UNBUNDLING Business Model Strategy

Source: Strategyzer Academy

Salam Sukses Luar Biasa SMARTpreneur Indonesia,….

Apa Unbundling Business itu?

Unbundling Business adalah jenis bisnis yang sulit untuk disatukan dalam pengelolaannya, dan dapat menciptakan ketidak efisienan dalam menjalankannya karena memiliki fundamental yang berbeda..

Dalam pengelolaan sebuah bisnis yang efisien, para pelaku bisnis perlu memahami kondisi tersebut. Pemahaman terhadap hal tersebut akan memudahkan untuk menentukan arah bisnis yang akan dijalankan.

Pada kondisi masa lalu mungkin tidak terlalu mempengaruhi bisnis yang dijalankan, namun dengan bisnis saat ini yang menghadapi kondisi VUCA, Volatility (Ketidakjelasan), Uncertainty (Ketidakpastian), Complexity (Kerumitan), dan Ambiguity (Kerancuan), yang mengakibatkan ancaman dari musuh yang sulit untuk diprediksi, populer dengan sebutan era DISRUPTION, maka para pebisnis perlu lebih fokus dalam melihat apa yang akan dilakukan untuk GOALS bisnis ke depan.

Berdasarkan buku Alexander Osterwalder (Founder Strategyzer Academy), Business Model Generation ada 3 kategori fundamental bisnis UNBUNDLING, yaitu bisnis yang fokus utamanya di CUSTOMER RELATIONSHIP, PRODUCT INNOVATION, dan INFRASTRUCTURE. Tiga jenis bisnis ini memiliki tantangan Ekonomi, Kompetitif dan budaya yang berbeda.

 

Mari kita bahas satu persatu jenis bisnis tersebut:

1. Customer Relationship (Hubungan Pelanggan)

Jenis bisnis ini lebih mengutamakan operasional bisnisnya dengan menjaga hubungan pelanggan, memahami kebutuhan dan pelayanan yang dibutuhkan pelanggan, serta melakukan pembiayaan dan promosi yang cukup konsisten untuk terus meningkatkan jumlah pelanggan yang membeli produk dan jasa mereka.

Fokus bisnis yang dijaga adalah bagaimana dapat mencakup segmen pelanggan yang ditargetkan, kelancaran dari channel marketing, branding dan sales, yang terus menginformasikan produk dan value, serta menjaga konsistensi Customer Relationship strategi agar terus berjalan secara signifikan.

Bisnis ini menyerahkan pengembangan produk dan pemutakhiran system yang mereka gunakan kepada outsourcing company, sehingga mereka sangat fokus dalam peningkatan pelayanan kepada pelanggan dengan mengetahui secara cepat kebutuhan mereka.

2. Product Innovation (Innovasi Produk)

Jenis bisnis ini lebih mengutamakan pengembangan produk dengan skala bisnis yang lebih kecil dan lebih mengutamakan penyediaan tenaga ahli, kreatifitas, teknologi dan riset pengembangan.

Berdasarkan survey terhadap kebutuhan pelanggan, bisnis ini terus mengutamakan fokusnya kepada pengembangan dan pemutakhiran produk yang mereka buat. Bisnis jenis ini akan dipenuhi dengan para pakar dan teknisi yang handal dan terus melakukan pengembangan teknologi yang baru.

3. Infrastructure Company (Perusahaan Infrastruktur)

Jenis bisnis ini lebih mengutamakan kepada supporting bisnis inti dalam hal perawatan, penyediaan peralatan pabrik, pengembangan peralatan penunjang produksi dan berhubungan dengan beberapa perusahaan yang membutuhkan peralatan dan supporting yang sama sebagai pelanggannya.

Bisnis ini lebih mengutamakan kepada penyediaan peralatan kerja yang menunjang bisnis inti menjalankan kelancaran bisnisnya.

Dari 3 Unbundling bisnis tersebut di atas, prinsip Economic sharing dan berkolaborasi untuk berkembang secara bersama jadi mudah untuk dilakukan, karena saling bersinergi dengan saling melengkapi. Coba Anda analisa jika bisnis yang saat ini dimiliki melakukan ketiga hal tersebut, maka Anda memerlukan konsentrasi menjalankan dan mengembangkan bisnis dengan dana dan investasi yang besar, dimana akan menyulitkan Anda untuk menang dalam persaingan dalam era DISRUPTION ini.

Demikian penjabaran dari saya dengan pendekatan Business Model yang berbeda yang telah membantu banyak pebisnis klien saya tumbuh 1000-an persen walaupun sebagian bisnis yang lain mengalami kondisi VUCA.

Jika Anda seorang pebisnis atau profesional yang ingin  menemukan potensi terbaik dan membangun Bisnis Anda menjadi lebih berkembang dari saat ini, silakan hubungi Master Coach Margetty Herwin, SBCF Admin WA 0822-4902-3902 Untuk mendapatkan sesi Business Diagnosis Gratis, dan mendapatkan info mengenai jadwal dan topik seminar kami, silakan contact via email ke: info.sbcf@gmail.com

Margetty Herwin is a Certified Master Coach of: Life Coach, Executive Coach, Business and Money Coach, NLP Coach, Time Line Therapy, Green Belt Six Sigma Coach, Master Trainer STRATEGYZER Business Model

Related Posts

Memahami PPIC (Production Planning Inventory Control) Kunci Produksi Efisien untuk UMKM

Sudah dilihat: 38 Memahami PPIC: Kunci Produksi Efisien untuk UMKM Apa Itu PPIC dan Mengapa Penting PPIC adalah singkatan dari Production Planning and Inventory Control, atau dalam bahasa Indonesia berarti…

Read more

Pilihan Strategi Insentif dan Bonus untuk Karyawan

Sudah dilihat: 37 Meningkatkan Semangat Kerja Melalui Program Insentif & Bonus untuk Penghargaan yang Tepat Menerapkan program bonus atau penghargaan yang tepat merupakan strategi efektif untuk meningkatkan motivasi dan kinerja…

Read more

Investasi Soft Skill Karyawan Kunci Penting Daya Saing Bisnis di Era Modern

Sudah dilihat: 32 Mengapa Investasi pada Soft Skill Karyawan Menjadi Kunci Daya Saing Bisnis di Era Modern? Di tengah ketidakpastian ekonomi, meningkatnya persaingan global, serta perubahan cepat dalam lanskap industri,…

Read more

6 Tahapan Membangun Bisnis Terstruktur (Bagian 06)

Sudah dilihat: 21 Bagian 06 Results: Menghasilkan Hasil Nyata dari Bisnis yang Tersistem dan Terukur Bagian Results merupakan puncak dari proses coaching bisnis ala Bradley Sugars. Setelah membangun fondasi melalui…

Read more

Leave a Reply