Peran Leaders dalam Membangun Tim yang Solid & Efektif

Leadership for Team Building.

Source: How Business Works terbitan DK

Artikel ini membahas peran kepemimpinan dalam membangun tim yang efektif—sangat cocok untuk pemilik bisnis, manajer, coach, atau siapa pun yang terlibat dalam pengembangan tim di organisasi.


Kepemimpinan untuk Membangun Tim yang Efektif:
Seni Menggerakkan Orang Menuju Tujuan Bersama

Kepemimpinan yang efektif bukan sekadar soal memberikan perintah, tapi bagaimana seorang pemimpin mampu menyatukan kekuatan individu dalam tim untuk mencapai tujuan yang lebih besar.
Seperti yang dilakukan oleh Winston Churchill dalam sejarah kenegaraan, atau Jack Welch di dunia korporat, pemimpin besar tidak hanya mengandalkan kemampuan pribadi, tetapi juga memaksimalkan potensi kolektif timnya.
Kepemimpinan sejati adalah seni membangkitkan semangat orang lain agar dengan sukarela dan penuh semangat menjalankan visi bersama.

Para akademisi seperti Carl Larson dan Frank LaFasto telah melakukan studi mendalam terhadap lebih dari 75 tim lintas industri selama tiga tahun.
Hasil riset mereka menyimpulkan bahwa ada enam karakteristik utama yang menjadikan seorang pemimpin efektif dalam membangun tim:

  1. Kemampuan menetapkan tujuan yang inspiratif,
  2. Mendorong kolaborasi aktif,
  3. Membangun kepercayaan dan rasa percaya diri,
  4. Memberikan pengetahuan teknis dan konteks,
  5. Menetapkan prioritas dengan tegas,
  6. Mengelola kinerja secara strategis.

Kepemimpinan seperti ini bukan hanya menghasilkan produktivitas, tapi juga loyalitas dan sinergi tim.


6 Ciri Kepemimpinan yang Membangun Tim Unggul

  1. Fokus pada Tujuan
    • Menjelaskan visi dengan cara yang jelas dan inspiratif.
    • Membantu setiap anggota tim memahami kontribusinya terhadap tujuan tersebut.
    • Tidak terlibat dalam politik kantor yang merugikan.
  2. Mendorong Kolaborasi
    • Membuka ruang diskusi yang sehat dan inklusif.
    • Menghargai kerja tim, bukan kompetisi individu.
    • Melibatkan semua pihak agar merasa memiliki.
  3. Membangun Kepercayaan dan Rasa Percaya Diri
    • Memberikan tanggung jawab nyata sebagai bentuk kepercayaan.
    • Menonjolkan hal-hal positif dan selalu mengucapkan “terima kasih”.
  4. Memberikan Pengetahuan dan Konteks
    • Menguasai bidangnya sendiri dan tahu kapan harus meminta bantuan ahli lain.
    • Membagikan konteks besar agar tim memahami alasan di balik suatu strategi.
  5. Menetapkan Prioritas yang Jelas
    • Memastikan setiap orang tahu apa yang penting dan apa yang tidak.
    • Fleksibel dalam menyesuaikan arah saat prioritas berubah.
  6. Mengelola Kinerja Secara Aktif
    • Menentukan tujuan kerja yang jelas.
    • Memberikan umpan balik yang membangun serta menangani isu performa.
    • Menyesuaikan insentif dengan hasil tim.

Membedakan “Kelompok Kerja” dan “Tim Sungguhan”

Menurut Jon Katzenbach dan Douglas Smith dalam buku mereka The Wisdom of Teams, tim sejati adalah sekelompok kecil orang dengan keterampilan saling melengkapi yang berkomitmen terhadap tujuan bersama, memiliki target kinerja, dan cara kerja yang disepakati bersama, serta bertanggung jawab satu sama lain. Untuk membangun tim seperti itu, pemimpin disarankan untuk:

  • Memilih anggota berdasarkan keterampilan dan potensi, bukan sekadar kepribadian.
  • Fokus pada beberapa tugas awal yang konkret agar tim cepat menyatu.
  • Menetapkan batasan dan norma perilaku sejak awal.
  • Memberikan stimulasi melalui informasi baru dan mendorong diskusi terbuka.
  • Meningkatkan interaksi melalui waktu bersama, termasuk di luar pekerjaan.

Insight Praktis dan Rekomendasi

  • Bangun budaya tim yang terbuka, kolaboratif, dan saling menghargai.
  • Jadikan tujuan bersama sebagai kompas utama tim—hindari kerja tanpa arah.
  • Gunakan model 6 karakteristik pemimpin efektif sebagai panduan dalam coaching dan evaluasi tim Anda.
  • Fokus pada pengembangan soft-skill kepemimpinan, bukan hanya teknikal.

Tools & Referensi yang Dapat Digunakan

  • Buku: The Five Dysfunctions of a Team oleh Patrick Lencioni
  • Model DISC atau MBTI untuk pemetaan peran tim
  • Platform kolaboratif seperti Miro, Notion, dan Trello
  • Coaching & mentoring program berbasis agile leadership
  • Evaluasi rutin melalui tools seperti 360-degree feedback atau OKR alignment

Kepemimpinan yang kuat akan membentuk tim yang kuat. Dan tim yang kuat adalah aset terbesar bagi setiap bisnis yang ingin tumbuh dan berkelanjutan.
Gunakan insight dari artikel ini sebagai fondasi dalam membangun sistem tim yang solid di organisasi Anda—dan jadikan ini bagian dari transformasi budaya kerja yang lebih sehat dan produktif.

Jika Anda seorang pebisnis atau profesional yang ingin  menemukan potensi terbaik dan membangun Bisnis Anda menjadi lebih berkembang dari saat ini, silakan hubungi Master Coach Margetty Herwin, SBCF Admin WA 0822-4902-3902 Untuk mendapatkan sesi Business Diagnosis Gratis, dan mendapatkan info mengenai jadwal dan topik seminar kami, silakan contact via email ke: info.sbcf@gmail.com

Margetty Herwin is a Certified Master Coach of: Life Coach, Executive Coach, Business and Money Coach, NLP Coach, Time Line Therapy, Green Belt Six Sigma Coach, Master Trainer STRATEGYZER Business Model

Related Posts

Tingkatkan Thinking-Being-Doing untuk Tumbuh Berkelanjutan

Sudah dilihat: 22 Tingkatkan Pola Pikir, Pola Diri, dan Pola Kerja Framework Thinking–Being–Doing untuk Pertumbuhan Bisnis dan Kepemimpinan Berkelanjutan Oleh Coach Margetty Herwin Banyak pelaku bisnis dan Leaders bekerja keras…

Read more

Tantangan Pola Pikir yang Menghambat Pertumbuhan Bisnis

Sudah dilihat: 4 Thinking Challenge: 7 Tantangan Pola Pikir Leaders yang Menghambat Performa dan Pertumbuhan Bisnis Oleh Coach Margetty Herwin Dalam perjalanan menjadi seorang Leader dan Entrepreneur, tantangan terbesar sering…

Read more

Tren Bisnis 2026 bagi Pemula Jadi Pengusaha Sukses

Sudah dilihat: 28 Salam Sukses Sejahtera para SMARTpreneur Indonesia,…! Selamat Tahun Baru 2026 Memasuki 2026, makin banyak orang ingin menjadi business owner. Ada yang lelah bekerja, ada yang ingin kebebasan…

Read more

Beda Peran & Tanggung Jawab antara Coach dengan Consultant

Sudah dilihat: 17 Coach vs Consultant: Perbedaan Peran, Tanggung Jawab, dan Dampaknya bagi Bisnis Oleh Coach Margetty Herwin Dalam dunia pengembangan bisnis dan kepemimpinan, dua profesi yang paling sering disalahartikan…

Read more

Leave a Reply