Pasar Tradisional Bisa “Ngangeni” – Strategi Pengelola Pasar Bangun Ekosistem UMKM

Pasar Tradisional Bisa “Ngangeni”:

Strategi Pengelola Pasar Joyoboyo Kediri Bangun Ekosistem UMKM yang Tumbuh

Selama bertahun-tahun, stigma pasar tradisional sering melekat: becek, kumuh, bau, dan “cuma tempat belanja sayur.”
Padahal, kalau dikelola profesional, pasar tradisional justru bisa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi daerah, tempat UMKM hidup, dan destinasi keluarga yang bikin orang ingin datang lagi—bahasa Jawanya: “ngangeni.”

Dalam talkshow RRI Pro 3, Coach Margetty Herwin (Coach Getty) berbincang bersama Jojohari (Jauhari) Lutfi, Direktur Utama Perumda Pasar Joyoboyo Kota Kediri.
Diskusinya membuka mata: pasar tradisional bisa naik kelas tanpa kehilangan ciri khasnya—tawar-menawar, kedekatan sosial, dan kearifan lokal.


Topik Utama Diskusi:
Peran Pengelola Pasar Tradisional untuk Menumbuhkan Ekosistem Usaha

Inti pembahasan malam itu jelas: pengelola pasar punya peran strategis untuk membangun ulang interaksi, kenyamanan, dan alasan orang kembali datang ke pasar.
Pasar bukan hanya “tempat transaksi”, tapi bisa menjadi ekosistem: pedagang, pengunjung, UMKM, pemerintah, perbankan, hingga komunitas muda bergerak bersama.

Konsep yang diangkat Perumda Pasar Joyoboyo adalah menjadikan pasar sebagai wisata belanja keluarga:

  • Ibu belanja kebutuhan rumah
  • Bapak bisa ngopi menunggu
  • Anak punya ruang aktivitas/bermain

Semua hadir di satu tempat, seperti “one stop shopping”, tetapi tetap bernuansa pasar rakyat.


Tantangan di Awal:
Mengubah Stigma Pasar Becek, Bau, dan Tidak Nyaman

Tantangan terbesar bukan sekadar bangunan, melainkan mindset dan pengalaman pengunjung. Banyak orang (terutama anak muda) enggan ke pasar karena identik dengan bau, kotor, dan tidak nyaman. Bahkan ada kekhawatiran keamanan: takut copet, premanisme, atau area yang tidak tertata.

Ada juga tantangan komoditas basah (ikan, unggas) yang memang berpotensi menimbulkan aroma dan limbah bila pengelolaannya lemah. Pertanyaan pendengar pun menyinggung hal ini—misalnya soal area ikan/ayam agar lebih higienis. Dari sini terlihat: pasar modern menang di kenyamanan, maka pasar tradisional perlu menang di pengelolaan + pengalaman tanpa kehilangan jati diri.


Strategi (Model “Business Coaching” di Lapangan):
Service, Zoning, Kolaborasi, dan Aktivasi

Walau bukan program coaching formal, langkah-langkah Perumda Pasar Joyoboyo bisa dibaca sebagai strategi terstruktur ala “pendampingan bisnis”: fokus pada pondasi layanan, sistem, lalu aktivasi pasar.

A. Mulai dari SDM & Service Excellence
Pak Lutfi menekankan: pasar akan dicintai jika pelayanannya kuat. SDM harus bisa melayani pedagang dan pembeli dengan sepenuh hati—karena tanpa pengunjung, pedagang tidak laku; tanpa pedagang, pasar kehilangan daya hidup.

B. Kebersihan, Keamanan, dan Kontrol Harian
Pasar harus rapi dan bersih, sampah tidak menumpuk, limbah terkendali. Untuk keamanan, pasar dilengkapi pengawasan (misalnya CCTV) dan petugas sehingga pengunjung merasa aman berbelanja.

C. Zonasi/Blok: Pasar yang Tertata
Mengikuti standar pasar rakyat, ada pembagian zona agar fungsi tidak bercampur:

  • area belanja,
  • area aktivitas anak (bahkan ada latihan sepatu roda),
  • area nongkrong/kopi,
  • serta penguatan komoditas tertentu (misal pasar unggas dengan fasilitas pendukung).

D. Aktivasi Anak Muda: “Skena” di Pasar
Salah satu terobosan paling menarik: di Pasar Setoro Betek (lantai 2) dibuat area “skena” tongkrongan kopi anak muda dengan banyak tenant.
Dampaknya: anak muda yang biasanya menolak “disuruh belanja ke pasar” justru datang karena ada tempat nongkrong—lalu sekalian belanja titipan orang tua.
Ini strategi aktivasi yang mengubah perilaku.

E. Kolaborasi Multi Pihak: Holistik–Integratif
Pengelolaan pasar tidak bisa sendirian: ada koordinasi dengan dinas terkait, Bank Indonesia, perbankan, OJK, tim pengendalian inflasi daerah (TPID), hingga satgas pangan.
Tujuannya: digitalisasi transaksi, akses pembiayaan yang sehat (hindari rentenir), stabilitas harga, dan penguatan program pasar.


Hasil yang Terlihat:
Pasar Jadi Tempat Favorit, UMKM Bergerak, Ekonomi Daerah Tumbuh

Ketika pasar nyaman dan ramai, terjadi efek berantai:

  • pengunjung meningkat → pedagang laku → pasar hidup
  • UMKM punya ruang transaksi yang stabil, bukan hanya mengandalkan event musiman
  • pasar menjadi wajah ekonomi daerah, mendukung PAD, dan memberdayakan masyarakat

Yang juga penting: pasar diposisikan punya keunikan lokal yang tidak tergantikan oleh mall.
Contoh yang dibahas: kuliner tradisional yang dicari perantau saat pulang kampung (nasi pecel, cenil/klepon/lopis, nasi jagung, minuman empon-empon, dll).
Ini membuat pasar menjadi tempat “berburu rasa” sekaligus nostalgia—itulah “ngangeni.”


Implementasi & Ide Besar ke Depan:
Jadikan Pasar Tradisional “Destinasi”, Bukan Sekadar Tempat Belanja

Dari diskusi ini, ada beberapa ide implementasi yang bisa ditiru pengelola pasar lain:

  1. Bangun pasar ramah keluarga: belanja + ngopi + aktivitas anak dalam satu area.
  2. Aktivasi jam pasar: pasar tidak hanya hidup pagi; buat kegiatan malam seperti angkringan/plesiran kuliner untuk menggerakkan ekonomi.
  3. Kuatkan zonasi & kebersihan: pengalaman pengunjung adalah “produk utama”.
  4. Penguatan keamanan yang terasa: pengunjung harus merasa aman, bukan sekadar “katanya aman”.
  5. Digitalisasi transaksi & akses pembiayaan sehat: kolaborasi perbankan/OJK untuk menekan rentenir.
  6. Branding pasar berbasis kekhasan lokal: “kalau cari X, ya ke pasar ini”—menciptakan asosiasi kuat di benak warga dan wisatawan.

Pesan untuk Pengusaha & Masyarakat:
Ayo Kembali Belanja ke Pasar Tradisional

Coach Getty mengingatkan: pasar tradisional di Indonesia jumlahnya sangat banyak dan berdampak besar untuk pertumbuhan ekonomi lokal serta UMKM.
Kalau ekosistem pasar dihidupkan lagi, transaksi tumbuh, usaha rakyat bergerak, dan daerah ikut kuat.

Selain itu, pasar tradisional juga “sekolah kehidupan”: di sana kita belajar komunikasi, membaca karakter, hingga teknik negosiasi melalui budaya tawar-menawar—nilai sosial yang tidak ditemukan di pasar modern.


Call to Action:
Yuk, “Kangen” Lagi ke Pasar Tradisional!

Mulai minggu ini, pilih satu pasar tradisional di kota Anda dan lakukan 3 hal sederhana:

Belanja kebutuhan dapur (sayur, bumbu, lauk)
Coba 1 kuliner khas pasar (jajanan tradisional)
Ajak keluarga (biar jadi kebiasaan seru, bukan kewajiban)

Karena setiap rupiah yang Anda belanjakan di pasar tradisional adalah napas bagi pedagang kecil, UMKM lokal, dan ekonomi daerah.

Ayo… kembali belanja ke pasar tradisional. Biar pasar kita jadi “ngangeni” lagi.

Jika Anda seorang pebisnis atau profesional yang ingin  menemukan potensi terbaik dan membangun Bisnis Anda menjadi lebih berkembang dari saat ini, silakan hubungi Master Coach Margetty Herwin, SBCF Admin WA 0822-4902-3902 Untuk mendapatkan sesi Business Diagnosis Gratis, dan mendapatkan info mengenai jadwal dan topik seminar kami, silakan contact via email ke: info.sbcf@gmail.com

Margetty Herwin is a Certified Master Coach of: Life Coach, Executive Coach, Business and Money Coach, NLP Coach, Time Line Therapy, Green Belt Six Sigma Coach, Master Trainer STRATEGYZER Business Model

Related Posts

Lestarikan Masakan Tradisional Asli Daerah Tumbuh di Era Digital – Kuliner Aceh “Timphan”

Sudah dilihat: 19 Kenapa Masakan Tradisional Perlu Dilestarikan Sekarang? Di tengah tren makanan modern dan gempuran kuliner global, masakan tradisional sering kalah panggung—padahal ia menyimpan identitas budaya, sejarah, dan kekayaan…

Read more

Rumah Batik Jinggar Lestarikan Batik Tradisional Sesuai Trend

Sudah dilihat: 11 “Lestarikan Batik Tradisional Sesuai Trend” bersama Vitalia Pamoengkas (Batik Jinggar, Yogyakarta) dan Coach Getty (Coach Margetty Herwin). Topik Utama Pembicaraan dan Diskusi Diskusi berfokus pada bagaimana melestarikan…

Read more

Bana Bee Produk UKM Makanan Ringan asal Lampung siap Ekspor asal Lampung

Sudah dilihat: 6 Bayangkan Anda punya produk camilan yang “kelihatannya sederhana” misalnya keripik pisang, namun bisa menembus pasar Malaysia, Selandia Baru, bahkan sudah mengantongi LOI (Letter of Intent) ke Jepang….

Read more

Pasar Rakyat: Kunci Pemerataan Ekonomi dan Kebangkitan UMKM Lokal Indonesia

Sudah dilihat: 16 Pasar Rakyat: Kunci Pemerataan Ekonomi dan Kebangkitan UMKM Lokal Indonesia Pasar rakyat memegang peran penting dalam pemerataan ekonomi Indonesia. Simak insight talkshow bisnis RRI Pro 3 tentang…

Read more

Leave a Reply