Mengembangkan Camilan Coklat Kurma Asal Garut – COKUSI
bersama narasumber Wulan Nur Aprilia (Pemilik Cokusi & Levara)
Topik Utama Pembicaraan dan Diskusi:
Talkshow ini membahas inovasi camilan sehat bernama COKUSI – perpaduan unik antara coklat, kurma premium, dan dodol buah sirsak, karya UMKM asal Garut, Jawa Barat.
Selain memproduksi camilan, usaha ini berkembang ke sektor hospitality dengan membuka Cokusi Adventures Café dan Levara (brand fashion kulit domba premium).
Diskusi difokuskan pada inovasi produk, pengembangan brand lokal, strategi pemasaran, hingga pemanfaatan customer experience dan digitalisasi.
Tantangan yang Dihadapi di Awal Memulai Usaha:
- Produk yang tidak umum dan belum dikenal pasar, yaitu kombinasi kurma, dodol, dan coklat.
- Tantangan mengenalkan rasa kurma kepada anak-anak (yang jadi inspirasi awal usaha).
- Keterbatasan pemasaran dan akses pasar hanya melalui titip di toko oleh-oleh dan minimarket lokal.
- Belum menguasai tools bisnis, sistem branding, dan digitalisasi di tahap awal.
- Masih mengandalkan proses produksi manual dan kemasan sederhana (alumunium diremas).
Strategi yang Dijalankan Setelah Ikuti Program Pendampingan Business Coach:
- Bergabung dalam program UMKM Level-Up Kominfo 2023, dan mendapatkan pembinaan dari Coach Margetty Herwin.
- Menerapkan tools coaching seperti Business Model Canvas, QPI (Key Performance Indicator), dan strategi pemasaran digital.
- Melakukan re-branding dan inovasi kemasan (menggunakan maskot dua anak & sealer pack).
- Membuka toko oleh-oleh sendiri dan mengembangkan lini bisnis Adventures Café serta fashion kulit Levara sebagai integrasi usaha.
- Mengembangkan ide gamifikasi “Cokusi Adventures” untuk memperkuat brand dan edukasi wisata Garut.
- Melakukan riset pasar dan menjaga orisinalitas rasa (varian original tetap unggulan).
Hasil yang Diraih Setelah Menjalankan Strategi Program Business Coaching:
- Mampu membangun brand lokal kuat dan berbeda dari ikon Garut yang umumnya dodol.
- Produk telah dikenal dan disukai di berbagai kalangan, termasuk anak-anak dan keluarga.
- Memiliki outlet offline di Sukaregang – Garut (Plaza Firenze) yang mengintegrasikan camilan, café, dan produk kulit.
- Tingkat keberlanjutan meningkat: usaha tidak hanya bertahan tapi juga berkembang ke lini usaha lain.
- Mulai merambah pasar luar daerah seperti Jogja dan Semarang, serta memiliki perlindungan HAKI sejak 2015.
- Dapat beasiswa dan pengalaman ke China untuk pengembangan F&B technology dan game edukatif.
Implementasi dan Ide Besar ke Depan yang Dapat Dilakukan:
- Launching game “Cokusi Adventures” sebagai platform edukatif interaktif bagi anak-anak dan wisatawan (September 2025).
- Penguatan ekosistem brand melalui integrasi kuliner, oleh-oleh, fashion, dan edukasi lokal.
- Ekspansi distribusi nasional dan peningkatan kualitas produksi (semi-otomatisasi).
- Pengembangan kemasan yang awet dan estetik agar dapat menjangkau pasar modern (shelf life 1 tahun).
- Membangun post center untuk manajemen produk digital & pemasaran online.
- Fokus pada pengalaman pelanggan (customer experience) agar loyalitas meningkat bukan hanya karena rasa, tapi juga cerita dan nilai lokal.
Pesan Narasumber dan Coach untuk Para Pengusaha yang Menyimak Diskusi Bisnis:
Pesan Bu Wulan Nur Aprilia:
“Bisnis ini adalah usaha keluarga yang ingin kami wariskan ke generasi berikutnya. Kami memulai dari niat sederhana – agar anak suka kurma – dan kini berkembang menjadi usaha terintegrasi. Semoga usaha ini tidak berhenti, hanya kiamat yang menghentikannya.”
Pesan Coach Margetty Herwin:
“Jangan hanya jual produk, tapi ciptakan pengalaman. Jadikan usaha kita tidak sekadar laku, tapi bisa sustainable. Bangun identitas, riset pasar, dan manfaatkan peluang yang tersembunyi di balik tantangan. Jangan tanggung-tanggung kalau sudah buka usaha!”
Poin Inspiratif Tambahan:
- Cokusi = Choklat + Kurma Isi Sirsak → camilan sehat yang menggabungkan cita rasa Timur Tengah dan lokal Garut.
- Nama varian “Kamemet” dari bahasa Sunda berarti “kesayangan” atau “menggemaskan”.
- Menggunakan strategi “marketing penasaran”: membuat orang coba, suka, dan bercerita.
- Packaging dan branding menggunakan pendekatan storytelling (karakter dua anak yang menjadi ikon produk).
Silakan Klik Link COKUSI di bawah ini:
Jika Anda seorang pebisnis atau profesional yang ingin menemukan potensi terbaik dan membangun Bisnis Anda menjadi lebih berkembang dari saat ini, silakan hubungi Master Coach Margetty Herwin, SBCF Admin WA 0822-4902-3902 Untuk mendapatkan sesi Business Diagnosis Gratis, dan mendapatkan info mengenai jadwal dan topik seminar kami, silakan contact via email ke: info.sbcf@gmail.com

