Rafins Snack: Inovasi Gen-Z dari Kulit Ikan Patin yang Tembus Pasar Nasional hingga Ekspor
Topik Utama Pembicaraan dan Diskusi
Talkshow ini mengangkat kisah inspiratif dari Muhammad Raffi, CEO dan R&D PT Rafins Snack Indonesia, yang sukses mengembangkan usaha keripik kulit ikan dari limbah kulit ikan patin menjadi produk kebanggaan Lampung, yang kini merambah pasar nasional bahkan ekspor.
Topik utamanya adalah strategi bisnis berbasis problem solving, riset dan pengembangan produk, serta pentingnya keberanian eksekusi di kalangan pengusaha muda.
Tantangan yang Dihadapi di Awal Memulai Usaha
Raffi memulai bisnisnya dari tugas kuliah dengan modal hanya Rp500.000. Tantangan besar yang dihadapi antara lain:
- Minimnya pengetahuan bisnis karena tidak ada latar belakang pengusaha di keluarga.
- Keterbatasan alat produksi saat masih tinggal di kos-kosan.
- Masalah teknis seperti kemasan bocor, rasa tidak stabil, dan produk yang melempem.
- Proses belajar mandiri tentang perizinan (halal, PIRT, BPOM), distribusi, serta pengelolaan supply chain.
- Tidak ada mentor dan semua dipelajari dari pengalaman lapangan.
Strategi yang Dijalankan setelah Ikuti Program Pendampingan Business Coach
Raffi mengikuti program pendampingan Brilianpreneur di tahun 2021 dan mendapatkan banyak insight dari Coach Margetty Herwin.
Strategi yang kemudian ia jalankan:
- Mengubah pola bisnis menjadi berbasis problem solving dan market validation.
- Riset bahan baku yang efisien namun berkualitas tinggi (memilih kulit ikan patin lokal).
- Pengembangan produk melalui iterative testing bersama calon konsumen.
- Model bisnis pre-order (PO) untuk meminimalkan risiko modal.
- Menerapkan sistem distribusi nasional lewat kerja sama dengan Gramedia dan distributor di kota-kota besar.
- Menjaga kualitas dan keunikan produk dengan inovasi terus-menerus.
Hasil yang Diraih setelah Menjalankan Strategi Program Business Coaching
Setelah mengikuti program pendampingan dan membangun strategi yang kuat:
- Rafins Snack berhasil menembus pasar nasional melalui Gramedia dan distributor di Medan, Jakarta, Bandung, Malang, Yogyakarta, dan tentu saja Lampung.
- Kapasitas produksi meningkat hingga 1.500 pcs per hari.
- Legalitas usaha lengkap (HACCP, BPOM).
- Ekspor ke Singapura, yang dulunya adalah negara asal inspirasi produk mereka.
- Menyerap tenaga kerja hingga 28 orang (termasuk freelance dan kontrak).
- Produk menjadi kebanggaan daerah dan mengangkat nilai dari limbah kulit ikan menjadi makanan bernilai jual tinggi.
Implementasi dan Ide Besar ke Depan yang Dapat Dilakukan
Raffi mengungkap bahwa riset dan pengembangan (R&D) menjadi nyawa bisnis yang akan terus ia jalankan. Fokusnya ke depan:
- Diversifikasi produk baru dari bahan baku lokal lainnya.
- Membangun sistem rantai pasok yang lebih kuat dengan banyak supplier.
- Meningkatkan kapasitas produksi berbasis teknologi.
- Ekspansi pasar ekspor lebih luas, sekaligus memperkuat edukasi pasar tentang manfaat kulit ikan.
- Berperan sebagai mentor dan inspirator bagi UKM lokal di Lampung dan kota lain.
Silakan Klik Link RAFINS SNACK di bawah ini:
Pesan Nara Sumber dan Coach untuk Para Pengusaha yang Menyimak Diskusi Bisnis
Pesan dari Raffi:
- “Eksekusi lebih penting daripada sempurna. Jangan jadi wacanapreneur.”
- “Riset boleh penting, tapi jangan sampai menunda aksi. Lakukan, evaluasi, dan perbaiki.”
Pesan dari Coach Margetty:
- Bisnis itu bukan hanya soal dagang, tapi soal membangun keberlanjutan dan value.
- Jangan tunggu program gratisan. Investasi pada ilmu, coaching, dan strategi yang terbukti berhasil.
- UKM perlu punya visi kuat, passion, dan keberanian untuk menyelesaikan masalah yang ada di pasar.
Artikel ini sangat cocok untuk menginspirasi pelaku UKM, mahasiswa, hingga pengusaha muda yang ingin membangun usaha dari nol dengan pendekatan cerdas, terukur, dan berbasis riset pasar.
Jika Anda seorang pebisnis atau profesional yang ingin menemukan potensi terbaik dan membangun Bisnis Anda menjadi lebih berkembang dari saat ini, silakan hubungi Master Coach Margetty Herwin, SBCF Admin WA 0822-4902-3902 Untuk mendapatkan sesi Business Diagnosis Gratis, dan mendapatkan info mengenai jadwal dan topik seminar kami, silakan contact via email ke: info.sbcf@gmail.com

