Sukses Bangun Pabrik KOPI di Lingkungan Pesantren DARUL MURSYID Tapanuli Selatan
Topik Utama Pembicaraan dan Diskusi:
Talkshow ini membahas tentang keberhasilan Pesantren Darul Mursyid (PDM) di Tapanuli Selatan dalam membangun pabrik kopi di dalam area pesantren sebagai bagian dari upaya pengembangan kewirausahaan dan pemanfaatan lahan yang produktif.
Dialog menghadirkan Direktur Pesantren, Drs. H. Yusri Lubis, bersama Coach Margetty Herwin (Coach Getty) yang mendampingi program transformasi koperasi pesantren menjadi unit bisnis modern.
Tantangan yang Dihadapi di Awal Memulai Usaha:
- Pesantren memiliki area hijau 2 hektar yang tidak boleh dibangun namun belum dimanfaatkan secara produktif.
- Penjualan awal hanya berupa biji kopi mentah (gabah) yang margin keuntungannya kecil.
- Tidak memiliki pengalaman bisnis kopi, baik dari segi produksi maupun pemasaran.
- Jarak geografis yang cukup jauh dan medan berat menuju lokasi pesantren di pegunungan Sipirok, Tapanuli Selatan.
Strategi yang Dijalankan setelah Ikuti Program Pendampingan Business Coach:
- Pendampingan oleh Coach Getty dalam rangkaian program transformasi koperasi tradisional menjadi koperasi modern dari Kementerian Koperasi.
- Pemetaan potensi lahan dan sumber daya sekitar untuk bisnis kopi.
- Pelatihan model bisnis, pengelolaan kualitas, pemasaran digital, dan SOP produksi dari hulu ke hilir.
- Membentuk struktur organisasi yang profesional dan terpisah antara tim pendidikan dan tim bisnis, termasuk adanya Direktur Bidang Pengembangan Usaha.
Hasil yang Diraih setelah Menjalankan Strategi Program Business Coaching:
- Terbangunnya Pabrik Kopi PDM dengan peralatan lengkap, sistem Quality Control ketat, dan teknologi sortir modern.
- Omzet tahunan seluruh unit usaha pesantren mencapai Rp 16 miliar, dengan kontribusi dari kopi sekitar Rp 6 miliar.
- Memiliki 12 hektar perkebunan kopi, 460 petani binaan, dan ekspor ke Swiss, Brunei, Thailand, dan Taiwan.
- Santri dilibatkan dalam hilir bisnis seperti proses roasting, house blend, hingga pemasaran digital.
- Beberapa alumni sudah membuka coffee shop sendiri dengan ilmu yang didapat dari pesantren.
Implementasi dan Ide Besar ke Depan yang Dapat Dilakukan:
- Ekspansi unit usaha baru di bidang perikanan, khususnya ikan mas yang menjadi kebutuhan adat lokal.
- Penguatan posisi sebagai inkubator bisnis berbasis pesantren, dengan pendekatan dari lingkungan sekitar untuk mengembangkan produk unggulan lainnya.
- Optimalisasi pelibatan alumni dan jaringan pesantren dalam pengembangan bisnis skala nasional maupun ekspor.
- Kolaborasi antar koperasi sekitar pesantren untuk pemberdayaan bersama melalui pelatihan berkelanjutan.
Pesan Nara Sumber dan Coach untuk Para Pengusaha yang Menyimak Diskusi Bisnis:
Coach Margetty:
“Bisnis tidak harus lahir dari latar belakang bisnis. Pendidikan pun bisa menjadi inkubator jika mampu membangun ekosistem dan struktur bisnis yang terpisah tapi saling mendukung. Bangun proses berkesinambungan dan manfaatkan sumber daya yang ada.”
Pak Yusri Lubis:
“Allah menciptakan manusia dan menempatkan mereka di tempat yang telah disiapkan rezekinya. Tugas kita adalah jeli melihat peluang dari lingkungan sekitar dan membangunnya dengan tanggung jawab.”
Poin Inspiratif Tambahan:
- Pesantren sebagai pusat pendidikan juga bisa menjadi pusat produktivitas ekonomi berbasis lokal.
- Keseimbangan antara fokus pendidikan dan pengembangan unit bisnis bisa dicapai dengan sistem manajemen yang profesional dan pembagian peran yang tepat.
- Strategi jangka panjang adalah menjadikan usaha sebagai mesin pendukung keberlangsungan pendidikan berkualitas.
Silakan Klik Link KOPI PDM di bawah ini:
Jika Anda seorang pebisnis atau profesional yang ingin menemukan potensi terbaik dan membangun Bisnis Anda menjadi lebih berkembang dari saat ini, silakan hubungi Master Coach Margetty Herwin, SBCF Admin WA 0822-4902-3902 Untuk mendapatkan sesi Business Diagnosis Gratis, dan mendapatkan info mengenai jadwal dan topik seminar kami, silakan contact via email ke: info.sbcf@gmail.com

