Pemahaman Motivasi dan Penghargaan dalam Dunia Kerja

Motivation & Rewards.

Artikel ini sangat relevan untuk para pemilik usaha, manajer HR, dan pemimpin tim yang ingin meningkatkan semangat kerja dan retensi karyawan melalui strategi motivasi yang tepat.


Strategi Motivasi dan Reward di Tempat Kerja:
Kunci Produktivitas dan Loyalitas Karyawan

Source: How Business Works terbitan DK

Dalam dunia kerja modern, motivasi bukan hanya soal gaji. Riset menunjukkan bahwa kepuasan kerja adalah penentu utama retensi karyawan—semakin puas seorang karyawan terhadap pekerjaannya, semakin kecil kemungkinan mereka untuk keluar.
Oleh karena itu, perusahaan yang ingin mempertahankan talenta terbaik harus memahami bahwa keseimbangan antara reward finansial (ekstrinsik) dan motivasi psikologis (intrinsik) adalah elemen kunci dalam membangun tim yang produktif dan loyal.

Dahulu, motivasi karyawan bergantung pada hal-hal nyata seperti gaji pokok, bonus, tunjangan hari raya, dan fasilitas kesehatan. Semua ini adalah reward ekstrinsik karena bersumber dari luar individu dan dikendalikan oleh perusahaan.
Namun kini, banyak organisasi menyadari bahwa motivasi jangka panjang dan produktivitas tinggi justru lebih dipengaruhi oleh reward intrinsik seperti perasaan dihargai, makna pekerjaan, dan kepuasan pribadi dalam pencapaian.
Hanya 13% karyawan di dunia yang benar-benar berkomitmen terhadap pekerjaannya, dan ini mencerminkan pentingnya transformasi dalam pendekatan motivasi.


Perbedaan Reward Ekstrinsik vs Intrinsik

Reward Ekstrinsik:

Dikelola oleh perusahaan, biasanya dalam bentuk:

  • Gaji Pokok (base pay)
  • Bonus Kinerja
  • Insentif Penjualan
  • Tunjangan Hari Tua
  • Liburan Berbayar
  • Asuransi Kesehatan

Reward ini penting untuk kebutuhan dasar, namun tidak selalu menciptakan motivasi jangka panjang atau rasa kepemilikan terhadap pekerjaan.

Reward Intrinsik:

Berasal dari perasaan internal individu, mencakup:

  • Purpose (Makna): Merasa pekerjaan yang dilakukan memiliki arti dan dampak
  • Choice (Pilihan): Merasa memiliki kendali dan tanggung jawab terhadap hasil kerja
  • Progress (Kemajuan): Melihat hasil dari usaha dan kemajuan diri
  • Competence (Kompetensi): Merasa bangga dan puas atas hasil kerja sendiri

Reward intrinsik ini lebih berdampak dalam meningkatkan semangat kerja, kreativitas, dan loyalitas.


Strategi Meningkatkan Motivasi Karyawan

Agar reward intrinsik tumbuh dalam organisasi, perusahaan harus menciptakan budaya dan sistem kerja yang mendukung:

  1. Tujuan yang Jelas dan Terintegrasi
    • Visi perusahaan yang jelas dan dipahami oleh seluruh tim
    • Penjelasan peran individu dalam kontribusi terhadap tujuan organisasi
  2. Pengakuan dan Apresiasi Non-Material
    • Feedback yang konsisten
    • Pujian terbuka
    • Perayaan keberhasilan kecil
  3. Pengembangan Karier
    • Peluang naik jabatan
    • Program mentoring dan coaching
    • Akses pada pelatihan dan pembelajaran
  4. Budaya Organisasi yang Positif
    • Kolaborasi tim yang solid
    • Komunikasi yang terbuka
    • Saling berbagi pengetahuan antar divisi

Implementasi dan Rekomendasi Praktis

  • Evaluasi ulang sistem reward di perusahaan Anda: apakah sudah menggabungkan aspek finansial dan psikologis?
  • Latih manajer untuk menjadi pemberi umpan balik yang membangun, bukan hanya pengawas kinerja.
  • Bangun sistem mentoring dan coaching agar setiap karyawan merasa berkembang dan dihargai.
  • Gunakan indikator retensi, tingkat keterlibatan (engagement) dan feedback internal sebagai pengukur efektivitas strategi motivasi Anda.

Tools dan Referensi Tambahan

  • Gallup Global Workplace Report – untuk benchmark komitmen karyawan
  • Buku: Drive oleh Daniel Pink (membahas motivasi 3.0 berbasis autonomy, mastery, dan purpose)
  • Platform LMS internal untuk program pembelajaran dan pelatihan berkelanjutan
  • HR Software seperti BambooHR atau Keka untuk manajemen reward & recognition

Dengan memahami dan mengimplementasikan strategi motivasi berbasis reward yang tepat, perusahaan tidak hanya akan meningkatkan produktivitas, tetapi juga menciptakan lingkungan kerja yang menyenangkan dan bermakna.
Artikel ini dapat dijadikan panduan awal dalam membangun sistem manajemen sumber daya manusia yang modern, manusiawi, dan berkelanjutan.
Bagikan ke tim HR dan manajemen Anda untuk dijadikan bahan evaluasi dan perbaikan bersama.

Jika Anda seorang pebisnis atau profesional yang ingin  menemukan potensi terbaik dan membangun Bisnis Anda menjadi lebih berkembang dari saat ini, silakan hubungi Master Coach Margetty Herwin, SBCF Admin WA 0822-4902-3902 Untuk mendapatkan sesi Business Diagnosis Gratis, dan mendapatkan info mengenai jadwal dan topik seminar kami, silakan contact via email ke: info.sbcf@gmail.com

Margetty Herwin is a Certified Master Coach of: Life Coach, Executive Coach, Business and Money Coach, NLP Coach, Time Line Therapy, Green Belt Six Sigma Coach, Master Trainer STRATEGYZER Business Model

Related Posts

The Entrepreneur Brain: From Survival Mode to Successful Business

Sudah dilihat: 9 Otak Entrepreneur: Antara Bertahan Hidup dan Bertumbuh Sebagian besar pengusaha mengira tantangan terbesarnya adalah modal, kompetitor, atau pasar. Padahal, tantangan terbesar sering kali justru berasal dari dalam…

Read more

9 Elemen Penting Kesuksesan Bisnis Keluarga

Sudah dilihat: 15 9 Elemen Kunci Kesuksesan Bisnis Keluarga Oleh: ALLEN E. FISHMAN Bisnis keluarga memiliki dinamika yang unik karena di dalamnya bercampur dua dunia yang sangat berbeda: hubungan emosional…

Read more

Tips Melatih Critical Thinking Skills dalam Jalankan Bisnis Anda

Sudah dilihat: 33 Apa itu Critical Thinking Skills? Critical Thinking Skills adalah kemampuan berpikir secara mendalam, logis, dan sistematis untuk menganalisis informasi, mengevaluasi argumen, serta membuat keputusan atau kesimpulan berdasarkan…

Read more

GEN-Z Generasi Pertama Abad 21 Telah Hadir

Sudah dilihat: 37 GEN Z: Generasi Realistis, Kreatif, dan Siap Mengubah Dunia Karya: Sarah Sladek dan Alyx Grabinger, Selamat datang di era baru! Generasi Z atau biasa disebut Gen Z…

Read more

Leave a Reply