RUMAH TENUN MAGELANG Kreasi Serat Alam Indonesia jadi Produk Premium

Rumah Tenun Magelang:
Mengubah Serat Alam Indonesia Menjadi Produk Premium Bernilai Ekspor

Dari tanaman yang sering dianggap tidak bernilai, Rumah Tenun Magelang membangun produk kreatif berbasis serat alam, membuka pasar internasional, melestarikan keterampilan menenun, dan memberdayakan ribuan perempuan di sekitar wilayah produksinya.

Indonesia memiliki kekayaan alam yang sangat besar. Namun, tidak semua sumber daya tersebut telah diolah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Pisang abaka, rami, pandan, mendong, akar wangi, agel, mukuna, hingga eceng yang sebelumnya dianggap sebagai tanaman liar atau limbah ternyata dapat diolah menjadi kain tenun serat alam yang unik dan bernilai premium.

Kisah inspiratif ini dibahas dalam program Energi Sukses Bisnis RRI Pro 3 bersama Rifatka Ridwan, CEO Rumah Tenun Magelang, dan Coach Margetty Herwin atau Coach Geti, Master Coach sekaligus Founder Smart Business Coaching Firm. Talkshow tersebut mengangkat perjalanan Rumah Tenun Magelang dalam mengembangkan potensi serat alam Indonesia menjadi produk lifestyle, dekorasi interior, wisata edukasi, dan komoditas ekspor.


1. Topik Utama Pembicaraan dan Diskusi

Mengangkat serat alam Indonesia menjadi produk kreatif bernilai tinggi

Rumah Tenun Magelang merupakan usaha yang memproduksi tenun dari berbagai jenis serat alam Indonesia. Berbeda dengan kain tenun berbahan kapas yang umumnya digunakan sebagai pakaian, tenun serat alam memiliki karakter lebih kuat dan relatif kaku. Karena itu, produk yang dikembangkan lebih banyak diarahkan untuk kebutuhan lifestyle dan interior.

Produk-produknya meliputi tas, pouch, notebook, table runner, placemat, cushion cover, wallpaper, aksesori, gantungan kunci, dan berbagai produk dekorasi interior lainnya. Tenun serat alam juga dapat digunakan sebagai elemen dekoratif pada lobi kantor, hotel, perbankan, dan berbagai ruang komersial yang ingin menghadirkan kesan natural serta eksklusif.

Keunikan Rumah Tenun Magelang terletak pada kemampuannya mengolah sekitar 10 sampai 11 jenis serat alam, antara lain:

  • Pisang abaka.
  • Rami.
  • Pandan.
  • Mendong.
  • Akar wangi.
  • Agel.
  • Mukuna.
  • Serat dari berbagai tanaman lokal lainnya.

Salah satu contoh menarik adalah tanaman mukuna. Tanaman menjalar dari kelompok kacang-kacangan ini banyak digunakan sebagai penutup tanah di perkebunan kelapa sawit. Setelah pertumbuhannya dianggap mengganggu, tanaman tersebut biasanya dipotong, dibuang, atau dijadikan kompos.

Rumah Tenun Magelang melihatnya dari perspektif berbeda. Mukuna tidak dipandang sebagai limbah, tetapi sebagai bahan baku yang dapat diolah menjadi produk tenun bernilai ekonomi dan diminati pasar internasional.

Inilah esensi ekonomi kreatif: menemukan nilai baru dari sumber daya yang sebelumnya dianggap tidak memiliki nilai.

Tenun tradisional dengan alat bukan mesin

Proses produksi Rumah Tenun Magelang masih menggunakan alat tenun bukan mesin. Artinya, kualitas produk sangat bergantung pada kemampuan, ketelitian, kesabaran, dan konsistensi tenaga manusia.

Tenun berbeda dengan anyaman. Produk anyaman umumnya dibuat secara langsung dengan tangan menggunakan serat yang relatif lebih besar, seperti ketika membuat keranjang atau tikar. Sementara itu, tenun menggunakan alat khusus dengan struktur benang, tingkat kepadatan, pola, serta teknik produksi yang lebih kompleks.

Proses mengubah tanaman menjadi serat siap tenun juga tidak sederhana. Bahan baku harus melalui proses pemilahan, perendaman, penjemuran, penyuwiran, penyambungan serat satu per satu, penggulungan, hingga akhirnya dapat digunakan dalam proses menenun.

Panjang dan rumitnya proses tersebut menjadi alasan mengapa produk tenun serat alam tidak dapat disamakan dengan produk tekstil yang diproduksi secara massal menggunakan mesin.


2. Tantangan yang Dihadapi di Awal Memulai Usaha

Berawal dari permintaan buyer Jepang

Perjalanan Rumah Tenun Magelang bermula ketika usaha tersebut masih memproduksi kain tenun berbahan katun. Dalam sebuah pameran, seorang buyer dari Jepang menantang tim untuk membuat tenun dari serat alam.

Pada saat itu, mereka belum memiliki pengalaman, referensi, maupun formula produksi yang dapat dijadikan panduan. Namun, permintaan tersebut tidak ditolak. Tim memilih melakukan eksperimen dan mencoba membuat sampel.

Hampir satu tahun mereka menjalani proses trial and error. Berbagai percobaan dilakukan untuk mengetahui bagaimana serat alam dapat diolah, disambung, digulung, dan ditenun menjadi kain yang halus serta memiliki kualitas sesuai kebutuhan pasar.

Keberhasilan membuat tenun serat kemudian membuka jalan menuju pasar ekspor. Pada 2017, Rumah Tenun Magelang mulai membawa misi yang lebih besar, yaitu memperkenalkan kepada masyarakat Indonesia bahwa serat alam lokal dapat diolah menjadi produk yang indah dan diminati konsumen mancanegara.

Tantangan pertama: kesinambungan bahan baku

Tidak semua tanaman yang digunakan sebagai bahan baku dibudidayakan secara massal. Rumah Tenun Magelang harus menjalin kerja sama dengan petani, pemilik kebun, dan masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.

Bahan baku bahkan harus didatangkan dari lokasi yang berjauhan, seperti Sulawesi Utara, Sumatra Utara, Borobudur, Sleman, Wonosobo, dan beberapa daerah lainnya.

Tantangannya bukan hanya memperoleh bahan baku, tetapi juga menjaga kualitas dan kesinambungan pasokan. Masyarakat perlu dilatih agar memahami cara memanen dan mengolah serat sehingga memenuhi standar produksi.

Pada kasus eceng, misalnya, tanaman tersebut awalnya dianggap sebagai hama di suatu desa. Rumah Tenun Magelang kemudian melatih masyarakat untuk mengolahnya menjadi bahan yang layak digunakan dalam produksi tenun.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa pengembangan produk lokal tidak dapat dilakukan sendiri. Dibutuhkan ekosistem yang menghubungkan produsen, petani, masyarakat pengolah bahan baku, pengrajin, pemerintah, serta pasar.

Tantangan kedua: keterampilan sumber daya manusia

Membuat tenun serat membutuhkan keterampilan khusus. Setiap jenis bahan memiliki karakter berbeda dan memerlukan cara penanganan yang berbeda pula.

Penenun harus menjaga kepadatan, motif, kekuatan serat, kerapian, dan kelurusan bagian pinggir kain. Kesalahan kecil dapat memengaruhi kualitas keseluruhan produk.

Karena masyarakat di sekitar lokasi Rumah Tenun Magelang pada awalnya mayoritas bekerja sebagai petani dan bukan penenun, perusahaan harus melakukan pendidikan serta pelatihan dari dasar. Mereka dibimbing untuk menjadi pengolah bahan baku dan penenun yang memiliki ketelitian tinggi.

Tantangan ketiga: edukasi pasar Indonesia

Ironisnya, Rumah Tenun Magelang justru lebih dahulu dikenal oleh konsumen luar negeri dibandingkan masyarakat Indonesia.

Pasar internasional memahami nilai keunikan, proses manual, material alami, dan cerita di balik sebuah produk. Sementara itu, sebagian konsumen dalam negeri masih membandingkan harga tenun serat dengan produk tekstil pabrikan.

Padahal, harga suatu produk kerajinan tidak hanya ditentukan oleh materialnya. Di dalamnya terdapat proses panjang, keterampilan pengrajin, pemberdayaan masyarakat, pelestarian budaya, inovasi desain, serta dampak terhadap lingkungan.

Oleh karena itu, tantangan pemasaran Rumah Tenun Magelang bukan sekadar menjual produk, tetapi juga mengedukasi konsumen agar memahami nilai di balik produk tersebut.


3. Strategi yang Dijalankan Setelah Mengikuti Pendampingan Business Coach

Memperjelas arah pertumbuhan bisnis

Ketika mulai mengikuti program pendampingan bersama Coach Margetty Herwin, Rumah Tenun Magelang sebenarnya telah memiliki produk, aktivitas produksi, pasar, dan pengalaman ekspor. Namun, potensi besar tersebut masih perlu diarahkan melalui strategi pertumbuhan yang lebih jelas.

Menurut Rifatka Ridwan, kehadiran seorang business coach seperti pelatih yang berdiri di pinggir lapangan. Pemain mungkin sudah memiliki kemampuan dan pengalaman, tetapi pelatih dapat melihat permainan dari sudut pandang yang lebih luas, menemukan kesalahan, dan memberikan arahan mengenai strategi yang seharusnya dijalankan.

Melalui pendampingan, Rumah Tenun Magelang mulai memiliki kejelasan mengenai:

  • Arah pengembangan bisnis.
  • Negara tujuan ekspor yang akan diprioritaskan.
  • Segmentasi pasar.
  • Positioning produk.
  • Strategi edukasi pasar Indonesia.
  • Pengembangan wisata edukasi.
  • Peningkatan skala serta kapasitas usaha.

Pasar yang diarahkan menjadi prioritas antara lain Amerika Serikat, Jepang, Australia, dan beberapa negara Eropa. Pasar tersebut dinilai memiliki apresiasi tinggi terhadap produk natural, kerajinan tangan, keberlanjutan, cerita budaya, serta produk dekorasi interior premium.

Mengembangkan strategi edukasi, bukan hanya promosi

Karena karakter produk Rumah Tenun Magelang sangat unik, strategi pemasarannya tidak cukup hanya menampilkan foto dan harga. Konsumen perlu memahami perjalanan sebuah serat hingga menjadi produk jadi.

Konten edukasi dapat memperlihatkan:

  • Asal tanaman serat.
  • Cara pengambilan bahan baku.
  • Proses pengolahan.
  • Peran masyarakat lokal.
  • Teknik menenun.
  • Waktu yang dibutuhkan.
  • Filosofi desain.
  • Dampak sosial dan lingkungan.

Dengan pendekatan tersebut, calon pelanggan tidak hanya membeli tas, table runner, atau wallpaper. Mereka membeli cerita, keunikan, keterampilan, keberlanjutan, dan kontribusi sosial yang terkandung dalam setiap produk.

Menjadikan wisata edukasi sebagai bagian dari model bisnis

Rumah Tenun Magelang tidak hanya berfungsi sebagai tempat produksi. Usaha ini juga mengembangkan wisata edukasi yang memungkinkan pengunjung melihat proses pengolahan serat hingga menjadi tenun.

Rombongan sekolah, perusahaan, instansi pemerintah, komunitas, dan masyarakat umum dapat mempelajari langsung tanaman penghasil serat, cara pengolahan bahan, proses menenun, dan bentuk produk akhirnya.

Strategi wisata edukasi memberikan beberapa manfaat sekaligus. Pertama, memperkenalkan produk secara lebih mendalam. Kedua, membangun pengalaman pelanggan. Ketiga, meningkatkan apresiasi terhadap harga produk. Keempat, membuka sumber pendapatan tambahan. Kelima, memperkuat posisi Rumah Tenun Magelang sebagai pusat pengetahuan dan pelestarian tenun serat alam.

Memperkuat saluran pemasaran dan penjualan

Produk Rumah Tenun Magelang dapat ditemukan melalui gerai Alun-Alun Indonesia di Grand Indonesia, kanal digital, website, dan marketplace.

Kombinasi penjualan offline dan online menjadi penting. Gerai fisik memberikan kesempatan kepada konsumen untuk melihat serta menyentuh langsung tekstur produk. Sementara itu, saluran digital memperluas jangkauan pasar tanpa dibatasi wilayah.

Dalam tahap selanjutnya, strategi digital perlu diperkuat melalui storytelling, katalog produk yang terstruktur, edukasi video, dokumentasi proses produksi, program kunjungan, pengelolaan database pelanggan, serta pengembangan hubungan dengan buyer dan reseller internasional.


4. Hasil yang Diraih Setelah Menjalankan Strategi Business Coaching

Arah bisnis menjadi lebih jelas

Salah satu hasil awal yang paling penting dari program pendampingan adalah terciptanya kejelasan arah.

Sebelumnya, Rumah Tenun Magelang telah memiliki banyak peluang dan aktivitas. Namun, tanpa prioritas yang jelas, energi perusahaan dapat tersebar ke terlalu banyak arah. Setelah memasuki proses business coaching, tim mulai memahami pasar mana yang akan dibidik, strategi apa yang harus diprioritaskan, dan bagaimana potensi bisnis dikembangkan secara lebih terstruktur.

Kejelasan ini menjadi fondasi penting sebelum perusahaan menambah produksi, memperluas pasar, mengembangkan tim, atau melakukan investasi.

Memperkuat keberanian memasuki pasar internasional

Rumah Tenun Magelang telah mengirimkan produk ke beberapa pasar seperti Puerto Rico, Singapura, Malaysia, dan Amerika Serikat. Pameran internasional juga menjadi salah satu cara untuk memperluas jaringan serta mendapatkan buyer baru.

Setelah arah bisnis dipertegas, ekspansi tidak lagi dijalankan hanya berdasarkan kesempatan yang muncul. Perusahaan mulai menyusun target pasar internasional secara lebih terarah, terutama Amerika Serikat, Jepang, Australia, dan Eropa.

Perubahan dari pola “menunggu peluang” menjadi “menentukan dan mengejar pasar prioritas” merupakan langkah strategis dalam membangun bisnis ekspor yang berkelanjutan.

Menciptakan dampak ekonomi bagi masyarakat

Rumah Tenun Magelang menyampaikan bahwa kegiatan usahanya melibatkan sekitar 200 tenaga kerja serta jaringan komunitas sekitar 2.000 perempuan yang membantu proses pengolahan bahan baku.

Para perempuan tersebut melakukan pekerjaan yang membutuhkan ketelitian tinggi, seperti menyuwir serat, menyambungnya satu per satu, dan menggulungnya menjadi palet sebelum masuk ke proses tenun.

Hubungan yang terbentuk bukan hanya hubungan antara perusahaan dan tenaga kerja, melainkan sebuah simbiosis yang saling menguntungkan. Perusahaan memperoleh dukungan untuk menjaga kapasitas produksi, sementara masyarakat mendapatkan sumber pendapatan tambahan yang dapat dikerjakan dengan keterampilan lokal.

Keberhasilan tersebut membuktikan bahwa pertumbuhan bisnis seharusnya tidak hanya dilihat dari peningkatan omzet. Bisnis yang baik juga menciptakan lapangan kerja, memberdayakan masyarakat, melestarikan keterampilan, dan menggerakkan perekonomian daerah.

Meningkatkan nilai sumber daya nonmineral

Produk Rumah Tenun Magelang juga memberikan kontribusi dalam pengembangan sumber daya nonmineral Indonesia.

Berbeda dengan hasil pertambangan yang jumlahnya terbatas dan dapat habis, tanaman serat dapat dibudidayakan kembali. Ketika diolah menjadi produk bernilai tinggi dan diekspor, serat alam berpotensi menjadi sumber devisa yang lebih berkelanjutan.

Inilah salah satu bentuk nyata ekonomi kreatif yang berbasis pada kreativitas, keterampilan, budaya, alam, dan pemberdayaan manusia.


5. Implementasi dan Ide Besar ke Depan

Membangun pusat edukasi tenun serat alam Indonesia

Rumah Tenun Magelang memiliki peluang untuk berkembang bukan hanya sebagai produsen, tetapi juga sebagai pusat pembelajaran tenun serat alam.

Program wisata edukasi dapat dikembangkan menjadi kelas singkat, workshop, kunjungan sekolah, program perusahaan, studi lapangan, pelatihan pengrajin, hingga program khusus bagi wisatawan mancanegara.

Melalui pengembangan tersebut, Rumah Tenun Magelang dapat menjadi pusat pengetahuan mengenai:

  • Pengenalan tanaman serat.
  • Pengolahan bahan baku.
  • Teknik menenun.
  • Desain produk.
  • Pengembangan ekonomi kreatif.
  • Pemberdayaan perempuan.
  • Bisnis berbasis keberlanjutan.

Mengembangkan ekosistem bahan baku nasional

Karena bahan baku berasal dari berbagai daerah, Rumah Tenun Magelang dapat mengembangkan jaringan mitra bahan baku yang lebih terstruktur.

Setiap wilayah dapat dipetakan berdasarkan jenis tanaman, kapasitas produksi, kualitas serat, musim panen, jumlah mitra, dan potensi pengembangannya.

Dengan sistem tersebut, perusahaan dapat menjaga kesinambungan pasokan sekaligus membantu masyarakat mengembangkan tanaman serat sebagai sumber penghasilan baru.

Bukan tidak mungkin, di masa depan akan muncul desa-desa penghasil serat yang terhubung dengan pusat produksi, desainer, pengrajin, eksportir, lembaga pendidikan, dan pasar internasional.

Memperkuat positioning sebagai produk premium berkelanjutan

Rumah Tenun Magelang perlu mempertegas posisinya sebagai produk premium berbasis serat alam, keterampilan tradisional, pemberdayaan masyarakat, dan keberlanjutan.

Positioning tersebut harus diterjemahkan secara konsisten melalui desain produk, kemasan, katalog, website, foto, video, cerita produk, kualitas pelayanan, serta pengalaman pelanggan.

Produk premium bukan hanya produk yang dijual dengan harga tinggi. Produk premium harus memiliki kualitas, keunikan, cerita, konsistensi, dan pengalaman yang sebanding dengan harga yang dibayarkan konsumen.

Melakukan kolaborasi dengan desainer dan industri interior

Peluang lain yang dapat dikembangkan adalah kolaborasi dengan arsitek, desainer interior, hotel, restoran, perbankan, kantor, pengembang properti, serta brand lifestyle.

Tenun serat dapat dikembangkan menjadi wallpaper, panel dekoratif, lampu, furnishing, partisi, aksesori meja, kebutuhan hotel, dan berbagai produk interior lainnya.

Kolaborasi akan memperluas aplikasi produk sekaligus meningkatkan volume permintaan tanpa menghilangkan keunikan serta nilai tradisionalnya.

Menyiapkan regenerasi pengrajin

Salah satu tantangan besar industri kerajinan adalah regenerasi. Apabila keterampilan hanya dimiliki generasi tertentu tanpa proses transfer pengetahuan, kemampuan tersebut dapat hilang.

Karena itu, diperlukan program pendidikan yang menarik bagi generasi muda. Menenun harus diperkenalkan bukan hanya sebagai pekerjaan tradisional, tetapi juga sebagai profesi kreatif yang dapat terhubung dengan desain, teknologi, pariwisata, ekspor, dan industri global.


6. Pesan Narasumber dan Coach untuk Para Pengusaha

Jangan melihat keterbatasan, lihat peluang yang belum diolah

Perjalanan Rumah Tenun Magelang dimulai dari sebuah permintaan yang pada saat itu belum diketahui cara mengerjakannya. Tanpa pengalaman dan referensi, tim memilih belajar melalui percobaan selama hampir satu tahun.

Sikap tersebut memberikan pelajaran penting kepada para pengusaha: peluang sering kali muncul dalam bentuk tantangan yang belum memiliki jawaban.

Pengusaha tidak harus mengetahui semuanya sejak awal. Namun, pengusaha harus memiliki keberanian untuk mencoba, belajar, memperbaiki, dan bertahan sampai menemukan formula yang tepat.

Potensi daerah tidak akan bernilai tanpa kreativitas

Setiap daerah di Indonesia memiliki sumber daya khas. Namun, sumber daya tersebut tidak otomatis menjadi kekuatan ekonomi.

Dibutuhkan kreativitas untuk menemukan kegunaan baru, keterampilan untuk mengolahnya, strategi untuk memasarkannya, dan sistem bisnis untuk membuatnya tumbuh secara berkelanjutan.

Tanaman yang dianggap hama dapat menjadi serat. Serat dapat menjadi tenun. Tenun dapat menjadi produk interior premium. Produk tersebut kemudian dapat menembus pasar ekspor dan menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat.

Perubahan nilai itu terjadi karena adanya cara berpikir kreatif dan keberanian mengambil tindakan.

UMKM membutuhkan pendampingan yang praktis

Coach Margetty Herwin menekankan bahwa UMKM tidak cukup hanya diberikan teori atau pelatihan satu arah.

Pelaku usaha telah memiliki pengalaman, produk, dan pemahaman terhadap kondisi lapangan. Yang mereka perlukan adalah pendampingan yang membantu mereka melihat bisnis secara lebih luas, menentukan prioritas, menyusun strategi, mengukur hasil, dan melakukan perbaikan.

Business coach tidak mengambil alih bisnis pengusaha. Coach membantu pemilik usaha memperjelas cara berpikir, menemukan peluang, menentukan arah, dan membangun sistem pertumbuhan yang sesuai dengan kondisi bisnisnya.

Pendampingan juga harus menggunakan metodologi yang sederhana, mudah dipahami, dapat langsung dipraktikkan, dan memiliki ukuran keberhasilan yang jelas.

Masyarakat Indonesia perlu menghargai produk lokal

Dukungan terhadap produk lokal bukan sekadar slogan nasionalisme. Ketika masyarakat membeli produk lokal berkualitas, uang akan berputar di dalam negeri, pengrajin memperoleh pekerjaan, usaha kecil berkembang, dan ekonomi daerah menjadi lebih kuat.

Harga produk kerajinan mungkin terlihat lebih mahal dibandingkan produk pabrikan. Namun, ketika konsumen memahami proses, keterampilan, waktu produksi, pemberdayaan masyarakat, serta nilai budaya di baliknya, harga tersebut akan terasa lebih layak.


Kesimpulan: Dari Serat Alam Menjadi Gerakan Ekonomi Kreatif

Rumah Tenun Magelang menunjukkan bahwa bisnis dapat menjadi kekuatan untuk mengubah sumber daya alam menjadi nilai ekonomi, mengangkat keterampilan tradisional, memberdayakan masyarakat, dan memperkenalkan Indonesia kepada dunia.

Perjalanan bisnis ini bukan hanya mengenai menghasilkan kain atau menjual produk dekorasi. Di dalamnya terdapat upaya mengubah cara pandang terhadap sumber daya lokal.

Tanaman liar dapat menjadi bahan baku. Masyarakat petani dapat dilatih menjadi pengolah serat dan penenun. Keterampilan tradisional dapat bertemu dengan kebutuhan pasar modern. Produk lokal dapat masuk ke pasar ekspor. Dan sebuah usaha dari Magelang dapat menciptakan dampak bagi ribuan keluarga.

Pesan terpenting bagi para pengusaha adalah: jangan menunggu semua kondisi menjadi sempurna untuk memulai. Temukan potensi yang ada di sekitar, olah dengan kreativitas, bangun kualitas, tentukan arah yang jelas, dan jalankan strategi secara konsisten.

Karena bisnis yang besar sering kali dimulai dari sesuatu yang sebelumnya dianggap kecil, biasa, atau bahkan tidak bernilai.

Silakan Klik Link RUMAH TENUN MAGELANG di bawah ini:

Jika Anda seorang pebisnis atau profesional yang ingin  menemukan potensi terbaik dan membangun Bisnis Anda menjadi lebih berkembang dari saat ini, silakan hubungi Master Coach Margetty Herwin, SBCF Admin WA 0822-4902-3902 Untuk mendapatkan sesi Business Diagnosis Gratis, dan mendapatkan info mengenai jadwal dan topik seminar kami, silakan contact via email ke: info.sbcf@gmail.com

Margetty Herwin is a Certified Master Coach of: Life Coach, Executive Coach, Business and Money Coach, NLP Coach, Time Line Therapy, Green Belt Six Sigma Coach, Master Trainer STRATEGYZER Business Model

Related Posts

CAITLYN TOYS Produsen Boneka Rumahan yang Tembus Pasar Dunia

Sudah dilihat: 8 Dari Usaha Rumahan Menjadi Produsen Boneka Ekspor: Perjalanan Caitlyn Toys Menembus Pasar Global Banyak pelaku UMKM masih berpikir bahwa pasar ekspor hanya dapat dimasuki oleh perusahaan besar…

Read more

MEETA FAUZAN Fashion Designer Kelas Dunia Mulai dari Rumahan

Sudah dilihat: 15 Meeta Fauzan: Dari Menerima Jahitan di Rumah hingga Menjadi Fashion Designer Kelas Dunia Belajar dari perjalanan membangun bisnis fashion melalui konsistensi, diferensiasi produk, pembelajaran berkelanjutan, networking, dan…

Read more

RISOLES ADE DIAN – Usaha Rumahan Laris dan Terbitkan Buku

Sudah dilihat: 18 RISOLES ADE DIAN – Usaha Rumahan Laris, Viral, dan Terbitkan Buku Bisnis Kuliner 1. Topik Utama Pembicaraan dan Diskusi Talkshow ini membahas perjalanan bisnis Risoles Ade Dian,…

Read more

BARECA MEDIA Ciptakan Pengusaha Roti-Kue Handal Kelas Dunia

Sudah dilihat: 12 Bareca Media – Ciptakan Pengusaha Roti dan Kue Handal Kelas Dunia Narasumber: Petrus Gandamana – Pendiri & Pengajar Bareca Media Program: Talkshow Energi Sukses Bisnis – RRI…

Read more

Leave a Reply