Re-Branding untuk Brand Positioning Produk menjadi Kuat

Salam Sukses, Sehat dan Sejahtera untuk SMARTpreneur Indonesia,..!

Pada artikel ini saya ingin menjelaskan tentang pengalaman klien saya JESARA OFFICIAL sebuah perusahaan retail online dalam melakukan Re-Branding Produk Retailnya untuk menciptakan BRAND POSITIONING yang kuat di pasar dengan Metodologi Business Coaching Program yang dilakukan.

RE-BRANDING adalah suatu proses perubahan dalam brand identity suatu perusahaan untuk mengembangkan citra dan identitas merek yang baru. Jadi, jika sebuah perusahaan retail ingin melakukan re-branding, berikut adalah beberapa tahapan yang dapat dilakukan dengan metode Tahapan Coaching di bisnis yang terstruktur dan terssistem:

1. Menentukan tujuan Re-Branding:
Perusahaan harus memiliki tujuan yang jelas dalam melakukan re-branding. Apakah ingin menarik pelanggan baru, meningkatkan loyalitas pelanggan, atau mencapai target pasar yang berbeda?

2. Lakukan riset pasar:
Perusahaan harus melakukan riset pasar untuk mengetahui tren terbaru dan preferensi pelanggan. Hal ini dapat membantu dalam membuat keputusan dalam mengembangkan brand identity yang baru.

3. Buat strategi komunikasi:
Perusahaan harus membuat strategi komunikasi yang efektif untuk memperkenalkan brand identity yang baru kepada pelanggan. Hal ini dapat meliputi promosi, iklan, dan kegiatan pemasaran lainnya.

4. Update materi pemasaran:
Perusahaan harus membuat dan mengupdate materi pemasaran seperti brosur, katalog, dan situs web untuk mencerminkan brand identity yang baru.

5. Pelajari dan terapkan tren desain:
Perusahaan harus mengikuti tren desain terbaru dan menerapkannya dalam brand identity yang baru. Hal ini dapat membantu perusahaan tetap relevan di mata konsumen.

6. Berikan pelatihan kepada karyawan:
Perusahaan harus memberikan pelatihan kepada karyawan tentang brand identity yang baru dan strategi pemasaran. Karyawan juga harus siap memberikan informasi yang diperlukan kepada pelanggan mengenai perubahan brand identity yang baru.

7. Evaluasi hasil:
Perusahaan harus melakukan evaluasi untuk melihat efektivitas re-branding dan apakah perubahan tersebut membawa dampak positif bagi perusahaan. Hal ini dapat membantu perusahaan dalam mengambil keputusan untuk memperbaiki strategi pemasaran jika diperlukan.

4 Hal penting yang perlu dipahami pada saat melakukan Re-Branding berdasarkan gambar di atas adalah:

1. Brand Awareness

Brand awareness adalah tingkat pengetahuan dan pemahaman konsumen terhadap merek (brand) suatu produk atau jasa. Hal ini mencakup pemahaman mereka tentang karakteristik merek, reputasi merek, kualitas produk atau jasa, dan nilai merek. Brand awareness merupakan faktor penting dalam membangun citra merek yang kuat, karena semakin banyak orang yang mengenal merek, semakin besar kemungkinan merek tersebut diingat dan dipilih di masa depan. Brand awareness dapat diukur melalui berbagai metode, termasuk survei, analisis media sosial, dan pengukuran trafik situs web.

2. Brand Recognition

Brand recognition atau pengenalan merek adalah kemampuan konsumen untuk mengenali merek atau produk tertentu hanya dengan melihat logo, kemasan, atau elemen visual lainnya yang terkait dengan merek tersebut. Hal ini dapat terjadi karena konsumen telah terpapar dengan merek atau produk tersebut sebelumnya dan memiliki pengalaman yang memadai dengan merek tersebut.

Sebagai contoh, ketika melihat logo apel yang tergigit, banyak orang akan langsung mengenali merek tersebut sebagai Apple. Ini menunjukkan bahwa merek Apple telah berhasil membangun brand recognition yang kuat di kalangan konsumen. Brand recognition merupakan salah satu indikator keberhasilan dalam membangun brand awareness dan mempengaruhi keputusan konsumen untuk membeli produk atau jasa dari merek tertentu.

3. Brand Loyalty

Brand loyalty adalah kondisi di mana konsumen memiliki kesetiaan yang tinggi terhadap suatu merek atau produk. Konsumen yang memiliki brand loyalty cenderung memilih dan membeli produk dari merek tertentu secara konsisten, bahkan jika ada merek lain dengan harga lebih murah atau fitur yang lebih baik. Mereka juga akan merekomendasikan merek tersebut kepada orang lain dan bersedia membayar lebih untuk produk yang dianggap lebih baik dari merek yang mereka percayai. Brand loyalty sangat penting bagi sebuah bisnis karena dapat membantu mempertahankan pangsa pasar dan meningkatkan loyalitas pelanggan.

4. Brand Positioning

Dan setelah 3 tahapan tersebut di atas, Brand Awareness, Brand Recognition, dan Brand Loyalty, maka perusahaan biasanya fokus pada tahap Brand Positioning.

Brand Positioning adalah strategi untuk menempatkan merek atau brand perusahaan pada posisi yang unik dan berbeda di benak konsumen. Tujuan dari Brand Positioning adalah agar merek perusahaan dapat membedakan dirinya dari merek pesaing dan mempengaruhi keputusan pembelian konsumen.

Dalam tahap Brand Positioning, perusahaan akan menentukan posisi mereknya di pasaran dengan mempertimbangkan keunggulan dan kelebihan yang dimiliki, target pasar yang ingin dituju, dan nilai atau image yang ingin dikomunikasikan melalui merek. Hal ini akan membantu perusahaan untuk membangun citra merek yang kuat dan meningkatkan daya tarik konsumen terhadap merek tersebut.

Silakan untuk melihat Website www.jesara.co.id yang membuat sebuah HOUSE of BRAND untuk ke 4 Merek Produk Brand Retailnya yang dijual secara online dari website JESARA OFFICIAL nya.

Dan Anda juga dapat menjadi AFILIATE SELLER produknya dengan komisi yang menggiurkan. 

Silakan Klik Saya Ingin Daftar, jika Usaha Anda ingin mengikuti Program Inkubasi untuk dapat tumbuh dan berkembang dengan pendampingan Business Coaching Program bersama para Coach di SMART Business Coach

Jika Anda seorang pebisnis, profesional yang ingin menjadi pebisnis ataupun personal yang ingin menemukan potensi terbaik yang ada dalam diri Anda, silakan hubungi Master Coach Margetty Herwin, SBCF Admin WA 0822-4902-3902 Untuk mendapatkan sesi Business Diagnosis Gratis, dan mendapatkan info mengenai jadwal dan topik seminar kami, silakan contact via email ke: [email protected]

 

Margetty Herwin is a Certified Master Coach of: Life Coach, Executive Coach, Business and Money Coach, NLP Coach, Time Line Therapy, Green Belt Six Sigma Coach, Master Trainer STRATEGYZER Business Model

Related Posts

Strategi Digital Business & Marketing di Era Industri 5.0

Sudah dilihat: 8 Strategi Digital Business & Marketing di Era Industri 5.0 Transformasi UMKM dari Offline ke Era AI dan Data Economy Oleh: Elga Yulwardian 1. Evolusi Dunia Digital: Dari…

Read more

Identitas dan Value Generasi Millennial di Era Transformasi Digital

Sudah dilihat: 33 Identitas dan Value Generasi Millennial di Era Transformasi Digital Perubahan besar dalam dunia bisnis dan kehidupan sosial hari ini tidak bisa dilepaskan dari peran generasi milenial. Mereka…

Read more

Kolaborasi, Inovasi dan Adaptasi – 3 Kunci Sukses di Era Perubahan

Sudah dilihat: 15 Di tengah arus perubahan yang makin cepat—dari disrupsi teknologi hingga krisis global—tiga kata kunci ini sering muncul dalam berbagai diskusi strategi: kolaborasi, inovasi, dan adaptasi. Namun, pertanyaan…

Read more

Pahami Beda Model Strategi Bisnis COLLABORATION-PARTNERSHIP-ECOSYSTEM

Sudah dilihat: 18 Salam Sukses Sehat Sejahtera para SMARTpreneur Indonesia,… Dalam dunia bisnis modern, kemampuan untuk bekerja sama menjadi salah satu kunci keberhasilan yang menentukan keberlanjutan sebuah usaha. Tidak ada…

Read more

Leave a Reply