Bagaimana Coaching Mengembangkan Potensi

CoachGettyACTP

Apakah Anda ingin sukses mendapatkan hasil dari program coaching Anda? Apakah tujuan Anda joining program coaching ini? Dan apa tujuan atau niat Anda memiliki seorang COACH?

Berikut adalah outline yang Anda harus sadari begitu Anda mengambil program coaching dengan tujuan mendapatkan hasil yang Anda inginkan dari program ini.


Mengapa Coaching diperlukan?

Ultimatum tertinggi adalah setiap kinerja perusahaan tergantung pada masing-masing individual performance di dalam perusahaan. Apakah ada substitusi atau pengganti terhadap Human Performance dalam perusahaan tersebut?

Coaching sangat wajib untuk kesuksesan sebuah organisasi dan juga untuk kesuksesan kinerja masing-masing individual di dalam organisasi tersebut.

Coaching membangkitkan potensi terbaik dalam setiap individual, menajamkan dan bahkan menyempurnakan keahlian-keahlian tertentu yang sudah ada dan dimiliki team & individual yang pada akhirnya berkontribusi kepada organisasi tersebut.

Coaching dapat membantu kontribusi perkembangan dan pertumbuhan pada masing-masing individual & para leader dalam meningkatkan produktifitas, performance dan efektifitas kinerja masing-masing individual dan team.

Keseimbangan Emosional (emotional balance) dan emosi positif sangat berkaitan erat dengan kemampuan seseorang dalam hal produktifitas, kinerja dan efektifitas.

Coaching berfungsi sebagai stimulus pada masing-masing individual dan menguatkan client untuk mengambil keputusan dalam memecahkan masalah mereka sendiri dan bagaimana cara mereka berinteraksi dengan Boss mereka, manager mereka, customer mereka, baik secara individual maupun secara kolektif sebagai Team.

Coaching & Perbedaaannya dengan Therapy, Consulting, Counselling, Training & Mentoring

  • Coaching bukanlah Therapy
  • Coaching bukanlah Consulting
  • Coaching bukanlah Counselling
  • Coaching bukanlah Training
  • Coaching bukanlah Mentoring

Coaching sangat focus kepada ACTION dan TASKING. Menerapkan coaching intervention juga merupakan intervention terhadap pola-pola atau habits/kebiasaan-kebiasaan lama yang selama ini menghambat Anda.

Seorang COACH akan selalu meng-interupsi pola-pola negative Anda, dengan cara-cara yang positive & empowering.

3 Major outcome for coaching
Under Performance —-> Increased & Enhanced Performance —-> Future Performance

Coaching by Definition
“It is a developmental ongoing interactions between a COACH and a client or team, the coach assists the client to develop his/her capabilities in order to achieve his/her goals and objectives and produces the desired successful results”

Coaching
Coaching melatih intuisi Anda. Intuisi adalah cara-cara bagaimana Otak Anda menyimpan dan memproses dan menarik kembali informasi atau data pada level bawah sadar/unconscious mind. Oleh karena itu Coaching berbicara pada level unconscious Anda.

Fungsi Seorang COACH

Seorang COACH memiliki high degree of patience, tidak memiliki toleransi dan prejudice atau bahkan penghakiman dan merupakan seseorang yang netral dan selalu terus menerus menantang semua limiting beliefs dan limiting decisions yang Anda miliki atau buat dalam hidup atau bisnis Anda.

“A coach recognizes that besides the goals and objectives projected and planned for the coaching, the overall growth in the client’s self-confidence and capability and ability to self-control his/her performance supersedes the more mundane goals.”

Seorang Coach secara mental meng-align-kan/menyelaraskan dirinya melalui diskusi dengan client untuk meng-identifikasi tantangan-tantangan serta hambatan-hambatan, kemudian menyediakan jasa coaching untuk menggiring si client melewati hambatan-hambatan tsb untuk menciptakan “Wins”.

 

Client’s Responsibility

Dalam proses coaching, Anda bertanggungjawab untuk mencapai hasil yang Anda inginkan dan hasil yang Anda raih.
Seorang COACH menyadari bahwa Anda memiliki control terhadap hasil yang Anda inginkan.

“In the process of coaching, YOU are responsible to achieve his/her outcomes. A COACH realizes that YOU have control over your own results.”

 

In Coaching Process

“In coaching process, the coach is going to work YOU to discover and utilize the  most productive strategies, values and other modalities already at YOUR disposal, but currently YOU may under-utilize these modalities to the most of YOUR benefits.”

“The focus is on YOU in achieving YOUR Coaching Goals & Objectives.”


Nasihat/Usulan

Seorang COACH tidak akan pernah “offering” solusi atau advis terhadap Anda. Seorang Coach melatih Anda untuk memakai kapabilitas Anda yang sudah ada dalam diri Anda dengan cara membantu menemukan kemampuan-kemampuan Anda yang tersembunyi oleh kebiasaan-kebiasaan lama yang negative, sehingga Anda bisa memakai maximum potential Anda untuk mencapai “the desired goals dan objectives”.


Real Coaching

“In the real coaching, you realize that you can probably arrive at the same goals and outcomes with or without a coach’s intervention. But the process would be more tedious and more difficult because you’re like the fish in the water unable to describe our environment. Many times you can’t traverse our own logical thinking and you need to bounce your ideas by somebody else like a COACH. A COACH gives you perspective in context (not in content), who can then discover where the process is going wrong and thus coach you to correct it.”

“The feedback is essential in correcting mistakes and improving overall results.”

 

Wallowing About “The Problem” (Membicarakan dan Fokus ke Problem)

“We don’t spend time to allow you wallowing about “the problem”, We focus you on discovering the structure of what prevents you from achieving your goals and changing the structure to make the goals achievable.”

OPERATING AGREEMENT BETWEEN YOU & YOUR COACH

1. Perception is projection
Dalam sebuah perusahaan atau bisnis, masalah-masalah yang timbul diakibatkan oleh si pengusaha (Anda) dan para manager-nya sendiri (Anda) sebagai refleksi dari tingkat kesadaran Anda sendiri. So coaching starts from the TOP!!

2. Cause VS Effect
Sangat berguna dan bermanfaat dan “very empowering” buat Anda berada pada posisi cause ketimbang berada pada posisi effect. Berada pada posisi effect menyebabkan Anda berada dalam kursi Victim, sedangkan berada pada kursi Cause membuat Anda berada pada posisi membuat pilihan-pilihan or choices sehingga Anda menajdi Victor atau memiliki power untuk merubah response Anda. Not blame others, not blame yourself.

3. Respond VS Reactive
Think about word “Responsibility” berasal dari kata-kata Respond-Ability. Kemampuan Anda me-respond suatu kejadian atau peristiwa dalam hidup Anda. Tidak mungkin mencegah segala event/peristiwa yang terjadi pada diri Anda tetapi Anda bisa memilih respond Anda. Kemampuan Anda me-respon tergantung dan berbanding lurus dengan tingkat kesadaran Anda. Reaktif biasanya adalah refleksi dari pola-pola lama atau kebiasaan-kebiasaan yang selama ini menghambat Anda.

4. Reasons VS Results
Dalam kebanyakan perusahaan, ketika sesuatu tidak berjalan dengan baik maka biasanya mudah sekali mencari “kambing hitam” mengapa sesuatu itu tidak berjalan, alias mencari reasons atau alasan mengapa segala sesuatu tidak berjalan dengan baik sehingga tidak mendapatkan hasil yang diharapkan. Dalam bisnis, olahraga atau karir dan dalam kehidupan hanya ada dua pilihan, eit’her you have results or you have reasons why you didn’t get the results”.

“The fact is the results are the only thing that have any meaning in business and reasons don’t mean anything. Either you get it (what you say you will) or you don’t, and then you have excuses, there are no good excuses. In either case, you get to be right.”

5. Intention VS Results
Sangat sering orang banyak membuat janji-janji tetapi tidak melaksanakan janji-janji tersebut. So, what you often have is a series of broken agreements. They say, I’ll do it if I can or- I’ll try.

“Great American Philosopher from Star Wars Movies, Yoda, says to his student, Luke Skywalker No try, You do or You don’t”

6. Keeping Agreements
Ketika sesuatu tidak berjalan dengan baik, maka segala sesuatunya tentu saja tidak berjalan karena fundamental agreement tentang program ini telah Anda langgar. The broken agreements need to be reworked or remade. You can use this formula:

  • Did you know that we had an agreement?
  • Did you know you broke an agreement?
  • Are you willing to remake the agreement?

7. Surrender to Coaching Process
Proses coaching dimulai dengan Anda berserah diri dan memiliki kepercayaan penuh untuk mempercayai proses coaching berjalan dan mempercayai COACH Anda. Sangatlah sulit untuk melatih seseorang yang tidak mempercayai proses coaching dan justru ingin mengontrol process coaching tsb.

Ada 2 kemungkinan mengapa Anda selama coaching program berlangsung reluctant untuk meyakini dan mempercayai process coaching ini:

  1. You think you know IT ALL already and that I can’t coach you
  2. You think that you do not have capability and resources to face a change

Ciri-cirinya orang yang tidak mempercayai proses coaching ini adalah sbb:

  1. I don’t know if coaching is for me
  2. I don’t understand what is coaching and what it is supposed to do for me
  3. I don’t know if I can ever improve and learn to be better
  4. I don’t have the energy and time to put into it


8. Responsibility
This is a very interesting frame. Kata-kata responsibility adalah kata-kata yang indah dan mudah diucapkan tetapi memiliki implikasi yang cukup hebat. Kata ini bukanlah blameful, shameful, or a burden or even a sacrifice. Responsibility untuk mendukung Anda sebagai seorang client kami. Tetapi responsibility yang sesungguhnya adalah datang dari dalam diri Anda sendiri. The more responsibility you take, the more support, you will get from your surroundings.

A saying GOD can only help those who are willing to help themselves, berlaku dalam context responsibility ini.

Baik kami sebagai COACH Anda dan Anda sebagai Client kami, take TOTAL responsibility apa yang terjadi selama coaching program ini berlangsung. Sampai ini diberlakukan maka proses ini akan berjalan dan menghasilkan.

By the way, responsibility bermakna bahwa Anda lah yang bertanggungjawab menjalankan strategy-strategy yang telah direncanakan, bukan COACH Anda. Kalau Anda menyerahkan responsibility maka Anda juga harus menyerahkan otoritas yang berada bersama responsibility tsb. Responsibility equals authorization.


9. Support VS Sabotage
Frame yang sangat penting.
Dalam process ini, ada dua pilihan, Anda sendiri yang mensabotase-nya atau Anda yang mendukung process ini.

Anything less than total support is sabotage.

Sebagai seorang COACH, kami mengawasi Anda dari balik tirai ketika Anda sedang menjalankan Tasking atau Tugas yang diembankan kepada Anda dari kami.

And if you really believe you can’t do it to a 100%, maybe that you do not want to assume responsibility for your success. 100% means total support and commitment to yourself. That means total support.

Jika Anda seorang pebisnis, profesional yang ingin menjadi pebisnis ataupun personal yang ingin menemukan potensi terbaik yang ada dalam diri Anda, silakan hubungi Master Coach Margetty Herwin di SBCF Admin WA 08121145540 untuk mendapatkan sesi Business Diagnosis Gratis, dan mendapatkan info mengenai jadwal dan topik seminar kami, silakan contact via email ke: [email protected]

Leave a Reply

Open chat
1
Coach Admin Support
Salam Sukses Sejahtera,...!
Apa hal yang kami dapat bantu?

Silakan Klik untuk Live Chat Via WA dengan Business Development kami,...!