Sukses Kembangkan Resto Tradisional:
Strategi De Koeta Radja Membangun Bisnis Kuliner Aceh yang Bertumbuh dan Siap Ekspansi
Di tengah ketatnya persaingan bisnis kuliner di Indonesia, hanya sedikit restoran tradisional yang mampu bertahan, berkembang, dan bahkan bersiap membuka cabang dalam waktu relatif singkat.
Salah satu contoh inspiratif adalah De Koeta Radja, restoran khas Aceh yang berdiri pada tahun 2022 dan berhasil tumbuh menjadi destinasi kuliner favorit di wilayah Cinere dan sekitarnya.
Kisah perjalanan bisnis ini dibahas dalam program Energi Sukses Bisnis di RRI Pro-3, bersama Coach Margetty Herwin dan owner De Koeta Radja, Teuku Emir Rasyid.
Dari diskusi tersebut, kita bisa menarik banyak pelajaran penting tentang bagaimana membangun restoran tradisional yang tidak hanya otentik, tetapi juga modern, sistematis, dan scalable.
Artikel ini akan membahas secara mendalam:
- Strategi membangun restoran tradisional pasca pandemi
- Tantangan dan solusi dalam bisnis kuliner Aceh
- Rahasia menjaga konsistensi rasa
- Strategi segmentasi pasar restoran
- Sistem operasional sebelum ekspansi cabang
- Insight bisnis yang bisa diterapkan oleh UMKM kuliner
Artikel ini dirancang sebagai artikel SEO Ready dengan fokus pada keyword seperti:
Latar Belakang:
Dari Hospitality ke Pengusaha Resto Tradisional
Teuku Emir Rasyid bukanlah pebisnis restoran sejak awal. Ia memiliki latar belakang perhotelan dan pernah bekerja di industri hospitality sebelum akhirnya memutuskan untuk mundur saat pandemi.
Seperti banyak profesional lainnya, pandemi menjadi titik refleksi dan momentum perubahan. Alih-alih kembali ke dunia kerja, ia memilih mencoba sesuatu yang lebih dekat dengan identitasnya: kuliner Aceh.
Awalnya, niatnya sederhana. Ia hanya ingin menjual satu menu warisan keluarga secara online dari rumah. Menu tersebut mendapat respons positif dari teman dan kerabat.
Dari sinilah ide besar lahir.
Namun keputusan membuka restoran fisik bukan keputusan ringan. Apalagi di tahun 2022, ketika industri F&B baru saja bangkit dari hantaman pandemi.
Insight Penting:
“Banyak bisnis besar lahir bukan dari perencanaan panjang bertahun-tahun, melainkan dari eksperimen kecil yang konsisten dan respons pasar yang positif”
Mengapa Memilih Restoran Tradisional Aceh?
Pertanyaan penting yang muncul adalah:
Mengapa memilih restoran Aceh, bukan kafe modern, bukan konsep fusion, bukan franchise yang lebih “aman”?
Jawabannya sederhana namun kuat: Identitas dan diferensiasi.
Pasar kuliner Indonesia sangat luas, tetapi juga sangat padat. Jika membuka restoran yang “biasa saja”, maka akan tenggelam di antara ratusan kompetitor.
Namun dengan mengangkat:
- Masakan Aceh otentik
- Racikan bumbu khas
- Rasa rempah yang kuat
- Menu tradisional yang jarang ditemui
The Kuta Raja tidak perlu bersaing secara langsung dengan restoran generik.
Ini adalah strategi positioning yang sangat cerdas dalam bisnis kuliner.
Tantangan Awal Membuka Restoran Pasca Pandemi
Membuka restoran pada 2022 bukanlah hal yang mudah. Beberapa tantangan nyata yang dihadapi antara lain:
Lokasi Pernah Gagal
Lokasi yang dipilih sebelumnya pernah digunakan sebagai food court yang tidak laku. Artinya, secara historis lokasi tersebut tidak dianggap “menjanjikan”.
Namun inilah mentalitas pengusaha:
- Orang melihat kegagalan.
- Pengusaha melihat peluang yang belum dioptimalkan.
Risiko Modal
Restoran membutuhkan:
- Sewa tempat
- Renovasi
- Peralatan dapur
- Karyawan
- Stok bahan baku
Tanpa jaminan keberhasilan.
Membangun Basis Pelanggan
Di awal, pelanggan berasal dari komunitas Aceh dan teman-teman terdekat. Namun agar bertumbuh, restoran harus diterima oleh pasar yang lebih luas.
Strategi Kunci: Konsistensi Rasa sebagai Fondasi
Dalam bisnis kuliner, ada satu hal yang tidak boleh dikompromikan: rasa.
The Kuta Raja menjaga kualitas melalui:
- Meracik bumbu sendiri
- Standarisasi resep
- Training karyawan dapur
- Pengawasan langsung owner
Rempah-rempah diperoleh dari supplier terpercaya, sementara kopi dan teh langsung didatangkan dari Aceh.
Mengapa Konsistensi Rasa Penting?
Karena pelanggan akan kembali bukan karena dekorasi, tetapi karena rasa yang memuaskan.
Jika satu kali saja pelanggan kecewa, mereka bisa berpindah ke kompetitor dan tidak kembali lagi.
Strategi Segmentasi Pasar yang Cerdas
Salah satu keunggulan De Koeta Radja adalah kemampuan membaca segmen pasar.
Segmen Keluarga
- Menu tidak semuanya pedas
- Ada roti canai, roti manis
- Tempat nyaman untuk makan bersama
- Ruang VIP untuk gathering
Segmen Anak Muda
- Interior instagramable
- Buka hingga 23.30
- Cocok untuk nongkrong setelah olahraga
- Minuman khas Aceh
Dengan segmentasi waktu yang jelas:
- Jam magrib → keluarga
- Jam 21.00 ke atas → anak muda
Restoran tetap ramai sepanjang hari.
Konsep Tempat: Tradisional Bertemu Modern
Banyak restoran Aceh hanya fokus pada rasa, tetapi kurang memperhatikan ambience.
De Koeta Radja menggabungkan:
- Konsep lesehan khas Aceh
- Area duduk modern
- Tata ruang terbuka
- Desain yang fotogenik
Ini bukan sekadar estetika. Ini adalah strategi bisnis.
Karena di era digital:
- Orang makan bukan hanya untuk kenyang
- Tetapi untuk pengalaman
- Untuk foto
- Untuk dibagikan di media sosial
Sistem Sebelum Ekspansi: Jangan Buka Cabang Terlalu Cepat
Banyak bisnis kuliner gagal karena terlalu cepat membuka cabang tanpa sistem yang matang.
The Kuta Raja menunda ekspansi hingga:
- SOP jelas
- Administrasi rapi
- Standar rasa teruji
- Karyawan terlatih
- Logistik bahan baku terstruktur
Saat ini mereka memiliki 26 karyawan dan sedang merencanakan ekspansi ke beberapa lokasi strategis, termasuk rumah sakit dan kota lain.
Ini menunjukkan pola pikir jangka panjang.
Peran Hospitality dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan
Latar belakang perhotelan owner memberikan keunggulan tersendiri.
Pelayanan di restoran ini mengadopsi prinsip hospitality:
- Ramah
- Cepat
- Bersih
- Responsif
Karena dalam bisnis kuliner:
Pelayanan buruk bisa menghapus rasa enak.
Strategi Digital dan Online Channel
Selain dine-in, restoran ini juga aktif di:
- Platform delivery online
- Media sosial
- Komunitas lokal
Channel online menjadi penopang penting, terutama di area residensial seperti Cinere.
Peluang Bisnis Kuliner Tradisional di Indonesia
Indonesia memiliki kekayaan kuliner luar biasa:
- Aceh
- Padang
- Jawa
- Sunda
- Makassar
- Manado
Namun tidak semua diolah secara modern dan sistematis.
De Koeta Radja menunjukkan bahwa:
Kuliner tradisional bisa naik kelas, asalkan:
- Identitas jelas
- Sistem rapi
- Standar rasa dijaga
- Pelayanan profesional
- Strategi ekspansi terencana
Business Model Sederhana De Koeta Radja
Value Proposition:
Restoran Aceh otentik dengan sentuhan modern dan pelayanan hospitality.
Target Market:
Keluarga, komunitas Aceh, anak muda, pelanggan online.
Revenue Stream:
- Dine-in
- Delivery online
- Event & reservasi
- Potensi retail produk khas Aceh
Key Resources:
- Resep otentik
- Supplier rempah terpercaya
- Tim dapur terlatih
- Sistem operasional
Pelajaran Penting untuk UMKM Kuliner
Jika Anda ingin membuka restoran atau bisnis kuliner, pelajaran dari De Koeta Radja adalah:
- Jangan buka bisnis tanpa identitas.
- Jangan korbankan rasa demi margin.
- Bangun sistem sebelum buka cabang.
- Pelayanan adalah investasi jangka panjang.
- Segmentasi pasar harus jelas.
- Jangan ikut tren jika itu merusak positioning.
Strategi Bertahan di Tengah Persaingan Ketat
Industri F&B adalah industri dengan tingkat kegagalan tinggi.
Namun restoran yang:
- Memiliki diferensiasi kuat
- Tidak terjebak tren
- Fokus pada kualitas
- Membangun komunitas pelanggan
Akan memiliki daya tahan lebih kuat.
Kesimpulan:
Dari Restoran Lokal ke Potensi Brand Nasional
De Koeta Radja membuktikan bahwa:
Bisnis kuliner tradisional bisa berkembang menjadi brand yang kuat jika dikelola dengan mindset strategis.
Ini bukan sekadar tentang mie Aceh.
Ini tentang:
- Keberanian memulai
- Konsistensi menjaga kualitas
- Sistem sebelum ekspansi
- Identitas sebelum viral
Jika strategi ini terus dijaga, bukan tidak mungkin The Kuta Raja berkembang menjadi jaringan restoran Aceh berskala nasional.
Penutup
Bagi Anda yang sedang merintis bisnis kuliner atau ingin membuka restoran tradisional, kisah The Kuta Raja adalah bukti nyata bahwa:
Identitas + Konsistensi + Sistem = Pertumbuhan Berkelanjutan.
Kuliner tradisional bukan bisnis masa lalu.
Ia adalah masa depan — jika dikelola dengan strategi yang tepat.
Salam Sukses dan Bertumbuh 🚀
Silakan Klik Link DE KOETA RADJA di bawah ini:
Jika Anda seorang pebisnis atau profesional yang ingin menemukan potensi terbaik dan membangun Bisnis Anda menjadi lebih berkembang dari saat ini, silakan hubungi Master Coach Margetty Herwin, SBCF Admin WA 0822-4902-3902 Untuk mendapatkan sesi Business Diagnosis Gratis, dan mendapatkan info mengenai jadwal dan topik seminar kami, silakan contact via email ke: info.sbcf@gmail.com

