AKAZA Wooden Craft Kerajinan Kreatif Manfaatkan Limbah asal Jombang

“AKAZA Wooden Craft – Produksi Kerajinan Kayu Kreatif Asal Jombang”


Topik Utama Pembicaraan dan Diskusi
Talkshow ini mengangkat kisah sukses Akaza Wooden Craft, usaha kerajinan kayu kreatif asal Jombang, Jawa Timur yang didirikan tahun 2017 oleh Abdul Rasyid. Usaha ini fokus pada home appliance, kitchen tableware, dan home décor berbahan kayu, memanfaatkan limbah penggergajian mebel/furniture. Hingga kini, Akaza mengembangkan ±500 varian produk dan telah menggunakan teknologi AI untuk riset pasar dan desain produk, dengan visi membawa sentuhan alami ke setiap sudut rumah.


Tantangan yang Dihadapi di Awal Memulai Usaha

  • Kesulitan menentukan fokus produk dan pasar sasaran.
  • Tantangan memanfaatkan limbah kayu yang beragam jenis dan ukuran menjadi produk berkualitas.
  • Perlu menjaga kualitas, kapasitas, dan kontinuitas produksi untuk memenuhi permintaan pasar.
  • Persaingan di pasar kerajinan kayu yang mengharuskan diferensiasi desain.
  • Tantangan SDM: menemukan dan melatih tenaga kerja/pengrajin sesuai standar produksi Akaza.

Strategi yang Dijalankan setelah Ikut Program Pendampingan Business Coach

  • Kreativitas & inovasi berkelanjutan: memanfaatkan AI untuk riset tren dan desain baru.
  • Pemanfaatan limbah (waste material): menggunakan kayu medium hingga super keras, termasuk kayu kelapa, gaharu, dan cendana.
  • Produksi berbasis kemitraan: membina 12 mitra UMKM hasil pelatihan yang menjadi bagian dari jaringan produksi.
  • Finishing ramah lingkungan: mengganti pelitur kimia dengan bahan food grade seperti mineral oil dan bahan alami.
  • Kolaborasi strategis untuk memperkuat suplai bahan baku dan distribusi.
  • Penetapan target pasar berdasarkan riset AI dan perbandingan GDP negara tujuan ekspor.

Hasil yang Diraih setelah Menjalankan Strategi Program Business Coaching

  • Memiliki lebih dari 500 varian produk dengan kualitas terjaga.
  • Produk kotak obat P3K kayu warna-warni menjadi bestseller nasional (Top 5 penjualan di marketplace).
  • Mencapai kesepakatan ekspor ke Jepang (proses MOU, target pengiriman 2 bulan).
  • Terbangunnya jaringan mitra produksi yang siap memenuhi permintaan skala besar.
  • Peningkatan brand awareness melalui media sosial, marketplace, dan iklan digital (Meta Ads).

Implementasi dan Ide Besar ke Depan yang Dapat Dilakukan

  • Menambah bank desain produk untuk mengantisipasi kejenuhan pasar.
  • Memperluas pasar ekspor ke negara-negara dengan perjanjian dagang strategis.
  • Mengembangkan ekosistem industri kerajinan kayu berbasis kolaborasi dan pemanfaatan limbah.
  • Menerapkan prinsip zero waste dan zero carbon dalam produksi untuk daya saing global.
  • Mengoptimalkan storytelling produk untuk mengedepankan nilai kearifan lokal dan sustainability.

Pesan Narasumber dan Coach untuk Para Pengusaha yang Menyimak Diskusi Bisnis

Coach Margetty Herwin:
“Kreativitas harus diimbangi dengan kualitas dan konsistensi agar bisnis terus tumbuh. Kolaborasi dan pemanfaatan sumber daya di sekitar akan membuka peluang tanpa batas. Jangan tunda memulai, karena ide yang tidak dieksekusi akan diambil orang lain”

Abdul Rasyid:
“Kompetitor bukan ancaman, tapi pendorong untuk terus berinovasi. Pelajari kelemahan pesaing dan jadikan kekuatan produk kita. Nikmati tantangan, karena di situlah kreativitas lahir”

Silakan Klik Link AKAZA Wooden Craft di bawah ini:

Jika Anda seorang pebisnis atau profesional yang ingin  menemukan potensi terbaik dan membangun Bisnis Anda menjadi lebih berkembang dari saat ini, silakan hubungi Master Coach Margetty Herwin, SBCF Admin WA 0822-4902-3902 Untuk mendapatkan sesi Business Diagnosis Gratis, dan mendapatkan info mengenai jadwal dan topik seminar kami, silakan contact via email ke: info.sbcf@gmail.com

Margetty Herwin is a Certified Master Coach of: Life Coach, Executive Coach, Business and Money Coach, NLP Coach, Time Line Therapy, Green Belt Six Sigma Coach, Master Trainer STRATEGYZER Business Model

Related Posts

Lestarikan Masakan Tradisional Asli Daerah Tumbuh di Era Digital – Kuliner Aceh “Timphan”

Sudah dilihat: 19 Kenapa Masakan Tradisional Perlu Dilestarikan Sekarang? Di tengah tren makanan modern dan gempuran kuliner global, masakan tradisional sering kalah panggung—padahal ia menyimpan identitas budaya, sejarah, dan kekayaan…

Read more

Rumah Batik Jinggar Lestarikan Batik Tradisional Sesuai Trend

Sudah dilihat: 11 “Lestarikan Batik Tradisional Sesuai Trend” bersama Vitalia Pamoengkas (Batik Jinggar, Yogyakarta) dan Coach Getty (Coach Margetty Herwin). Topik Utama Pembicaraan dan Diskusi Diskusi berfokus pada bagaimana melestarikan…

Read more

Bana Bee Produk UKM Makanan Ringan asal Lampung siap Ekspor asal Lampung

Sudah dilihat: 6 Bayangkan Anda punya produk camilan yang “kelihatannya sederhana” misalnya keripik pisang, namun bisa menembus pasar Malaysia, Selandia Baru, bahkan sudah mengantongi LOI (Letter of Intent) ke Jepang….

Read more

Pasar Rakyat: Kunci Pemerataan Ekonomi dan Kebangkitan UMKM Lokal Indonesia

Sudah dilihat: 16 Pasar Rakyat: Kunci Pemerataan Ekonomi dan Kebangkitan UMKM Lokal Indonesia Pasar rakyat memegang peran penting dalam pemerataan ekonomi Indonesia. Simak insight talkshow bisnis RRI Pro 3 tentang…

Read more

Leave a Reply