. Apakah semua pimpinan dan tim kerja mengetahuinya?
    • Bagaimana mereka membagi dan MENDELEGASI pekerjaannya?
    • Bagaimana TARGET dan UKURAN kerja yang harus mereka capai?
    • Apakah hal tersebut menjadi SEMANGAT dan MOTIVASI untuk bekerja optimal?
    • Bagaimana PENGEMBANGAN pimpinan dan tim dalam hal KINERJA dan KEAHLIAN?
  2. Pengaturan TIME MANAGEMENT yang Tidak Teratur dan Terencana dengan Baik.
    • Apakah BIG GOALS perusahaan dapat diturunkan menjadi SMART GOALS Departemen?
    • Apakah ACTION PLAN terhadap setiap aktivitas kerja sudah terkordinasi dengan baik?
    • Bagaimana SISTEM atau TOOLS yang digunakan untuk mengatur pencapaian semua target dan koordinasi setiap tahapan kerja?
    • Apakah PRIORITAS kerja dapat diatur sesuai konsep URGENT/IMPORTANT?
    • Apakah setiap individu di dalam perusahaan me-manage waktu berdasarkan konsep PLAN/REVENUE/ADMIN ACTIVITY?
  3. Pengaturan BAHAN BAKU DAN PERALATAN Kerja yang Berkualitas dan Terjamin tidak Tersedia Secara Teratur.
    • Apakah suplier dan pemasok bahan baku Anda menjamin ketersediaan barang tepat waktu?
    • Apakah kualitas bahan baku yang diberikan pemasok standar dan memiliki mutu yang sama dalam setiap waktu?
    • Apakah peralatan penunjang kerja terkontrol dan terjaga dengan baik?
    • Apakah Anda memiliki KONTRAK KERJASAMA dengan pemasok ataupun supplier peralatan penunjang?
  4. SISTEM INFORMASI untuk KOORDINASI Pekerjaan Tidak Terkelola dan Terinformasi dengan Baik.
    • Bagaimana caranya, agar SISTEM INFORMASI untuk kordinasi diketahui oleh tim kerja secara langsung?
    • Apakah semua info DAPAT DIAKSES dengan mudah secara digital dan online?
    • Bagaimana INFORMASI KERJA dan hasil dapat dianalisa dan dilaporkan secara cepat oleh seluruh stakeholders dalam perusahaan?
  5. Pengaturan SISTEM KEUANGAN dan BUDGETING Tidak Terencana dengan Jelas dan Terstruktur.
    • Bagaimana PERENCANAAN KEUANGAN secara budgeting dapat dipantau dan dianalisa dengan teratur?
    • Apakah SISTEM yang digunakan untuk mengetahui pelaporan dan kontrol uang dalam bisnis dapat dianalisa?
    • Apakah CASHFLOW perusahaan terpantau secara ketat dan terinformasi dengan cepat?

Beberapa hal yang saya tanyakan di atas adalah faktor-faktor penting yang harus  diperhatikan oleh pebisnis, agar Anda tidak menjadi sibuk, sehingga tidak bisa membuat perubahan dan sistem bisnis yang rapi.

Kebanyakan waktu pemilik bisnis dihabiskan untuk urusan-urusan bersifat administratif dan umuma, hingga urusan-urusan kecil seperti belanja keperluan kantor atau melakukan service AC.

WOOOOWWW semua dikejakan sendiri,…! Itu yang menyebabkan Anda menjadi BUSYNESS dan bukannya BUSINESS-Man,…!

Demikian ulasan saya dengan pertanyaan di atas yang dapat menginspirasi Anda untuk dapat jalankan bisnis dengan teratur dan terstruktur agar menjadi BUSINESS-Man yang handal dan sukses.

Silakan hubungi SBCF Office saya di 7502788-75816337 untuk Anda mendapatkan FREE Business Diagnosis bagi bisnis Anda.

Margetty Herwin is a Certified Master Coach in the field of Life Coach, Executive Coach, Business and Money Coach, NLP Coach, Time Line Therapy, Green Belt Six Sigma Coach. He is also a Graphologist who has the ability to know a person's character through their handwriting. And the last one is a Master Trainer Business Model from Strategyzer. My Vision: Wealth, Abundance and High Performance through Coaching My Mission: "Making Many People Happier, Wealthy and Abundance in life and business, with Coaching and Business Re-education “ "Creating 1 Million Billionaire in Indonesia" My Positive Value and Culture: 1. Success 2. Mindful 3. Accountable 4. Result Oriented 5. Trust

0 comments on “Business is Not Busyness…! Mengapa Semakin Sukses, Anda Justru Semakin Sibuk?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: