“INTAN AKSESORIS – Manfaatkan Limbah Jadi Produk Berharga”
Topik Utama Pembicaraan dan Diskusi:
Talkshow ini mengangkat kisah sukses usaha “Intan Aksesoris” yang berhasil mengubah limbah tekstil menjadi produk bernilai tinggi seperti bros, dompet, tas, dan aksesoris lainnya.
Pembahasan fokus pada bagaimana usaha ini tumbuh dari inisiatif sederhana saat KKN menjadi bisnis yang berdampak besar secara ekonomi, sosial, dan lingkungan.
Tantangan yang Dihadapi di Awal Memulai Usaha:
- Berawal dari keresahan melihat limbah tekstil menumpuk di TPA Kudus.
- Tahun 2013, usaha dirintis dari rumah dengan produksi kecil (2-3 lusin/hari).
- Tantangan awal:
- Edukasi pasar bahwa produk dari limbah bisa bernilai.
- Sulit diterima di pasar lokal karena stigma negatif terhadap “limbah”.
- Modal sangat terbatas, hanya mengandalkan tangan sendiri dan 3 orang awal.
Strategi yang Dijalankan setelah Ikuti Program Pendampingan Business Coach:
- Mengikuti program UMKM Level-Up Kominfo bersama Coach Margetty Herwin.
- Pendampingan fokus pada:
- Membangun mindset wirausaha.
- Manajemen produksi, kolaborasi tim, dan strategi penjualan grosir.
- Melakukan riset tren pasar melalui Pinterest dan Google Trends.
- Menyesuaikan produk dengan permintaan pasar (rebranding dari “limbah” ke “upcycle”).
- Membangun kolaborasi dengan tim penjahit lokal (7 orang).
- Penerapan sistem pembayaran DP 50% dari pelanggan untuk mengatasi keterbatasan modal.
Hasil yang Dicapai setelah Menjalankan Strategi Program Business Coaching:
- Produksi meningkat dari 3 lusin jadi 10 gross/hari (±1.440 unit/hari).
- Omset melonjak dari belasan juta menjadi ±Rp300 juta/bulan.
- Memiliki gudang produksi dan 10 orang anggota tim inti.
- Distribusi produk secara rutin ke grosir di Pasar Johar, Pasar Kliwon, Kudus, hingga Jakarta.
- Diundang Kick Andy dan menerima penghargaan sebagai Woman Entrepreneur 2024 dari program Kick Andy dan Dinas Lingkungan Hidup.
Implementasi dan Ide Besar ke Depan yang Dapat Dilakukan:
- Menjaga kualitas dan mengikuti tren melalui riset digital.
- Strategi diversifikasi produk berbasis tren dan kolaborasi.
- Menjadi pusat pelatihan dan pemberdayaan bagi ibu-ibu sekitar, menjadikan bisnis sebagai ekosistem yang menghidupi komunitas lokal.
- Potensi untuk ekspansi ke pasar ekspor dengan positioning produk upcycle berkarakter lokal.
Pesan Narasumber dan Coach untuk Para Pengusaha yang Menyimak Diskusi Bisnis:
Coach Getty:
“UKM yang tumbuh bukan hanya karena jualan produk, tapi karena punya misi untuk membantu sekitar dan memanfaatkan potensi yang ada. Jangan tunggu modal, tapi bangun keberanian, visi, dan cara komunikasi yang tepat.”
Bu Intan:
“Bisnis itu bukan melulu soal untung, tapi bagaimana kita memberi manfaat dan menghidupkan lingkungan sekitar. Dari sesuatu yang tak berharga pun bisa jadi bernilai jika kita kreatif.”
Insight Tambahan:
- Produk Intan Aksesoris kini menyasar segmen usia 9–20 tahun.
- Penjualan dilakukan secara offline dan online, menunjukkan kesiapan dalam omnichannel marketing.
- Keberhasilan Intan Aksesoris adalah bukti nyata bahwa limbah bisa menjadi peluang bisnis dan solusi lingkungan jika diolah dengan kreativitas dan pendampingan yang tepat.
Silakan Klik Link INTAN AKSESORIS di bawah ini:
Jika Anda seorang pebisnis atau profesional yang ingin menemukan potensi terbaik dan membangun Bisnis Anda menjadi lebih berkembang dari saat ini, silakan hubungi Master Coach Margetty Herwin, SBCF Admin WA 0822-4902-3902 Untuk mendapatkan sesi Business Diagnosis Gratis, dan mendapatkan info mengenai jadwal dan topik seminar kami, silakan contact via email ke: info.sbcf@gmail.com

