oleh: Pak Syachrizal Wargakusuma (Kang Ucus)
Penjabaran Almarhum saya tuliskan kembali di Blog ini untuk mengenang peran beliau dalam pendampingan UKM Naik Kelas, dan In Syaa Allah Ilmu ini akan sangat bermanfaat bagi Anda yang membacanya.
📘 Strategi 1:
Mindset Digital UMKM – Dari Konsumen Menjadi Pelaku
Penjelasan Ulang:
Pak Ucus membuka sesi dengan ajakan reflektif kepada peserta untuk mengubah cara berpikir: dari hanya belajar terus menerus, menjadi pelaku nyata digital marketing. Banyak pelatihan yang diikuti tidak berbuah hasil karena minimnya implementasi.
Insight Penting:
- Knowledge is power, but without application it’s useless.
- Pelatihan ≠ hasil, bila tidak dilanjutkan dengan eksekusi.
- UMKM harus mengubah mindset untuk naik kelas, bukan hanya cari informasi, tapi juga action dan evaluasi.
📘 Strategi 2:
Fondasi Online Marketing – Jangan Loncat ke Iklan!
Penjelasan Ulang:
Pemasaran online bukan dimulai dari pasang iklan, tetapi dari membangun fondasi digital. Pak Ucus menyarankan untuk membangun urutannya: Google My Business → WhatsApp Business → Website → Sosial Media → Ads.
Insight Penting:
- Jangan “ngedipin cewek di gelap-gelapan”. Artinya, bisnis kita harus terlihat secara online.
- Bangun eksistensi digital secara gratis dulu sebelum investasi besar.
- Website adalah “rumah digital” dan sosial media sebagai “jalan menuju rumah”.
📘 Strategi 3:
Targeting & Buyer Persona – Kenali Siapa yang Kita Sapa
Penjelasan Ulang:
Menentukan siapa target konsumen sangat krusial. Buyer Persona harus detail, karena dari sinilah narasi konten dibangun.
Insight Penting:
- Contoh buyer persona: Hijabers usia 18-40 tahun, ibu rumah tangga atau wanita karier, senang tampil modis tapi takut ketipu belanja online.
- Buyer persona untuk produk anak: buatlah dari sudut pandang orang tua, karena mereka yang membayar.
📘 Strategi 4:
Platform Wajib UMKM – Google My Business, WA Bisnis, Website
Penjelasan Ulang:
Tiga pilar utama fondasi digital UMKM:
- Google My Business: visibilitas lokal dan muncul di Google Maps.
- WhatsApp Bisnis: komunikasi profesional, katalog, auto-reply.
- Website: rumah digital dengan kontrol penuh atas konten & transaksi.
Insight Penting:
- Tanpa website, potensi kehilangan hingga 70% pelanggan potensial.
- Website memungkinkan integrasi fitur lanjutan: katalog, pendaftaran reseller, payment gateway, dll.
📘 Strategi 5:
Strategi SEO & Konten Website – Bukan Sekadar Ada
Penjelasan Ulang:
SEO (Search Engine Optimization) penting agar website kita mudah ditemukan di Google. Gunakan keyword yang tepat dan konten yang berkualitas.
Insight Penting:
- SEO organik bisa mendatangkan traffic tanpa biaya iklan.
- Gunakan Google Keyword Planner untuk riset kata kunci.
- Konten website = edukasi, storytelling, dan testimoni.
📘 Strategi 6:
Sosial Media Marketing – Story First, Sales Follows
Penjelasan Ulang:
Konten media sosial bukan hanya untuk jualan. Fokuslah membangun cerita (story) yang menginspirasi dan menyentuh sisi emosional audience.
Insight Penting:
- Pilar konten: Brand, Audience, Offer.
- Komposisi konten: 70% edukatif/humanis, 30% penawaran/reseller.
- Fokus satu platform dulu yang sesuai demografi target (IG, FB, atau TikTok).
📘 Strategi 7:
Marketplace & Social Commerce – Kanal Transaksi Bukan Cerita
Penjelasan Ulang:
Marketplace bagus untuk transaksi, tetapi membangun value dan cerita harus di media sosial. Jangan asal banting harga di marketplace.
Insight Penting:
- Marketplace = tempat jualan. Media sosial = tempat bangun brand.
- Gunakan social commerce (Instagram Shopping, TikTok Shop) untuk integrasi storytelling dan transaksi.
📘 Strategi 8:
Ads & Influencer – Kecil Tapi Tepat Sasaran
Penjelasan Ulang:
Mulai dengan iklan kecil (Rp50.000–Rp100.000) dan lakukan uji A/B testing. Influencer marketing disarankan dengan micro/nano influencer, bukan selebgram besar.
Insight Penting:
- Buat dua ads dengan target berbeda, evaluasi yang performanya lebih baik.
- Influencer kecil lebih punya kedekatan emosional dengan audiens.
📘 Strategi 9:
Copywriting & Foto Produk – Kunci Menarik Hati
Penjelasan Ulang:
Konten harus mampu menyentuh emosi pelanggan. Gunakan formula:
- Fitur → Keunggulan → Manfaat.
- Problem → Agitasi → Solusi.
Insight Penting:
- Foto produk harus jernih, pencahayaan bagus, pakai model manusia.
- Jangan terlalu banyak properti, fokus pada produk.
📘 Strategi 10:
Tools Pengukur & Konsistensi Harian
Penjelasan Ulang:
Gunakan tools seperti Google Analytics, Instagram Insight, dan WhatsApp Analytics untuk mengukur hasil. Konsistensi konten sangat penting.
Insight Penting:
- Konten harian: 1–2 feed, 3–5 story per hari, 3 kali WA story.
- Ukur dengan 6 metrik: sales, traffic, engagement, conversion, leads, growth follower.
🧭 KESIMPULAN AKHIR
STRATEGI IMPLEMENTASI UMKM NAIK KELAS
✅ Strategi yang Dapat Diimplementasikan:
- Buat Buyer Persona secara detail dan update secara berkala.
- Bangun fondasi digital: Google My Business, WhatsApp Business, Website.
- Optimasi SEO dan keyword long-tail agar website muncul di pencarian.
- Fokus Sosial Media: pilih satu channel utama dulu, bangun story, dan arahkan ke WA/Website.
- Lakukan Iklan Terarah (A/B Test) dengan target lokal dan konten yang menyentuh.
- Produksi Konten Berkualitas: Edukatif, Menghibur, Emosional dan Interaktif.
- Gunakan Marketplace & Social Commerce sebagai kanal transaksi, bukan bangun cerita.
- Gunakan Tools Pengukuran: pantau performa dan terus tingkatkan.
📏 Alat Ukur Keberlanjutan:
- ROI (Return of Investment) dari Ads & Konten
- Traffic Website & Media Sosial
- Konversi & Retensi Pelanggan
- Jumlah Leads Masuk dan Repeat Order
- Peningkatan Trust (Review, Testimoni, Rating)
- Engagement Rate dari Konten
Jika Anda seorang pebisnis atau profesional yang ingin menemukan potensi terbaik dan membangun Bisnis Anda menjadi lebih berkembang dari saat ini, silakan hubungi Master Coach Margetty Herwin, SBCF Admin WA 0822-4902-3902 Untuk mendapatkan sesi Business Diagnosis Gratis, dan mendapatkan info mengenai jadwal dan topik seminar kami, silakan contact via email ke: info.sbcf@gmail.com

