CAITLYN TOYS Produsen Boneka Rumahan yang Tembus Pasar Dunia

Dari Usaha Rumahan Menjadi Produsen Boneka Ekspor:
Perjalanan Caitlyn Toys Menembus Pasar Global

Banyak pelaku UMKM masih berpikir bahwa pasar ekspor hanya dapat dimasuki oleh perusahaan besar yang mempunyai pabrik modern, modal besar, dan jaringan internasional yang luas. Perjalanan Caitlyn Toys membuktikan bahwa anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar.

Berawal dari usaha rumahan dengan jumlah mesin dan tenaga kerja yang terbatas, Caitlyn Toys berhasil bertumbuh menjadi produsen boneka yang memasok pasar internasional. Produk-produknya telah dikirim ke berbagai negara, seperti Malaysia, Singapura, Australia, Jepang, dan Amerika Serikat.

Kisah perjalanan bisnis ini dibagikan oleh Andri, pemilik Caitlyn Toys, bersama Coach Margetty Herwin, Master Coach dan Founder Smart Business Coaching Firm, dalam program talkshow bisnis di RRI Pro 3.

Perjalanan Caitlyn Toys memberikan pelajaran penting bahwa keberhasilan ekspor tidak terjadi secara instan. Dibutuhkan waktu, keberanian belajar, kemampuan menghadapi penolakan, perbaikan kualitas, pembangunan sistem, dan konsistensi menjalankan strategi bisnis.


Profil Singkat Perjalanan Caitlyn Toys

Caitlyn Toys mulai menjalankan usaha pada tahun 2007. Pada tahap awal, usaha ini memiliki sekitar tujuh mesin dengan jumlah tenaga kerja kurang lebih 20 orang. Produksi yang diterima pun masih terbatas, sekitar 50 sampai 100 buah boneka dalam satu pesanan.

Pada tahun 2008, Caitlyn Toys mulai mengikuti proses pendampingan business coaching bersama Coach Margetty Herwin. Proses pendampingan tersebut berlangsung secara bertahap selama kurang lebih delapan tahun.

Setelah melalui enam tahun perjalanan bisnis, Caitlyn Toys mulai memasuki pasar ekspor pada tahun 2013. Pada tahun 2016, ketika program coaching berakhir, aktivitas ekspor perusahaan telah berjalan secara rutin.

Dari usaha rumahan yang awalnya hanya didukung oleh beberapa orang di bagian jahit, potong, finishing, dan packing, Caitlyn Toys kemudian berkembang dengan jumlah tenaga kerja yang mencapai ratusan orang.

Perjalanan ini memperlihatkan bahwa pertumbuhan bisnis bukanlah satu lompatan besar, melainkan rangkaian perbaikan kecil yang dilakukan secara konsisten.


1. Topik Utama Pembicaraan dan Diskusi

Topik utama dalam talkshow ini adalah bagaimana sebuah industri rumahan dapat naik kelas dan menembus pasar ekspor.

Caitlyn Toys menjadi contoh nyata bahwa keterbatasan pada awal usaha bukanlah penghalang utama. Hambatan terbesar justru sering muncul ketika pemilik usaha tidak mempunyai visi pertumbuhan, tidak membangun standar produk, tidak memiliki sistem kerja, dan tidak bersedia terus belajar.

Menurut Coach Margetty Herwin, industri rumahan pada umumnya menghadapi tiga keterbatasan utama, yaitu modal yang belum besar, kapasitas produksi yang terbatas, dan pasar yang belum luas. Kondisi tersebut juga dialami Caitlyn Toys ketika pertama kali menjalankan usaha.

Namun, keterbatasan itu dihadapi dengan konsistensi, kemauan belajar, kemampuan membangun jaringan, dan keberanian mengambil peluang baru.

Peluang ekspor pertama Caitlyn Toys datang melalui relasi. Seorang teman yang sedang mencari produk tekstil kemudian menanyakan produsen boneka. Dari perkenalan tersebut, terbuka peluang untuk memperkenalkan produk Caitlyn Toys kepada calon pembeli dari luar negeri.

Pertemuan dengan calon buyer juga terjadi melalui pameran atau exhibition. Buyer pertama dari Malaysia melihat produk secara langsung, mengunjungi tempat produksi, memeriksa kualitas, dan akhirnya memberikan kepercayaan untuk memulai kerja sama.

Dari sini terlihat bahwa ekspor tidak selalu dimulai dengan strategi pemasaran internasional yang rumit. Kesempatan dapat datang dari relasi, pameran, komunitas, kementerian, lembaga pendamping UMKM, maupun kolaborasi dengan pengusaha lain.

Namun, peluang hanya akan berubah menjadi transaksi apabila produk memiliki kualitas yang dapat dipercaya.


2. Tantangan yang Dihadapi di Awal Memulai Usaha

Memulai dengan sumber daya terbatas

Ketika memulai usaha, Caitlyn Toys belum mempunyai fasilitas produksi yang besar. Jumlah mesin terbatas, tenaga kerja belum banyak, kapasitas produksi masih kecil, dan modal kerja harus dikelola dengan sangat hati-hati.

Bahkan pada awal perjalanan, usaha ini sempat dijalankan bersama teman. Namun, dalam prosesnya, Andri harus melanjutkan dan mengelola bisnis tersebut dengan kemampuan serta sumber daya yang tersedia.

Tantangan pertama bukan hanya menjual produk, tetapi memastikan bahwa usaha tetap berjalan meskipun sistem, fasilitas, dan struktur organisasi belum terbentuk dengan baik.

Menjaga konsistensi kualitas

Boneka terlihat sebagai produk yang sederhana, tetapi proses pembuatannya membutuhkan tingkat ketelitian tinggi.

Menjahit bagian-bagian boneka yang kecil berbeda dengan menjahit pakaian atau produk garmen berukuran besar. Tidak semua tenaga penjahit garmen dapat langsung menjahit boneka. Dibutuhkan keterampilan dalam mengikuti pola, menjaga kerapian, mempertahankan ukuran, dan memastikan setiap produk mempunyai bentuk yang konsisten.

Selain proses menjahit, bahan baku juga menjadi bagian penting. Boneka merupakan produk yang banyak digunakan oleh anak-anak, sehingga bahan yang digunakan harus aman, bersih, dan memenuhi persyaratan tertentu.

Menghadapi penolakan dan produk reject

Salah satu pengalaman paling penting yang dialami Caitlyn Toys adalah ketika ditemukan jarum yang tertinggal di dalam boneka.

Kesalahan tersebut menyebabkan produk ditolak. Untuk produk anak-anak, keberadaan logam atau benda tajam merupakan risiko keselamatan yang tidak dapat ditoleransi.

Pengalaman itu menjadi titik penting dalam perbaikan sistem quality control. Caitlyn Toys kemudian menggunakan alat pendeteksi logam untuk memeriksa setiap boneka sebelum masuk ke proses packing.

Pelajaran yang dapat diambil adalah bahwa komplain atau penolakan buyer tidak selalu menjadi akhir dari bisnis. Penolakan dapat menjadi sumber informasi untuk memperbaiki proses dan mencegah masalah yang sama terjadi kembali.

Mengelola keterbatasan modal

Ketika menerima pesanan ekspor, kebutuhan modal kerja dapat meningkat secara signifikan. Perusahaan harus membeli bahan baku, membayar tenaga kerja, menjalankan produksi, melakukan pengepakan, dan menanggung biaya pengiriman sebelum pembayaran diterima seluruhnya.

Pada tahap awal, Caitlyn Toys mengelola kondisi tersebut dengan melakukan negosiasi kepada buyer, termasuk meminta down payment dan menyepakati pengiriman secara bertahap.

Pesanan ekspor tidak langsung dilakukan dalam jumlah satu kontainer penuh. Kapasitas ditingkatkan secara perlahan sambil membangun pengalaman, kepercayaan, dan kemampuan produksi.


3. Strategi Setelah Mengikuti Program Pendampingan Business Coach

Membangun struktur dan pembagian pekerjaan

Salah satu fokus pendampingan business coaching adalah membantu pemilik usaha membangun struktur kerja.

Pada usaha rumahan, pemilik sering mengerjakan hampir seluruh aktivitas sendiri. Pemilik menerima pesanan, mengatur produksi, membeli bahan, mengontrol tenaga kerja, memeriksa kualitas, dan berkomunikasi dengan pelanggan.

Pola tersebut mungkin masih dapat dilakukan ketika bisnis kecil. Namun, ketika jumlah pesanan meningkat, bisnis membutuhkan struktur yang lebih jelas.

Caitlyn Toys mulai membagi pekerjaan ke dalam beberapa proses, seperti:

  • pembuatan desain dan pola;
  • pemotongan bahan;
  • penjahitan;
  • pengisian dakron silikon;
  • finishing;
  • quality control;
  • pemeriksaan metal detector;
  • packing dan pengiriman.

Dengan pembagian tersebut, setiap orang mempunyai tanggung jawab yang lebih terarah dan hasil pekerjaan dapat dikontrol.

Membuat SOP dan standar antarproses

Setiap tahapan produksi perlu mempunyai standar yang jelas. Standar tersebut tidak hanya menentukan hasil akhir, tetapi juga mengatur kualitas perpindahan pekerjaan dari satu proses ke proses berikutnya.

Sebagai contoh, bahan yang telah dipotong harus memenuhi ukuran tertentu sebelum diserahkan kepada bagian jahit. Hasil jahitan harus diperiksa sebelum memasuki proses pengisian. Produk yang telah selesai harus melewati quality control dan pemeriksaan logam sebelum dikemas.

Sistem seperti ini membuat perusahaan tidak hanya bergantung pada kemampuan satu orang. Kualitas dijaga melalui proses yang dapat dipelajari, dikontrol, dan diukur.

Meningkatkan kompetensi tenaga kerja

Karena menjahit boneka membutuhkan keterampilan khusus, pengembangan kemampuan tenaga kerja menjadi bagian penting dalam pertumbuhan Caitlyn Toys.

Perusahaan tidak cukup hanya menambah jumlah pekerja. Setiap pekerja harus memahami standar kualitas, ukuran, kerapian, keamanan, dan target produksi.

Kapasitas produksi yang besar tanpa kompetensi dan pengawasan justru dapat meningkatkan risiko produk cacat.

Mengelola tenaga kerja tetap dan borongan

Caitlyn Toys menggunakan kombinasi tenaga kerja yang digaji secara tetap dan tenaga kerja yang dibayar berdasarkan sistem borongan.

Tenaga kerja tetap digunakan untuk pekerjaan yang bersifat rutin dan membutuhkan kesinambungan. Sementara itu, sistem borongan dapat digunakan untuk pekerjaan tertentu yang volumenya berubah mengikuti jumlah pesanan.

Strategi ini membantu perusahaan melakukan efisiensi tanpa mengorbankan kualitas. Namun, standar pekerjaan tetap harus sama, baik pekerjaan dilakukan oleh tenaga tetap maupun tenaga borongan.

Menyeimbangkan arus kas

Coach Margetty Herwin menekankan pentingnya memahami sumber pendapatan harian, mingguan, dan bulanan.

Apabila seluruh pendapatan baru diterima setiap bulan, sedangkan perusahaan harus membayar tenaga kerja dan operasional setiap hari, bisnis akan menghadapi tekanan modal kerja.

Karena itu, pemilik usaha perlu mempercepat perputaran modal. Modal tidak hanya dilihat dari jumlahnya, tetapi juga dari berapa kali modal tersebut dapat berputar dalam satu bulan.

Negosiasi pembayaran di muka, termin pembayaran, jadwal produksi, dan pengiriman bertahap menjadi bagian penting dalam menjaga arus kas perusahaan.

Mengikuti sertifikasi dan audit

Untuk memasuki pasar global, Caitlyn Toys mengikuti sertifikasi ICTI yang berkaitan dengan industri mainan.

Audit dilakukan secara berkala, termasuk pemeriksaan terhadap sistem ketenagakerjaan, pembayaran upah, pembayaran lembur, kondisi fasilitas, keselamatan kerja, dan jalur evakuasi.

Hal tersebut menunjukkan bahwa buyer internasional tidak hanya menilai produk akhir. Mereka juga dapat menilai bagaimana sebuah produk dibuat, bagaimana pekerja diperlakukan, serta bagaimana perusahaan menjalankan aspek keselamatan dan kepatuhan.


4. Hasil yang Diraih Setelah Menjalankan Strategi Business Coaching

Berhasil memasuki pasar ekspor

Caitlyn Toys mulai melakukan ekspor pada tahun 2013. Pasar internasional yang dilayani antara lain Malaysia, Singapura, Australia, Jepang, dan Amerika Serikat.

Amerika Serikat menjadi salah satu pasar ekspor terbesar perusahaan.

Keberhasilan ini tidak datang karena perusahaan langsung mempunyai fasilitas besar. Kepercayaan buyer dibangun melalui kualitas produk, kemampuan memenuhi pesanan, konsistensi produksi, dan perbaikan sistem.

Pertumbuhan jumlah tenaga kerja

Pada awal perjalanan, Caitlyn Toys hanya mempunyai puluhan tenaga kerja. Setelah bisnis berkembang, jumlah karyawan meningkat hingga mencapai ratusan orang.

Pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa perkembangan UMKM tidak hanya memberikan keuntungan kepada pemilik usaha, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat di sekitarnya.

Peralihan dari usaha rumahan menuju fasilitas produksi yang lebih besar

Caitlyn Toys tidak lagi sepenuhnya menjalankan produksi dalam skala rumahan. Peningkatan permintaan, jumlah tenaga kerja, kebutuhan mesin, standar keamanan, dan kapasitas produksi mendorong perusahaan untuk mengembangkan fasilitas yang lebih besar.

Proses ini dilakukan secara bertahap mengikuti pertumbuhan pesanan dan kemampuan perusahaan.

Bisnis tetap bertumbuh setelah program coaching selesai

Salah satu hasil terpenting dari program business coaching adalah kemampuan pemilik usaha menjalankan metode dan sistem secara mandiri.

Program coaching Caitlyn Toys berakhir pada tahun 2016. Namun, bisnis tetap berjalan dan bertumbuh setelah pendampingan selesai.

Hal ini menunjukkan bahwa keberhasilan coaching bukan diukur dari ketergantungan klien kepada coach. Keberhasilan coaching terlihat ketika pemilik usaha mampu memahami, menerapkan, mengembangkan, dan menjaga sistem bisnis secara konsisten.

“Bisnis tumbuh bukan hanya karena ada coach, tetapi karena metodologi yang dipelajari benar-benar dijalankan oleh pemilik bisnis.”


5. Implementasi dan Ide Besar ke Depan

Mengembangkan kembali pasar lokal

Selama beberapa tahun, Caitlyn Toys lebih banyak berfokus pada pasar ekspor. Ke depan, perusahaan melihat peluang untuk kembali memperkuat pasar domestik.

Indonesia mempunyai jumlah penduduk yang besar, pertumbuhan industri kreatif, kebutuhan merchandise, pasar edukasi, industri hiburan, komunitas, perusahaan, serta berbagai brand yang membutuhkan produk boneka dan soft toys.

Pasar lokal dapat dikembangkan melalui model B2B dengan menawarkan produk kepada:

  • perusahaan yang membutuhkan merchandise;
  • brand yang mempunyai karakter atau maskot;
  • sekolah dan lembaga pendidikan;
  • taman bermain dan industri hiburan;
  • hotel, restoran, dan perusahaan pariwisata;
  • komunitas;
  • penyelenggara acara;
  • marketplace dan jaringan retail.

Pengembangan pasar lokal juga dapat mengurangi ketergantungan terhadap satu negara atau satu kelompok buyer.

Mengembangkan produk berdasarkan tren pasar

Dalam industri mainan, tren dapat berubah dengan cepat. Karakter, bentuk, ukuran, warna, dan tema yang diminati konsumen dapat berubah mengikuti film, musik, media sosial, budaya populer, dan perkembangan gaya hidup.

Caitlyn Toys memilih untuk terus memperhatikan produk yang sedang diminati pasar.

Namun, mengikuti tren perlu disertai dengan riset. Perusahaan harus memahami masalah konsumen, kebutuhan buyer, target pengguna, kemampuan produksi, keamanan produk, serta potensi keberlanjutan permintaan.

Memperkuat kemampuan desain

Kemampuan membuat desain dan pola menjadi salah satu keunggulan penting Caitlyn Toys.

Buyer internasional tidak selalu membeli produk yang sudah tersedia. Mereka dapat memberikan desain atau meminta produsen membuat produk sesuai dengan karakter, spesifikasi, ukuran, dan standar tertentu.

Dengan memiliki tenaga desain dan pembuat pola yang kompeten, Caitlyn Toys dapat memberikan layanan custom product dan tidak hanya bersaing berdasarkan harga.

Memperluas jaringan dan kolaborasi

Untuk memasuki pasar global, UMKM dapat membangun hubungan dengan:

  • Kementerian Perdagangan;
  • Kementerian Perindustrian;
  • kementerian atau lembaga yang mendampingi UMKM dan koperasi;
  • asosiasi eksportir;
  • komunitas bisnis;
  • penyelenggara pameran;
  • agregator ekspor;
  • perusahaan logistik;
  • bank dan lembaga pembiayaan;
  • pelaku usaha yang sudah berpengalaman melakukan ekspor.

Networking bukan sekadar mengumpulkan kontak. Networking harus menghasilkan pertukaran informasi, pembelajaran, kolaborasi, akses pasar, dan kesempatan bisnis.


Pesan Narasumber dan Coach untuk Para Pengusaha

Andri menyampaikan bahwa menjalankan bisnis selalu penuh tantangan. Hampir setiap hari dapat muncul persoalan baru, mulai dari produksi, tenaga kerja, bahan baku, kualitas, modal, hingga permintaan buyer.

Namun, tantangan tersebut justru membuat perjalanan bisnis tetap menarik. Pemilik usaha harus terbiasa mencari solusi dan tidak mudah berhenti ketika menghadapi penolakan.

Sementara itu, Coach Margetty Herwin menekankan beberapa pesan penting bagi para pengusaha.

Miliki impian yang besar

Keberanian memasuki pasar global dimulai dari tujuan.

Apabila pemilik usaha tidak pernah mempunyai keinginan untuk bertumbuh, ia tidak akan mencari informasi, membangun jaringan, mengikuti pameran, memperbaiki produk, atau mempersiapkan standar ekspor.

Impian besar memberikan arah bagi pemilik usaha untuk menentukan apa yang harus dipelajari dan diperbaiki.

Jangan berhenti belajar

Salah satu penyebab usaha rumahan tidak berkembang adalah karena pemilik merasa cukup dengan kondisi saat ini dan tidak bersedia mempelajari cara kerja yang lebih baik.

Bisnis membutuhkan pembelajaran berkelanjutan, baik dalam bidang produksi, keuangan, pemasaran, kepemimpinan, teknologi, maupun pengembangan pasar.

Bangun standardisasi

Produk yang bagus sekali belum tentu menghasilkan bisnis yang bagus. Bisnis membutuhkan kemampuan menghasilkan produk berkualitas secara berulang dan konsisten.

Standardisasi membuat kualitas tidak bergantung pada suasana hati, kebiasaan, atau kemampuan satu orang.

Dengarkan penilaian pasar

Pemilik usaha harus terus melihat bagaimana pasar menilai produknya.

Komplain, penolakan, permintaan perubahan, dan evaluasi buyer merupakan sumber informasi penting. Pasar akan menunjukkan apakah produk masih relevan, aman, berkualitas, dan mempunyai nilai yang dibutuhkan pelanggan.

Berikan manfaat kepada lingkungan sekitar

Pertumbuhan bisnis seharusnya tidak hanya menghasilkan keuntungan bagi pemilik.

Bisnis yang bertumbuh dapat membuka lapangan kerja, meningkatkan keterampilan masyarakat, menggerakkan pemasok lokal, dan memberikan kesempatan kepada UMKM lain di sekitarnya.

“Prinsip utama dalam membangun bisnis adalah memberikan manfaat sebanyak-banyaknya bagi lingkungan sekitar, memiliki impian besar untuk terus bertumbuh, dan selalu melihat bagaimana pasar menilai produk kita.”


Pelajaran Penting bagi UMKM yang Ingin Naik Kelas

Kisah Caitlyn Toys memberikan beberapa pelajaran yang dapat segera diimplementasikan oleh pelaku UMKM.

Pertama, mulailah dari kemampuan yang tersedia, tetapi jangan membatasi visi bisnis berdasarkan kondisi hari ini.

Kedua, petakan seluruh proses kerja dari bahan baku sampai produk diterima pelanggan. Tentukan standar pada setiap tahapan.

Ketiga, perbaiki kualitas sebelum meningkatkan kapasitas. Produksi yang besar tanpa quality control hanya akan memperbesar risiko kerugian.

Keempat, pisahkan antara keuntungan dan kebutuhan modal kerja. Buat proyeksi arus kas sebelum menerima pesanan besar.

Kelima, jangan menerima persyaratan pembayaran yang berisiko tanpa perlindungan yang jelas. Pastikan terdapat kontrak, uang muka, termin pembayaran, atau jaminan transaksi yang memadai.

Keenam, bangun tenaga kerja yang kompeten. Pertumbuhan bisnis harus disertai pengembangan kemampuan tim.

Ketujuh, manfaatkan pameran, networking, komunitas, program pemerintah, dan kolaborasi sebagai jalan untuk memperluas pasar.

Kedelapan, jadikan komplain dan penolakan sebagai dasar perbaikan sistem, bukan alasan untuk berhenti.


Penutup

Caitlyn Toys membuktikan bahwa bisnis rumahan dapat berkembang menjadi produsen yang dipercaya pasar internasional.

Perjalanan tersebut membutuhkan waktu sekitar enam tahun sejak usaha dimulai hingga berhasil memasuki pasar ekspor. Di dalamnya terdapat proses membangun kualitas, memperbaiki kesalahan, mengembangkan tenaga kerja, mengelola modal, mengikuti sertifikasi, memperluas jaringan, dan membangun sistem bisnis.

Tidak semua UMKM harus langsung melakukan ekspor. Pasar Indonesia pun masih sangat luas. Namun, setiap pelaku usaha perlu mempunyai keberanian untuk meningkatkan standar bisnisnya.

Naik kelas bukan hanya tentang berpindah dari rumah ke pabrik atau meningkatkan jumlah produksi. Naik kelas berarti mengubah usaha yang bergantung kepada pemilik menjadi organisasi yang mempunyai struktur, sistem, standar, tim, ukuran kinerja, serta kemampuan memberikan manfaat secara berkelanjutan.

Caitlyn Toys telah menunjukkan bahwa bisnis besar dapat dimulai dari tempat yang kecil, selama pemiliknya mempunyai impian, konsistensi, kemauan belajar, dan keberanian untuk terus memperbaiki diri.

Silakan Klik Link CAITLIN TOYS di bawah ini:

Jika Anda seorang pebisnis atau profesional yang ingin  menemukan potensi terbaik dan membangun Bisnis Anda menjadi lebih berkembang dari saat ini, silakan hubungi Master Coach Margetty Herwin, SBCF Admin WA 0822-4902-3902 Untuk mendapatkan sesi Business Diagnosis Gratis, dan mendapatkan info mengenai jadwal dan topik seminar kami, silakan contact via email ke: info.sbcf@gmail.com

Margetty Herwin is a Certified Master Coach of: Life Coach, Executive Coach, Business and Money Coach, NLP Coach, Time Line Therapy, Green Belt Six Sigma Coach, Master Trainer STRATEGYZER Business Model

Related Posts

MEETA FAUZAN Fashion Designer Kelas Dunia Mulai dari Rumahan

Sudah dilihat: 15 Meeta Fauzan: Dari Menerima Jahitan di Rumah hingga Menjadi Fashion Designer Kelas Dunia Belajar dari perjalanan membangun bisnis fashion melalui konsistensi, diferensiasi produk, pembelajaran berkelanjutan, networking, dan…

Read more

RISOLES ADE DIAN – Usaha Rumahan Laris dan Terbitkan Buku

Sudah dilihat: 18 RISOLES ADE DIAN – Usaha Rumahan Laris, Viral, dan Terbitkan Buku Bisnis Kuliner 1. Topik Utama Pembicaraan dan Diskusi Talkshow ini membahas perjalanan bisnis Risoles Ade Dian,…

Read more

BARECA MEDIA Ciptakan Pengusaha Roti-Kue Handal Kelas Dunia

Sudah dilihat: 12 Bareca Media – Ciptakan Pengusaha Roti dan Kue Handal Kelas Dunia Narasumber: Petrus Gandamana – Pendiri & Pengajar Bareca Media Program: Talkshow Energi Sukses Bisnis – RRI…

Read more

DELISHA BAKES – Usaha Bakery Rumahan Sukses Bertumbuh

Sudah dilihat: 35 Delisha Bakes: Perjalanan Membangun Usaha Bakery Rumahan Menjadi Brand yang Bertumbuh dan Inspiratif Dari Dapur Rumah Menjadi Peluang Bisnis yang Menjanjikan Di tengah persaingan bisnis bakery &…

Read more

Leave a Reply