Meningkatkan Produktivitas Tim Melalui Group Coaching

Meningkatkan Produktivitas Tim Melalui Metode Coaching secara Group

Dalam dunia bisnis yang dinamis, kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh strategi atau teknologi, tetapi juga oleh seberapa efektif tim dapat bekerja sama. Tim adalah kekuatan penggerak organisasi.
Ketika hubungan dalam tim tidak sehat terjadi permusuhan, mis-komunikasi, atau tujuan yang saling bertentangan, maka produktivitas akan terganggu dan potensi organisasi tidak akan maksimal.

 

Mengapa Coaching Tim itu Penting?

Berbeda dengan coaching individu, team coaching bertujuan untuk meningkatkan kualitas hubungan antaranggota tim, bukan sekadar perkembangan pribadi. Seorang Team Coach berperan sebagai fasilitator untuk membantu tim membangun kepercayaan, komunikasi yang efektif, dan kolaborasi yang saling mendukung.

Menurut definisi International Coach Federation (ICF), coaching is a partnership, sebuah kemitraan yang bertujuan membantu individu maupun tim mencapai performa terbaik mereka.

Tim adalah kekuatan yang mendorong sebagian besar organisasi. Apakah itu tim fungsional, tim manajer, atau tim proyek, pekerja dapat mengerjakan setiap pekerjaannya dengan bekerja secara efektif bersama.

Jadi, ketika anggota tim tidak bekerja sama dengan baik maka kinerja dan produktivitas tidak dapat maksimal dihasilkan. Itu tidak baik bagi siapa pun.

Pernahkah Anda melihat permusuhan, tujuan yang saling bertentangan, dan harapan yang tidak jelas dalam tim Anda? Ini adalah gejala dari tim yang tidak sehat. Untuk menghindari efek berbahaya, Anda perlu proaktif untuk meningkatkan kinerja tim. Dan bahkan ketika tim bertemu untuk menentukan sebuah tujuan disitulah terdapat ruang untuk perbaikan.

Jadi bagaimana Anda bisa membantu tim Anda meningkatkan kinerjanya?
Dengan Coaching tim yang baik (bedakan dengan Coaching Individu), Anda dapat melatih tim Anda ke tingkat berikutnya. Ini adalah aktivitas yang berharga, dan ini merupakan manajemen esensial dan alat kepemimpinan.

 

 

Langkah-langkah Strategis dalam Team Coaching

1. Pahami Dinamika Tim

Langkah awal dalam coaching tim adalah memahami bagaimana tiap anggota saling berinteraksi. Gaya kerja dan komunikasi yang berbeda bisa menimbulkan frustrasi jika tidak dikelola. Tools seperti DISC, Myers-Briggs, dan FIRO-B sangat bermanfaat untuk mengenali karakteristik ini.

Contoh: Jika seseorang lebih suka menghindari konflik (passive), sementara anggota lain lebih terbuka dan konfrontatif (assertive), maka perlu ada kesepahaman dalam menyikapi perbedaan ini agar tidak mengganggu kinerja tim.

Sebuah tempat yang bagus untuk mulai Me-Coach tim adalah dengan memahami dinamika tim. Ini adalah proses mencari tahu bagaimana anggota tim berhubungan satu sama lain. Kita semua memiliki gaya kerja yang berbeda dan berkomunikasi, dan ketika kita menemukan seseorang dengan gaya yang berbeda dari kita sendiri, kita sering frustrasi dengan orang itu, dan gagal untuk mengenali kekuatan unik-nya.

Beberapa orang dapat “dipaksa” dari yang lain. Seseorang mungkin berpikir dengan memaksa semuanya akan besar – tetapi, rekan-rekan timnya mungkin memiliki perspektif yang berbeda. Jika satu orang menghindar dari konflik, dan yang lain berbicara berdasarkan pikirannya dan tidak mau mengalah, ini dapat menyebabkan hasil dari pengambilan keputusan yang tidak produktif.

Kepribadian dan penilaian perilaku adalah sangat membantu untuk meningkatkan pemahaman dinamika tim sendiri, dan mereka memberikan anggota tim lebih memahami mengapa mereka bereaksi terhadap rekan-rekan mereka dengan cara tertentu. Pemahaman baru ini membantu mereka berpikir tentang bagaimana mereka dapat berhubungan satu sama lain dengan lebih efektif, pada saat yang sama dapat melahirkan toleransi dengan membantu orang memahami bahwa pendekatan yang berbeda dapat berlaku dalam situasi yang berbeda.

Myers-Briggs, DISC, dan FIRO-B adalah semua alat yang sangat baik untuk mengungkap pola individu dalam hal-hal seperti komunikasi dan resolusi konflik. Anda juga dapat menggunakan umpan balik 360 Degrees untuk membantu orang lebih memahami diri mereka sendiri.

Seorang Coach, berperan untuk membawa anggota tim bersama untuk membahas profil individu mereka dan membantu mereka menemukan cara untuk bekerja sama. Misalnya, jika Sally tahu bahwa George adalah pemalu, dia akan memiliki apresiasi yang lebih baik mengapa ia lebih suka melakukan tugas-tugas secara mandiri. Daripada mengasumsikan dia tidak tertarik untuk bekerja dengan dia, Sally bisa berfokus pada menemukan cara untuk berhubungan dengan George pada istilah itu. Demikian juga, ketika George menyadari bahwa penerimaan sosial adalah penting untuk Sally, dia bisa berusaha untuk menjadi lebih ramah dan tertarik pada apa yang dia lakukan.

Dengan tingkat pemahaman yang lebih besar, anggota tim mulai melihat satu sama lain hal yang berbeda. Hal ini memungkinkan mereka untuk menyesuaikan perilaku mereka sendiri untuk hasil yang lebih baik, dan mereka mampu menafsirkan perilaku orang lain dengan wawasan lebih dan empati.

2. Bangun Perilaku Tim yang Diharapkan

Coaching efektif mengarah pada penyusunan team agreement — kesepakatan perilaku yang disepakati bersama. Misalnya: semua anggota harus berbicara terbuka, menyampaikan pendapat tanpa menyudutkan, dan menjaga profesionalisme saat konflik muncul. Ini membentuk team culture yang sehat dan produktif.

Memahami perspektif orang lain adalah cara yang bagus untuk meningkatkan hubungan dengan mereka. Namun, tim masih harus mengikuti aturan-aturan dasar sehingga mereka dapat mencapai tujuan mereka. Sebagai contoh, Anda mungkin tahu bahwa Harold lebih suka menghindari konflik, namun Anda tidak bisa benar-benar menerima bahwa dari dia jika Anda juga mengharapkan dia untuk memberikan pendapat ahli yang mungkin tidak sesuai dengan konsensus umum.

Inilah sebabnya mengapa mengembangkan sebuah set harapan perilaku dan komunikasi merupakan aspek penting dari pembinaan tim. Harapan membantu untuk membangun empati dan pengertian, dan memastikan bahwa preferensi individu tidak diberikan lebih penting daripada tujuan tim.

Sebuah cara yang bagus untuk meresmikan harapan-harapan ini adalah dengan kesepakatan di dalam tim. Dalam sebuah kesepakatan atau “kontrak,” dalam hal aturan perilaku bahwa setiap orang diharapkan untuk mengikuti dan mendukung. Memperlakukan setiap orang dengan hormat, menawarkan pendapat bila diperlukan, dan berbicara langsung kepada seseorang ketika Anda merasa bersalah – semua ini adalah contoh dari aturan-aturan dasar bahwa tim dapat digunakan.

Mengambil satu langkah lebih jauh, Anda juga dapat mendefinisikan proses bagi anggota tim untuk mengikuti untuk memenuhi harapan. Sebagai contoh, sebuah proses resolusi konflik akan menentukan langkah-langkah untuk mengambil ketika salah satu anggota tim merasa tersinggung oleh orang lain.

3. Sinkronkan Reward dan Sistem Pengakuan

Ketidaksesuaian antara nilai individu dan tim seringkali jadi akar konflik. Jika perusahaan menekankan kolaborasi, tapi hanya memberikan penghargaan kepada pencapaian individu, maka motivasi tim akan menurun. Seorang coach membantu menciptakan sistem apresiasi yang seimbang dan adil.

Cukup sering, orang memiliki nilai-nilai bersaing, dan ini menciptakan hambatan yang besar untuk kesatuan dan efektivitas Tim. Sebagai contoh, itu tidak biasa bagi sebuah organisasi untuk mempromosikan kerja sama tim, tapi masih menghargai perilaku individu. Ketika ini terjadi, Anda tentu dapat mengharapkan masalah dengan anggota tim yang memberikan penghargaan pribadi memiliki prioritas yang lebih tinggi daripada kinerja tim.

Dengan tim lintas fungsional, loyalitas Unit departemen atau bisnis sering didapatkan dalam cara kerja tim yang efektif. Ketika anggota tim memiliki tujuan pribadi yang tidak sesuai dengan tujuan tim, ini dapat menyebabkan “, rahasia” perilaku tersembunyi. Sebagai pemimpin tim dan pelatih, peran Anda adalah untuk mengidentifikasi sumber-sumber nilai-nilai bersaing – dan menemukan cara untuk memperbaikinya.

4. Dukung Pengembangan Individu dalam Tim

Setiap anggota tim punya kesiapan berbeda dalam belajar. Metodologi NLP membagi gaya belajar ke dalam tiga: Visual, Auditory, dan Kinesthetic. Coach yang memahami hal ini akan memfasilitasi sesi pengembangan dengan pendekatan yang inklusif.

Akhirnya, dengan mendukung pengembangan individu. Anggota tim mungkin perlu belajar keterampilan baru, sehingga mereka dapat memenuhi harapan tim dan dapat mendukung suatu proses. Setiap orang memiliki tingkat yang berbeda dari kesiapan untuk mengambil langkah yang diperlukan untuk perubahan. Sebagai pelatih tim, sensitif terhadap perbedaan-perbedaan, dan menemukan sumber daya untuk mendukung tujuan pembangunan masing-masing orang.

Selain mengatur pembinaan individu untuk mendapatkan mana yang mungkin diperbaiki dalam situasi kerja sehari-hari untuk seorang pelatih. Memberikan umpan balik secara teratur juga dapat membantu mereka dalam menetapkan tujuan kinerja individu, menindaklanjuti dan dengan pelatihan dapat membuat mereka menjadi lebih baik.

 

Mengubah Hubungan, Meningkatkan Produktivitas

Ketika hubungan dalam tim dibangun dengan kepercayaan, empati, dan komunikasi yang sehat, produktivitas akan meningkat secara alami.
Ini dibuktikan oleh riset ICF Global yang menunjukkan 70% klien coaching mengalami peningkatan performa kerja, dan 72% memperbaiki kemampuan komunikasi mereka.


Kesimpulan: Investasi Terbaik adalah Investasi dalam Hubungan Tim

Membangun tim bukan sekadar menyatukan orang-orang hebat, tetapi menyatukan orang-orang untuk bekerja dengan hebat secara bersama. Coaching tim adalah jalan strategis menuju sinergi yang berdampak besar pada produktivitas, inovasi, dan pertumbuhan bisnis berkelanjutan.

Jika Anda seorang pebisnis atau profesional yang ingin  menemukan potensi terbaik dan membangun Bisnis Anda menjadi lebih berkembang dari saat ini, silakan hubungi Master Coach Margetty Herwin, SBCF Admin WA 0822-4902-3902 Untuk mendapatkan sesi Business Diagnosis Gratis, dan mendapatkan info mengenai jadwal dan topik seminar kami, silakan contact via email ke: info.sbcf@gmail.com

Margetty Herwin is a Certified Master Coach of: Life Coach, Executive Coach, Business and Money Coach, NLP Coach, Time Line Therapy, Green Belt Six Sigma Coach, Master Trainer STRATEGYZER Business Model

Related Posts

The Entrepreneur Brain: From Survival Mode to Successful Business

Sudah dilihat: 9 Otak Entrepreneur: Antara Bertahan Hidup dan Bertumbuh Sebagian besar pengusaha mengira tantangan terbesarnya adalah modal, kompetitor, atau pasar. Padahal, tantangan terbesar sering kali justru berasal dari dalam…

Read more

Tantangan Coaching Program Bisnis, Eksekutif, dan Profesional untuk Handal dan Kompeten

Sudah dilihat: 21 COACHING CHALLENGE:Mengurai Tantangan Pola Pikir, Pola Diri, dan Pola Aksi untuk Membangun Kinerja Unggul Dalam dunia bisnis dan pengembangan manusia, peran seorang coach bukan sekadar memberikan saran…

Read more

10 Pilar Fondasi Perusahaan Sukses – Pilar Strategis Menuju World-Class Company

Sudah dilihat: 47 10 Pilar Fondasi Perusahaan Sukses: Pilar Strategis Menuju World-Class Company Setiap perusahaan yang sukses memiliki satu kesamaan: fondasi yang kokoh dan nilai-nilai inti yang hidup dalam budaya…

Read more

Strategi Meningkatkan Closing dan Komunikasi Empatik Tim Penjualan Perusahaan Travel Umrah

Sudah dilihat: 34 Strategi Meningkatkan Closing dan Komunikasi Empatik Tim Penjualan Travel Umrah  Dalam dunia bisnis yang mengedepankan pelayanan spiritual seperti travel umrah, menjual bukan hanya soal angka. Ini tentang…

Read more

Leave a Reply