Strategi Digital Business & Marketing di Era Industri 5.0

Strategi Digital Business & Marketing di Era Industri 5.0

Transformasi UMKM dari Offline ke Era AI dan Data Economy

Oleh: Elga Yulwardian


1. Evolusi Dunia Digital: Dari Mobile Market ke Era AI

Indonesia kini menjadi negara ke-4 terbesar pengguna mobile di dunia, dengan lebih dari 340 juta perangkat aktif. Potensi pasar digital luar biasa besar — tetapi masih banyak pelaku usaha yang belum memanfaatkannya dengan efektif.

Pandemi COVID-19 mempercepat transformasi digital secara paksa. Zoom, WhatsApp, e-commerce, hingga layanan berbasis cloud melonjak ribuan persen. Perubahan gaya hidup ini memaksa dunia usaha untuk beradaptasi — bukan sekadar agar bertahan, tapi agar bisa berkembang di dunia baru yang serba digital.


2. Pergeseran Model Bisnis: Dari Multi Channel ke Opti Channel

Konsep evolusi saluran bisnis:

  • Single Channel: pelanggan hanya bisa beli di toko.
  • Multi Channel: pelanggan bisa beli di toko atau online.
  • Cross Channel: stok antar kanal (offline-online) saling terhubung.
  • Omni Channel: semua pengalaman pelanggan terintegrasi.
  • Opti Channel: tahap terbaru, di mana brand hanya fokus pada kanal paling optimal untuk tiap segmen pelanggan.
  • Contohnya, pelanggan aktif buka email pagi hari, tapi sore hari aktif di WhatsApp — maka promosi cukup dikirim lewat WA di sore hari.
    Inilah personalisasi pemasaran di era digital.

3. AI Sebagai Mitra Baru UMKM

AI kini bukan hanya alat riset, tetapi asisten kreatif bagi UMKM.
Contoh: Materi promosi toko bebek mainan hanya dalam beberapa menit — foto diubah background-nya secara otomatis, lalu caption-nya dapat dibuat oleh ChatGPT.

AI kini bisa:

  • Mendesain banner dan postingan media sosial otomatis.
  • Membuat konten promosi berdasarkan deskripsi produk.
  • Membantu riset tren dan kata kunci paling laku.
  • Bahkan mengotomasi customer service lewat WhatsApp Business API.

“Kreativitas kini bisa diakses siapa saja, bahkan tanpa desainer.” Elga Yulwardian


4. Data dan Targeting: Pelajaran dari Cambridge Analytica

Mas Elga menyinggung film dokumenter The Great Hack yang menyoroti bagaimana data digital digunakan untuk memenangkan Pemilu AS 2016.
50 juta akun Facebook dikategorikan berdasarkan model kepribadian OCEAN (Openness, Conscientiousness, Extraversion, Agreeableness, Neuroticism) — lalu setiap segmen diberi pesan personal sesuai minatnya.

Pelajaran untuk bisnis:

“Kenali pelanggan bukan hanya dari usia dan lokasi, tapi dari perilaku dan kebiasaan digital mereka.”

Data pelanggan menjadi aset terpenting dalam era digital.


5. Ledakan E-Commerce dan Live Commerce

Indonesia kini menempati peringkat 9 dunia dalam transaksi e-commerce dengan lebih dari 166 juta akun aktif. Nilai pasarnya menembus USD 53 miliar.

Namun yang paling menarik adalah munculnya Live Commerce — jualan langsung lewat siaran live di TikTok, Shopee Live, atau Tokopedia Play.
Fenomena ini melahirkan entertainment commerce: orang membeli bukan karena butuh, tetapi karena terhibur dan tertarik visualnya.

Raffi Ahmad, misalnya, bisa meraih penjualan miliaran hanya dalam satu sesi live.
Dan yang paling inspiratif, seorang ibu rumah tangga yang menjual kopi Kapal Api renceng dari warung kecilnya bisa menembus omzet Rp15 miliar di TikTok Shop.


6. Strategi Digital Business: Tiga Pilar Utama

Digitalisasi bisnis bukan sekadar soal aplikasi atau teknologi, melainkan strategi menyeluruh yang mencakup tiga aspek utama:

a. Efisiensi Proses

Gunakan teknologi untuk mempermudah operasional:

  • Cloud-based POS seperti Majoo atau Pawoon.
  • Multi-channel stock management untuk sinkronisasi antar marketplace.
  • AI Content Generator untuk materi promosi harian.
  • WhatsApp Business API untuk otomatisasi komunikasi pelanggan.

b. Membangun Merek (Brand Awareness)

Gunakan Google Business Profile agar toko mudah ditemukan secara online.
Lengkapi profil, alamat, jam buka, dan foto produk. Ingat — ulasan pelanggan adalah aset reputasi yang tidak bisa dihapus.

c. Menjangkau Pelanggan Baru

Bangun kehadiran digital melalui media sosial dan marketplace.
Namun penting untuk memahami perbedaan segmen:

  • Shopee: dominan perempuan, kategori beauty & fashion.
  • Tokopedia: lebih banyak pengguna pria dan segmen teknologi.
  • TikTok Shop: mayoritas Gen Z, impulsif, dan visual-driven.

7. Kolaborasi Digital: Kampung Marketer dan Ekonomi Freelance

Contoh nyata ekonomi digital datang dari Kampung Marketer di Purbalingga, yang memberdayakan ribuan ibu rumah tangga untuk membantu UMKM mengelola toko online, upload produk, hingga membalas pelanggan.
Mereka bekerja dari rumah dengan pendapatan tetap dan komisi.

Platform seperti Fiverr, Upwork, dan Fastwork juga membuka peluang serupa — banyak freelancer menawarkan jasa pengelolaan toko online hanya Rp40.000 per bulan.

Pesannya sederhana:

“Kalau tidak punya waktu, gunakan jasa digital talent.
Dunia digital penuh solusi kolaboratif.”


8. Tantangan Marketplace dan Strategi Branding

Dalam sesi tanya jawab, muncul pertanyaan klasik: bagaimana bersaing di tengah perang harga?

Mas Elga menjelaskan:

  • Fokus pada niche market, bukan mass market.
  • Gunakan keyword premium seperti “sambal premium” atau “fashion muslim eksklusif”.
  • Bangun reputasi dari testimoni asli, bukan review palsu.

Produk dengan positioning kuat dan narasi yang jelas akan selalu menemukan pasarnya — bahkan di tengah kompetisi sengit.


9. Digital Marketing: Dari Affiliate hingga Retargeting

Di sesi lanjutan, Mas Elga membahas teknik-teknik marketing digital modern:

  • Affiliate Marketing: sistem promosi berbasis komisi. Influencer memasarkan produk dengan link unik; setiap penjualan terhitung otomatis.
  • Email & WhatsApp Marketing: kumpulkan database pelanggan (email & nomor HP) untuk cross-selling dan up-selling.
  • Retargeting Ads: mentarget ulang orang yang sudah pernah berinteraksi dengan toko kita, agar mereka tertarik membeli.

Contoh paling sederhana:

Setelah buka website produk Anda, pelanggan melihat iklan yang sama di Facebook atau Instagram — itulah retargeting.


10. Blue Ocean Strategy: Cara Keluar dari Persaingan Berdarah

Salah satu peserta bertanya, bagaimana agar produk sambalnya keluar dari “Red Ocean” (pasar penuh kompetisi) menjadi “Blue Ocean” (pasar baru tanpa pesaing)?

Mas Elga menjawab dengan prinsip sederhana:

“Carilah nilai unik (unique value) dan perilaku pasar yang belum tersentuh.”

Gunakan data dari platform seperti Kalodata (China) untuk riset tren.
Contoh: sambal baby cumi di TikTok bisa meraih omzet Rp240 juta/bulan hanya dari live video. Dari situ, kita bisa menemukan pola — konten seperti apa yang menghasilkan penjualan paling tinggi.


11. Tren dan Tools Baru untuk UMKM

Mas Elga menekankan pentingnya menggunakan alat digital sesuai kapasitas:

  • ChatGPT & Copy.ai → untuk menulis caption dan deskripsi produk.
  • Remove.bg & Canva AI → untuk membuat konten visual instan.
  • Google Keyword Planner → untuk riset kata kunci dan SEO.
  • Social Listening Tools (Rivalt, Kalodata) → untuk menganalisis sentimen pasar dan kompetitor.

12. Framework P.E.S.O — Panduan Memetakan Media Digital

Untuk memahami peta media digital, digunakan kerangka PESO Framework:

  • P (Paid Media): iklan berbayar seperti Google Ads & Facebook Ads.
  • E (Earned Media): publisitas gratis dari media, blogger, atau liputan.
  • S (Shared Media): media sosial dan marketplace.
  • O (Owned Media): aset milik sendiri (website, landing page, database pelanggan).

Kuncinya: UMKM harus punya Owned Media agar tidak sepenuhnya bergantung pada algoritma platform.


13. Tantangan dan Kelemahan Digital Marketing

Di akhir sesi, Mas Elga juga mengingatkan beberapa kelemahan dunia digital:

  1. Citra palsu (alter ego): di dunia digital, citra bisa dimanipulasi.
  2. Overload informasi: terlalu banyak data justru membuat bingung.
  3. Fragmentasi platform: terlalu banyak kanal membuat sulit fokus.
  4. Keamanan data: risiko kebocoran dan penyalahgunaan data pelanggan.

Solusinya: gunakan platform resmi, kelola akun secara profesional, dan bangun reputasi digital yang jujur dan konsisten.


Closing Session: Sinergi, Eksperimen, dan Konsistensi

Coach Margetty menutup sesi dengan pesan reflektif:

“Digital marketing bukan tujuan akhir, tapi sarana untuk menguatkan nilai bisnis.
Jangan takut mencoba, gagal, lalu belajar lagi — karena literatur UMKM sedang kita tulis bersama.”

Mas Elga menambahkan:

“Kesempatan belajar seperti ini langka. Ambil ilmunya, praktekkan, dan terus adaptasi. Dunia digital tidak menunggu siapa pun.”

Jika Anda seorang pebisnis atau profesional yang ingin  menemukan potensi terbaik dan membangun Bisnis Anda menjadi lebih berkembang dari saat ini, silakan hubungi Master Coach Margetty Herwin, SBCF Admin WA 0822-4902-3902 Untuk mendapatkan sesi Business Diagnosis Gratis, dan mendapatkan info mengenai jadwal dan topik seminar kami, silakan contact via email ke: info.sbcf@gmail.com

Margetty Herwin is a Certified Master Coach of: Life Coach, Executive Coach, Business and Money Coach, NLP Coach, Time Line Therapy, Green Belt Six Sigma Coach, Master Trainer STRATEGYZER Business Model

Related Posts

10 Strategi Online Marketing Powerful yang Efisien Bagi UKM

Sudah dilihat: 25 oleh: Pak Syachrizal Wargakusuma (Kang Ucus) Penjabaran Almarhum saya tuliskan kembali di Blog ini untuk mengenang peran beliau dalam pendampingan UKM Naik Kelas, dan In Syaa Allah…

Read more

Tips dan Strategi Membangun Loyalitas Pelanggan

Sudah dilihat: 15 Source Summary: “Instant Loyalty Strategies” Brad Sugars Tujuan Pembahasan Artikel ini bertujuan membantu para pengusaha mengembangkan strategi loyalitas pelanggan yang efektif dan praktis. Brad Sugars menjelaskan secara detail…

Read more

Koneksi dengan Pelanggan: Kunci Utama Bertumbuhnya Bisnis Pemula (Bagian 02)

Sudah dilihat: 30 Koneksi dengan Pelanggan: Kunci Utama Bertumbuhnya Bisnis Pemula Ditulis oleh: Coach Margetty HerwinReferensi utama: Steve Mariotti, “The Young Entrepreneur’s Guide to Starting and Running a Business” Dari…

Read more

Membuat Perencanaan Bisnis Laundry Kiloan – Panduan Praktis untuk Pemula

Sudah dilihat: 127 Membuat Perencanaan Bisnis Laundry Kiloan: Panduan Praktis untuk Pemula Laundry kiloan menjadi salah satu peluang usaha yang terus tumbuh seiring meningkatnya gaya hidup praktis masyarakat urban. Terutama…

Read more

Leave a Reply