MEETA FAUZAN Fashion Designer Kelas Dunia Mulai dari Rumahan

Meeta Fauzan: Dari Menerima Jahitan di Rumah hingga Menjadi Fashion Designer Kelas Dunia

Belajar dari perjalanan membangun bisnis fashion melalui konsistensi, diferensiasi produk, pembelajaran berkelanjutan, networking, dan pendampingan business coaching.

Banyak bisnis besar tidak selalu dimulai dari kantor yang mewah, modal yang besar, atau tim yang lengkap. Sebagian justru tumbuh dari rumah, berawal dari keterampilan sederhana, pesanan kecil, dan keberanian untuk terus belajar.

Perjalanan tersebut tergambar dalam kisah Meta Fauzan, seorang fashion designer asal Bandung yang mengawali usahanya dengan menerima jahitan dari rumah. Melalui proses panjang, pembelajaran yang konsisten, penguatan jaringan, serta pendampingan bisnis, karya Meta kemudian dikenal di berbagai kota di Indonesia dan diperkenalkan melalui pameran serta fashion show di sejumlah negara.

Kisah ini disampaikan dalam Talkshow Energi Sukses Bisnis RRI Pro 3 episode ke-93, bersama Coach Margetty Herwin dan host Lukman. Pembahasannya memperlihatkan bahwa keberhasilan Meta bukanlah hasil dari proses instan, melainkan buah dari keberanian mengubah keterampilan menjadi bisnis yang memiliki visi, sistem, karakter, dan dampak sosial.


Topik Utama Pembicaraan dan Diskusi

Membangun bisnis fashion kelas dunia dari rumah

Perjalanan Meta Fauzan di dunia fashion tidak langsung dimulai dengan posisi sebagai seorang desainer. Pada tahap awal, ia menerima pekerjaan jahitan dari rumah. Aktivitas tersebut menjadi pintu masuk untuk mengenal lebih dalam mengenai bahan, pola, teknik menjahit, kebutuhan pelanggan, dan perkembangan dunia mode.

Seiring berjalannya waktu, Meta mulai bergabung dengan komunitas dan asosiasi perancang busana di Jawa Barat, termasuk lingkungan perancang busana muslim. Keikutsertaan dalam asosiasi membuka kesempatan untuk memperluas jaringan, bertemu dengan pelaku industri, mengikuti pameran, dan mendapatkan akses terhadap berbagai peluang pengembangan usaha.

Perjalanan Meta memperlihatkan bahwa seseorang tidak harus menunggu memiliki studio besar untuk mulai membangun brand. Rumah dapat menjadi tempat lahirnya gagasan, proses produksi, pembelajaran, dan pengembangan bisnis.

Karya Meta kemudian menjangkau pelanggan di berbagai kota besar Indonesia, seperti Jakarta, Surabaya, Makassar, Palembang, dan Bogor. Produknya juga telah diperkenalkan melalui pameran maupun fashion show di Malaysia, Singapura, Melbourne, Amsterdam, dan Paris.

Pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa skala tempat memulai usaha tidak menentukan seberapa jauh bisnis dapat berkembang. Hal yang lebih menentukan adalah visi pemilik, kualitas karya, konsistensi, serta kemauan untuk terus meningkatkan kapasitas diri dan bisnisnya.


Tantangan yang Dihadapi di Awal Memulai Usaha

Dari usaha jahitan tanpa konsep menuju brand yang memiliki identitas

Pada masa awal menjalankan usaha, Meta mengakui bahwa koleksi yang dibuatnya belum mempunyai konsep yang benar-benar matang. Produk terkadang dibuat berdasarkan bahan yang ditemukan atau berdasarkan inspirasi sesaat, tanpa diawali riset yang mendalam.

Situasi seperti ini umum terjadi pada bisnis kreatif. Pemilik usaha memiliki keterampilan menghasilkan produk, tetapi belum tentu memahami bagaimana membangun koleksi, menentukan positioning, memilih pasar, dan menciptakan nilai pembeda.

Beberapa tantangan yang dihadapi dalam perjalanan bisnisnya antara lain:

Belum memiliki arah bisnis yang terukur

Bisnis pada awalnya lebih banyak dijalankan mengikuti pesanan yang datang. Tanpa target jangka panjang, pemilik usaha cenderung berfokus menyelesaikan pekerjaan hari ini, tetapi belum memiliki gambaran mengenai posisi bisnis yang ingin dicapai beberapa tahun ke depan.

Koleksi belum memiliki konsep yang kuat

Membuat produk fashion bukan sekadar membeli kain, menjahitnya, kemudian menawarkan kepada pelanggan. Sebuah koleksi membutuhkan tema, filosofi, warna, karakter pelanggan, cerita, dan alasan mengapa produk tersebut layak dipilih.

Membangun kepercayaan pelanggan

Bisnis yang memasarkan produk melalui media sosial harus mampu membuktikan bahwa produk yang ditampilkan benar-benar memiliki kualitas yang sesuai dengan janji brand.

Kepercayaan tidak cukup dibangun melalui foto. Pelanggan membutuhkan bukti berupa kualitas produk, pengalaman pembelian, testimoni, kehadiran dalam pameran, dan konsistensi pelayanan.

Menjaga semangat ketika penjualan berfluktuasi

Perjalanan usaha tidak selalu berjalan dalam kondisi baik. Penjualan dapat meningkat maupun menurun. Pada situasi tertentu, pengusaha juga dapat mengalami kejenuhan, kehilangan ide, atau merasa tidak yakin terhadap arah bisnisnya.

Membangun kompetensi sebagai desainer sekaligus pengusaha

Seorang desainer dapat memiliki kemampuan teknis yang sangat baik, tetapi belum tentu mampu membangun bisnis yang sehat. Selain memahami desain dan pola, seorang pemilik bisnis juga perlu memahami pemasaran, penjualan, operasional, pengembangan produk, keuangan, pelayanan pelanggan, dan pengelolaan tim.

Inilah tantangan penting dalam bisnis kreatif: seorang spesialis perlu belajar menjadi seorang generalis agar mampu mengelola keseluruhan bisnis.


Strategi yang Dijalankan Setelah Mengikuti Pendampingan Business Coach

Mengubah cara berpikir dari “menjalankan usaha” menjadi “membangun bisnis”

Pada tahun 2023, Meta Fauzan mengikuti program pendampingan bisnis dan mendapatkan coaching dari Coach Margetty Herwin. Salah satu perubahan penting yang terjadi adalah cara Meta melihat masa depan bisnisnya.

Dalam proses coaching, Meta ditanya mengenai visi bisnisnya. Ia menyampaikan keinginannya menjadi desainer busana muslim terbaik. Namun, visi tersebut masih terlalu umum.

Pertanyaan berikutnya adalah:

“Terbaik di mana?”

Pertanyaan sederhana itu mendorong Meta memperjelas impiannya. Ia kemudian menetapkan visi untuk menjadi salah satu desainer busana muslim terbaik di dunia.

Visi yang lebih tinggi dan spesifik membuat pemilik bisnis memiliki arah yang lebih jelas. Dari visi tersebut, strategi bisnis kemudian diturunkan menjadi beberapa langkah yang lebih terukur.

Menentukan tujuan jangka panjang

Business coaching membantu Meta melihat bisnis dari posisi akhir yang ingin dicapai. Coach Margetty menyebut pendekatan ini sebagai:

“Starting the business from the ending, not from the beginning.”

Artinya, pemilik bisnis perlu menentukan tujuan akhirnya terlebih dahulu, kemudian menarik mundur langkah-langkah yang harus dilakukan hingga hari ini.

Dengan cara tersebut, bisnis tidak lagi hanya dijalankan berdasarkan situasi yang muncul, tetapi berdasarkan arah yang telah ditentukan.

Memecah target menjadi rencana kuartalan, bulanan, dan mingguan

Target besar perlu diterjemahkan menjadi langkah-langkah kecil. Meta mulai membagi tujuan tahunan ke dalam target per kuartal, kemudian diturunkan menjadi agenda bulanan dan mingguan.

Contohnya meliputi:

  • Berapa pameran yang akan diikuti?
  • Berapa koleksi yang akan diluncurkan?
  • Kapan riset pasar dilakukan?
  • Kapan fashion show atau promosi dilaksanakan?
  • Kompetensi apa yang perlu dipelajari?
  • Kolaborasi apa yang harus dibangun?
  • Pasar baru mana yang akan dimasuki?

Ketika agenda dan waktunya jelas, kegagalan pada satu aktivitas tidak otomatis membuat pemilik bisnis berhenti. Masih terdapat agenda lain yang dapat dilaksanakan untuk mencapai tujuan tahunan.

Memperkuat riset dan proses pengembangan koleksi

Setiap koleksi mulai disiapkan melalui proses yang lebih terstruktur. Sebelum meluncurkan produk, tim melakukan riset untuk menentukan:

  • Tema koleksi.
  • Filosofi yang ingin disampaikan.
  • Cerita di balik desain.
  • Warna yang digunakan.
  • Karakter pemakai.
  • Profesi atau aktivitas target pelanggan.
  • Bahan dan ornamen yang tepat.
  • Moodboard koleksi.
  • Bentuk komunikasi dan peluncurannya.

Dengan proses tersebut, sebuah pakaian tidak hanya menjadi produk fungsional, tetapi mempunyai cerita, nilai seni, dan makna yang lebih tinggi.

Membangun diferensiasi dan ciri khas

Dalam pendampingan bisnis, Meta didorong untuk menjawab pertanyaan penting:

Apa yang membedakan produk ini dengan produk fashion lainnya?

Keunikan tidak cukup hanya disebut “berbeda” atau “eksklusif”. Keunikan harus terlihat, dirasakan pelanggan, dan dapat dijelaskan secara konkret.

Meta kemudian mengembangkan beberapa lini dan layanan, seperti koleksi dengan ornamen geometris, ready-to-wear, koleksi khusus runway, seragam, serta desain khusus berdasarkan kebutuhan pelanggan.

Salah satu lini yang dikembangkan adalah Merapi, yang menggunakan ornamen geometris. Pengembangannya melibatkan kolaborasi dengan suami Meta yang berprofesi sebagai arsitek dan memiliki pengetahuan mengenai bentuk serta ornamen geometris.

Kolaborasi tersebut memperkuat karakter desain sekaligus menciptakan cerita yang sulit ditiru oleh kompetitor.

Membangun kepercayaan secara online dan offline

Promosi dilakukan melalui Instagram, tetapi kepercayaan pelanggan tidak hanya dibangun dari aktivitas digital. Meta juga hadir dalam bazar, pameran, festival fashion, dan fashion show.

Kombinasi kehadiran online dan offline memberikan bukti bahwa brand tersebut nyata, aktif, dan mempunyai kualitas yang dapat dipertanggungjawabkan.

Kepercayaan juga dibangun melalui:

  • Kualitas produk yang sesuai dengan janji.
  • Desain yang eksklusif.
  • Testimoni pelanggan.
  • Dokumentasi kegiatan.
  • Penggunaan produk oleh tokoh publik.
  • Hubungan jangka panjang dengan pelanggan.
  • Pelayanan yang konsisten.

Terus belajar meskipun telah berpengalaman

Walaupun telah memiliki tim pola dan penjahit, Meta tetap mempelajari pembuatan pola serta mengikuti pembelajaran privat dengan ahli pola.

Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi posisi seseorang di bidangnya, semakin besar kebutuhan untuk terus memperbarui kompetensi.

Dunia fashion terus berubah. Desainer perlu memahami perkembangan pola, tren, teknologi, karakter konsumen, dan cara berkomunikasi dengan pasar.


Hasil yang Diraih Setelah Menjalankan Strategi Business Coaching

Bisnis menjadi lebih terarah, terkonsep, dan berani memasuki pasar global

Perubahan terbesar setelah pendampingan bukan hanya terlihat dari jumlah pameran yang diikuti, tetapi dari perubahan pola pikir dan cara mengelola bisnis.

Sebelumnya, usaha cenderung dijalankan berdasarkan apa yang terjadi hari itu. Setelah mengikuti pendampingan, Meta mulai menentukan tujuan, menyusun target, membagi rencana, dan mengevaluasi langkah-langkah yang dilakukan.

Beberapa hasil penting yang terlihat antara lain:

Memiliki visi bisnis yang lebih besar

Meta tidak lagi sekadar ingin menjadi desainer yang baik, tetapi menargetkan diri menjadi desainer busana muslim yang dikenal di tingkat dunia.

Visi tersebut menjadi energi untuk terus meningkatkan kualitas produk, memperluas jaringan, mengikuti pameran internasional, dan menciptakan koleksi yang lebih kuat.

Memiliki proses penciptaan koleksi yang lebih profesional

Koleksi tidak lagi dibuat secara acak. Setiap desain diawali dengan riset, moodboard, cerita, filosofi, target pengguna, dan konsep visual.

Proses tersebut meningkatkan nilai produk karena pelanggan tidak hanya membeli pakaian, tetapi juga membeli karya, cerita, identitas, dan pengalaman.

Meningkatkan positioning brand

Meta Fauzan tidak diposisikan sebagai pedagang pakaian yang bersaing berdasarkan harga. Brand dibangun sebagai fashion designer yang menawarkan kualitas, keunikan, desain eksklusif, dan nilai seni.

Dalam bisnis fashion, desainer tidak seharusnya terjebak pada perang harga. Nilai utamanya terletak pada:

  • Keaslian desain.
  • Kualitas pengerjaan.
  • Cerita produk.
  • Keunikan koleksi.
  • Pengalaman pelanggan.
  • Identitas yang konsisten.

Memperluas pasar dan jaringan internasional

Karya Meta telah dipasarkan di sejumlah kota Indonesia dan diperkenalkan melalui pameran serta fashion show di berbagai negara.

Pencapaian tersebut tidak hanya memperluas pasar, tetapi juga memperkuat kredibilitas brand di hadapan pelanggan dalam negeri.

Membangun dampak sosial

Meta melihat bisnis bukan hanya sebagai sarana memperoleh pendapatan. Usaha yang berkembang juga dapat menciptakan pekerjaan dan memberdayakan masyarakat.

Pertumbuhan bisnis memberikan dampak kepada:

  • Penjahit.
  • Pembuat pola.
  • Perajin.
  • Pembatik.
  • Penenun.
  • Tim produksi.
  • Mitra kolaborasi.
  • Pelaku usaha lain yang belajar dari perjalanannya.

Ketika bisnis terus berinovasi, para perajin dan pekerja yang terlibat juga memiliki kesempatan untuk tumbuh bersama.


Implementasi dan Ide Besar ke Depan

Memperkuat signature product dan membangun hubungan emosional dengan pelanggan

Perjalanan Meta belum berhenti pada keberhasilan mengikuti pameran internasional. Tantangan berikutnya adalah memperkuat identitas agar setiap karya dapat dikenali bahkan sebelum pelanggan melihat nama brand-nya.

Beberapa rencana pengembangan yang disampaikan Meta meliputi:

Mengembangkan signature product

Signature product adalah produk yang menjadi representasi utama brand. Ketika pelanggan melihat bentuk, ornamen, warna, atau karakter tertentu, mereka dapat langsung mengenali bahwa produk tersebut merupakan karya Meta Fauzan.

Signature product penting karena membantu brand:

  • Lebih mudah diingat.
  • Memiliki identitas yang kuat.
  • Tidak mudah dibandingkan berdasarkan harga.
  • Menciptakan loyalitas pelanggan.
  • Membangun posisi yang jelas di pasar.

Memperkuat digital branding

Media sosial tidak hanya digunakan untuk mengunggah foto produk. Digital branding perlu menyampaikan identitas, cerita, filosofi, proses produksi, dan nilai yang diperjuangkan brand.

Konten yang dapat dikembangkan antara lain:

  • Cerita di balik koleksi.
  • Proses riset desain.
  • Filosofi motif dan warna.
  • Profil perajin yang terlibat.
  • Proses pembuatan pola.
  • Kisah pelanggan.
  • Dokumentasi pameran.
  • Edukasi mengenai busana.
  • Kolaborasi dengan tokoh dari berbagai profesi.

Konten yang konsisten dapat membangun emotional connection antara brand dan pelanggan.

Melakukan ekspansi pasar

Ekspansi akan terus dilakukan, baik untuk pasar dalam negeri maupun luar negeri. Namun, ekspansi perlu didukung oleh kesiapan produksi, standar kualitas, pelayanan pelanggan, harga, distribusi, dan komunikasi brand.

Membangun kolaborasi strategis

Meta berencana memperluas kolaborasi dengan perajin, penenun, tokoh publik, profesional, atlet, dan perempuan dari berbagai bidang.

Sebelumnya, Meta juga pernah berkolaborasi dengan Putri Ariani. Kolaborasi seperti ini tidak hanya meningkatkan eksposur, tetapi dapat mempertemukan dua kekuatan cerita dalam satu karya.

Menjaga proses pembelajaran

Untuk bertahan dalam industri kreatif, pemilik bisnis perlu memiliki tiga kemampuan penting:

Agile, yaitu lincah mengubah strategi ketika kondisi berubah.

Adaptif, yaitu mampu menyesuaikan produk dan cara kerja dengan perkembangan pasar.

Inovatif, yaitu terus menciptakan nilai, produk, pengalaman, dan cara komunikasi yang baru.


Pesan Narasumber dan Coach untuk Para Pengusaha

Bangun bisnis dari tujuan akhirnya

Pesan utama Coach Margetty Herwin adalah bahwa pengusaha perlu memulai bisnis dari gambaran masa depan yang ingin dicapai.

Bukan berarti menunda tindakan sampai semua rencana sempurna. Sebaliknya, pengusaha perlu mengetahui terlebih dahulu tujuan besarnya agar tindakan hari ini memiliki arah.

Tanpa tujuan yang jelas, seseorang mudah merasa malas karena tidak mengetahui untuk apa ia bekerja. Seseorang juga mudah jenuh karena tidak mempunyai tahapan pencapaian yang tergambar dengan baik.

Target sepuluh tahun dapat diturunkan menjadi target tahunan. Target tahunan dibagi ke dalam empat kuartal. Target kuartalan kemudian dipecah menjadi rencana bulanan dan mingguan.

Dengan demikian, pemilik bisnis dapat memahami apa yang perlu dilakukan, siapa yang harus menjalankan, kapan aktivitas dilaksanakan, dan bagaimana hasilnya diukur.

Jangan hanya menjalankan bisnis untuk mengejar uang

Bisnis yang hanya mengejar pemasukan jangka pendek mudah berpindah arah ketika menghadapi kesulitan. Hari ini menjalankan bisnis fashion, kemudian beralih ke bisnis lain hanya karena penjualannya sedang menurun.

Berbeda dengan pengusaha yang benar-benar membangun bisnis. Ia memahami tujuan, bidang yang ingin dikuasai, nilai yang ingin diberikan, serta dampak yang ingin diciptakan.

Uang merupakan hasil dari nilai yang dibangun secara konsisten, bukan satu-satunya alasan untuk menjalankan usaha.

Jangan bersaing hanya melalui harga

Desainer dan pelaku bisnis kreatif harus membangun keunggulan melalui kualitas, kreativitas, cerita, karakter, dan pengalaman pelanggan.

Produk yang memiliki keunikan kuat tidak mudah dibandingkan dengan produk massal. Pelanggan memilihnya bukan sekadar karena membutuhkan pakaian, tetapi karena ingin menggunakan karya yang sesuai dengan identitas dan nilai pribadinya.

Terus belajar dan membangun jaringan

Meta berpesan bahwa kejenuhan dan masa sulit dapat dihadapi dengan memperluas jaringan, mengikuti pelatihan, berdiskusi dengan komunitas, serta membuka diri terhadap berbagai masukan.

Networking bukan hanya sarana menjual produk. Jaringan dapat menjadi sumber gagasan, dukungan, kolaborasi, informasi pasar, dan energi untuk kembali bergerak.

Bangun bisnis yang memberikan dampak

Keberhasilan bisnis tidak hanya dinilai dari omzet atau popularitas. Bisnis yang baik juga menciptakan manfaat bagi orang-orang yang terlibat di dalamnya.

Ketika sebuah brand tumbuh, perajin, penjahit, pembatik, penenun, pekerja, dan mitra bisnis juga dapat bertumbuh bersamanya.


Pelajaran Penting bagi Pelaku UMKM

Perjalanan Meta Fauzan memberikan beberapa pelajaran yang dapat diterapkan oleh pelaku usaha dari berbagai bidang.

Pertama, mulailah dengan kemampuan dan sumber daya yang tersedia. Jangan menunggu tempat, modal, atau tim yang sempurna.

Kedua, ubah keterampilan menjadi sistem bisnis. Produk yang baik harus didukung oleh pemasaran, penjualan, operasional, keuangan, pelayanan, dan pengembangan tim.

Ketiga, tentukan tujuan akhir bisnis. Visi yang jelas membantu pengusaha menentukan prioritas dan tidak mudah berpindah arah.

Keempat, pecah target besar menjadi langkah kecil. Target tahunan perlu diturunkan menjadi rencana kuartalan, bulanan, dan mingguan.

Kelima, bangun diferensiasi yang nyata. Jangan hanya mengatakan produk berkualitas atau unik. Tunjukkan keunikan melalui desain, cerita, proses, layanan, dan pengalaman pelanggan.

Keenam, hadir secara online dan offline. Media sosial membangun jangkauan, sedangkan pameran, bazar, komunitas, dan interaksi langsung membangun kepercayaan.

Ketujuh, terus belajar meskipun sudah menjadi ahli. Perubahan pasar membuat kompetensi harus selalu diperbarui.

Kedelapan, bangun bisnis yang berdampak. Semakin besar bisnis bertumbuh, semakin besar pula peluang untuk membantu masyarakat dan pelaku usaha lainnya.


Penutup

Perjalanan Meta Fauzan mengajarkan bahwa rumah bukanlah batas bagi sebuah bisnis untuk bertumbuh. Dari menerima jahitan, belajar pola, membangun jaringan, mengikuti pendampingan, hingga membawa karya ke berbagai negara, setiap pencapaian dilalui melalui proses yang panjang dan konsisten.

Bisnis kelas dunia bukan selalu bisnis yang sejak awal memiliki sumber daya besar. Bisnis kelas dunia adalah bisnis yang memiliki tujuan besar, kualitas yang dijaga, identitas yang kuat, kemauan belajar, sistem yang terus diperbaiki, dan keberanian untuk memperkenalkan karya kepada pasar yang lebih luas.

Seperti pesan Coach Margetty Herwin, pengusaha perlu membangun bisnis dari gambaran tujuan akhirnya. Ketika tujuan tersebut jelas, setiap langkah kecil yang dilakukan hari ini akan menjadi bagian dari perjalanan menuju pencapaian yang lebih besar.

Mulailah dari apa yang dimiliki, tetapi bangunlah dengan visi tentang apa yang ingin dicapai.

Silakan Klik Link MEETA FAUZAN di bawah ini:

Jika Anda seorang pebisnis atau profesional yang ingin  menemukan potensi terbaik dan membangun Bisnis Anda menjadi lebih berkembang dari saat ini, silakan hubungi Master Coach Margetty Herwin, SBCF Admin WA 0822-4902-3902 Untuk mendapatkan sesi Business Diagnosis Gratis, dan mendapatkan info mengenai jadwal dan topik seminar kami, silakan contact via email ke: info.sbcf@gmail.com

Margetty Herwin is a Certified Master Coach of: Life Coach, Executive Coach, Business and Money Coach, NLP Coach, Time Line Therapy, Green Belt Six Sigma Coach, Master Trainer STRATEGYZER Business Model

Related Posts

RISOLES ADE DIAN – Usaha Rumahan Laris dan Terbitkan Buku

Sudah dilihat: 16 RISOLES ADE DIAN – Usaha Rumahan Laris, Viral, dan Terbitkan Buku Bisnis Kuliner 1. Topik Utama Pembicaraan dan Diskusi Talkshow ini membahas perjalanan bisnis Risoles Ade Dian,…

Read more

BARECA MEDIA Ciptakan Pengusaha Roti-Kue Handal Kelas Dunia

Sudah dilihat: 11 Bareca Media – Ciptakan Pengusaha Roti dan Kue Handal Kelas Dunia Narasumber: Petrus Gandamana – Pendiri & Pengajar Bareca Media Program: Talkshow Energi Sukses Bisnis – RRI…

Read more

DELISHA BAKES – Usaha Bakery Rumahan Sukses Bertumbuh

Sudah dilihat: 35 Delisha Bakes: Perjalanan Membangun Usaha Bakery Rumahan Menjadi Brand yang Bertumbuh dan Inspiratif Dari Dapur Rumah Menjadi Peluang Bisnis yang Menjanjikan Di tengah persaingan bisnis bakery &…

Read more
Promotional poster for EKSBIS Live Talkshow Bisnis featuring a smiling man in a blue suit, with a backdrop of an audience and text about 90+ episodes and business inspiration.

90 Episode Program EKSBIS RRI Pro-3 bersama Coach Margetty

Sudah dilihat: 64 FOOD & CULLINARY CRAFT & JEWELLERY FASHION & LIVE STYLE TRAVEL & FACILITY IT & EDUCATION  REKAMAN VIDEO EKSBIS LENGKAP DI YOUTUBE COACH GETTY Salam Sehat, Sukses…

Read more

Leave a Reply