SHIROSHIMA BATIK – Desain Kekinian Favorit Millennials

“SHIROSHIMA BATIK – Desain Kekinian Favorit Millennials”


Topik Utama Pembicaraan dan Diskusi:

Talkshow ini mengangkat kisah inspiratif dari Ibu Dian Nutri Justicia, Founder SHIROSHIMA Batik, sebuah brand fashion batik asal Yogyakarta yang mengusung desain simplicity, long-lasting, dan genderless untuk generasi milenial. Fokus utama diskusi adalah bagaimana batik tradisional dikemas dengan gaya kekinian dan sukses menembus pasar internasional seperti Paris, Jepang, dan Dubai dengan konsep sustainable fashion.


Tantangan yang Dihadapi di Awal Memulai Usaha:

SHIROSHIMA lahir 8 bulan sebelum pandemi, sehingga langsung dihadapkan pada ketidakpastian ekonomi dan penutupan toko-toko ritel.

Ibu Dian Nutri yang sebelumnya bekerja 9 tahun di Singapura, memutuskan pulang ke Jogja dan merintis bisnis batik tanpa latar belakang pendidikan fashion formal.

Tantangan besar datang dari kurangnya minat anak muda terhadap batik serta kurangnya edukasi mengenai makna batik sebagai proses produksi, bukan sekadar motif.


Strategi yang Dijalankan setelah Ikuti Program Pendampingan Business Coach:

  1. Menemukan diferensiasi unik: memadukan unsur budaya Indonesia dengan sentuhan desain Jepang (Japanese-Inspired Batik).
  2. Menggunakan pendekatan coaching untuk menyusun Business Plan 5 Tahun sebagai panduan bertahan di masa sulit.
  3. Berkolaborasi dengan desainer muda dan komunitas lokal untuk terus berinovasi.
  4. Fokus pada penguatan nilai dan cerita brand (heritage story tentang Ratu Shima dari Kerajaan Kalingga sebagai inspirasi nama dan filosofi produk).
  5. Mengikuti berbagai pameran dan fashion show internasional atas dukungan pemerintah dan Kementerian terkait.

Hasil yang Diraih setelah Menjalankan Strategi Program Business Coaching:

  1. SHIROSHIMA tampil di panggung internasional: Paris Fashion Show, Expo di Jepang, Hong Kong, Singapura, Malaysia, hingga Dubai dan Abu Dhabi.
  2. Produk batik SHIROSHIMA kini hadir dalam bentuk ready-to-wear untuk acara formal, santai, bahkan pernikahan.
  3. Brand SHIROSHIMA semakin dikenal dengan produk batik bernilai premium (hingga Rp1 jutaan) dan turunan produk seperti aksesoris, scarf, hingga handbag.
  4. SHIROSHIMA juga dikenal sebagai pelopor batik yang menerapkan recycle dan upcycle malam batik sebagai bagian dari gerakan sustainable fashion.

Implementasi dan Ide Besar ke Depan yang Dapat Dilakukan:

  • Fokus mengembangkan pasar Muslim fashionwear melalui koleksi modest wear berbasis batik yang bisa digunakan untuk berbagai keperluan.
  • Terus membina pengrajin perempuan di Kulon Progo dan daerah lain untuk pemberdayaan ekonomi lokal.
  • Menyasar generasi Z dan millennials global melalui desain kekinian yang tetap mengangkat budaya Indonesia.
  • Meningkatkan pemanfaatan teknologi dan pemasaran digital untuk memperluas jangkauan pasar global.

Pesan Nara Sumber dan Coach untuk Para Pengusaha yang Menyimak Diskusi Bisnis:

Dian Nutri:

“Jangan ragu untuk mengemas budaya lokal menjadi fashion kekinian. Kreativitas, konsistensi, dan keberanian menghadapi tantangan adalah kunci.”

Coach Margetty Herwin:

“Jangan mau seumur hidup jadi pedagang UMKM. Naik kelaslah dengan diferensiasi, mindset bisnis, dan inovasi berkelanjutan. Produk lokal yang memiliki nilai dan identitas kuat akan selalu dicari, bahkan mendunia.”

Silakan Klik Link SHIROSHIMA BATIK di bawah ini:

Jika Anda seorang pebisnis atau profesional yang ingin  menemukan potensi terbaik dan membangun Bisnis Anda menjadi lebih berkembang dari saat ini, silakan hubungi Master Coach Margetty Herwin, SBCF Admin WA 0822-4902-3902 Untuk mendapatkan sesi Business Diagnosis Gratis, dan mendapatkan info mengenai jadwal dan topik seminar kami, silakan contact via email ke: info.sbcf@gmail.com

Margetty Herwin is a Certified Master Coach of: Life Coach, Executive Coach, Business and Money Coach, NLP Coach, Time Line Therapy, Green Belt Six Sigma Coach, Master Trainer STRATEGYZER Business Model

Related Posts

Lestarikan Masakan Tradisional Asli Daerah Tumbuh di Era Digital – Kuliner Aceh “Timphan”

Sudah dilihat: 18 Kenapa Masakan Tradisional Perlu Dilestarikan Sekarang? Di tengah tren makanan modern dan gempuran kuliner global, masakan tradisional sering kalah panggung—padahal ia menyimpan identitas budaya, sejarah, dan kekayaan…

Read more

Rumah Batik Jinggar Lestarikan Batik Tradisional Sesuai Trend

Sudah dilihat: 11 “Lestarikan Batik Tradisional Sesuai Trend” bersama Vitalia Pamoengkas (Batik Jinggar, Yogyakarta) dan Coach Getty (Coach Margetty Herwin). Topik Utama Pembicaraan dan Diskusi Diskusi berfokus pada bagaimana melestarikan…

Read more

Bana Bee Produk UKM Makanan Ringan asal Lampung siap Ekspor asal Lampung

Sudah dilihat: 6 Bayangkan Anda punya produk camilan yang “kelihatannya sederhana” misalnya keripik pisang, namun bisa menembus pasar Malaysia, Selandia Baru, bahkan sudah mengantongi LOI (Letter of Intent) ke Jepang….

Read more

Pasar Rakyat: Kunci Pemerataan Ekonomi dan Kebangkitan UMKM Lokal Indonesia

Sudah dilihat: 16 Pasar Rakyat: Kunci Pemerataan Ekonomi dan Kebangkitan UMKM Lokal Indonesia Pasar rakyat memegang peran penting dalam pemerataan ekonomi Indonesia. Simak insight talkshow bisnis RRI Pro 3 tentang…

Read more

Leave a Reply