Tahapan Penting dalam Membuat Pitch Deck Usaha Anda dalam Business Matching UKM

Salam Sukses Sejahtera SMARTpreneur Indonesia,….

Pada Artikel saya kali ini saya akan jelaskan tahapan penting yang harus Anda pahami sebagai pengusaha UKM dalam Business Matching yang akan Anda hadapi dengan para calon investor atau calon partner usaha.

Pitch Deck merupakan presentasi singkat namun efektif yang menjadi elemen penting dalam menarik perhatian calon investor terhadap suatu bisnis atau ide usaha. Dalam dunia bisnis dan startup, Pitch Deck seringkali menjadi penentu pertama apakah ide atau usaha Anda akan mendapatkan perhatian lebih lanjut dari investor atau tidak. Oleh karena itu, menyusun Pitch Deck yang jelas, terstruktur, dan menarik sangat penting untuk mengkomunikasikan ide bisnis Anda dengan optimal.

Tahapan pembuatan Pitch Deck yang baik harus mencakup beberapa aspek utama yang mencerminkan potensi serta keunggulan dari bisnis yang Anda tawarkan. Mulai dari pengenalan yang menarik perhatian investor, permasalahan yang jelas dan nyata yang ingin diselesaikan, solusi inovatif yang ditawarkan, hingga bagaimana produk atau layanan Anda beroperasi secara sederhana namun efektif. Selanjutnya, perlu dipaparkan juga bagaimana model bisnis Anda akan menghasilkan keuntungan, didukung dengan bukti daya tarik (traction) serta proyeksi peluang pasar yang realistis dan menarik.

Selain itu, aspek analisa kompetisi serta strategi pertumbuhan juga tidak boleh terlewatkan, karena hal tersebut menunjukkan kesiapan Anda menghadapi tantangan pasar dan bagaimana Anda merencanakan pertumbuhan bisnis ke depan. Menutup presentasi dengan profil tim yang kompeten dan gambaran kebutuhan pendanaan yang jelas akan semakin memperkuat keyakinan investor. Artikel ini akan membahas setiap tahapan tersebut secara detail dan mudah dipahami, sehingga Anda dapat dengan mudah mengimplementasikan serta mempelajarinya kembali untuk sukses dalam menyusun Pitch Deck yang efektif dan profesional.

Berikut ini adalah tahapan terstruktur dalam membuat presentasiĀ Pitch Deck UsahaĀ  yang jelas, mudah untuk diimplementasikan, dan mudah dipelajari kembali:

šŸ“Œ Tahapan Penyusunan Pitch Deck:

1. Welcome (Judul Pembuka)

  • Buat kalimat pembuka (hook) yang menarik perhatian investor dalam satu kalimat.
  • Cantumkan nama usaha, tagline singkat yang menggambarkan usaha, logo usaha, dan kontak person yang bisa dihubungi (nama, jabatan, email, nomor telepon, sosial media).

Contoh:
ā€œGleamr – Jasa Mobile Auto Detailing yang Profesional, Dimanapun dan Kapanpun.ā€

2. Problem (Permasalahan yang Dipecahkan)

  • Jelaskan permasalahan besar dan nyata yang dihadapi calon pelanggan Anda.
  • Tambahkan fakta atau data pendukung yang menguatkan bahwa masalah ini benar-benar ada dan signifikan.

Contoh:
“Konsumen sulit menemukan jasa auto detailing profesional yang fleksibel dan praktis, sedangkan penyedia jasa sulit menemukan pelanggan secara efektif dan efisien.”

3. Solution (Solusi yang Ditawarkan)

  • Jelaskan solusi yang Anda tawarkan untuk mengatasi permasalahan di slide sebelumnya.
  • Highlight manfaat unik dan daya tarik solusi Anda bagi konsumen maupun penyedia jasa.

Contoh:
“Aplikasi dan website Gleamr memudahkan konsumen dan penyedia jasa auto detailing saling bertemu dengan cara yang cepat, hemat, dan profesional.”

4. Product (Produk atau Layanan)

  • Gambarkan dengan jelas bagaimana produk atau layanan Anda bekerja dalam tahapan sederhana.
  • Gunakan screenshot atau mock-up produk sebagai ilustrasi agar visual dan mudah dipahami.

Contoh:
1. Pilih Penyedia jasa.
2. Bandingkan harga dan ulasan.
3. Pilih, pesan, dan bayar.

5. Business Model (Cara Menghasilkan Uang)

  • Jelaskan bagaimana bisnis Anda menghasilkan keuntungan.
  • Tampilkan jelas sumber pendapatan utama Anda.

Contoh:
“Kami mengambil komisi 15% per transaksi dari setiap jasa auto detailing yang dipesan melalui aplikasi.”

Ā 

6. Traction (Perkembangan atau Daya Tarik)

  • Tampilkan bukti nyata pertumbuhan bisnis seperti jumlah pengguna, pendapatan, jumlah transaksi, dan lain-lain.
  • Grafik atau tabel sederhana bisa membantu agar mudah dimengerti.

Contoh:
“Bulan pertama 10 penyedia jasa, pendapatan Rp. 10 Juta, bulan ketiga 200 penyedia jasa, pendapatan Rp. 200 Juta.”

7. Market Opportunity (Peluang Pasar)

  • Jelaskan besarnya potensi pasar untuk produk atau layanan Anda secara ringkas.
  • Gunakan angka dan data yang konkret dari sumber terpercaya.

Contoh:
“Potensi pasar auto detailing di Indonesia diperkirakan sebesar Rp. 3 Triliun per tahun.”

8. Competition (Analisa Kompetisi)

  • Tunjukkan siapa saja kompetitor Anda.
  • Jelaskan secara singkat keunggulan kompetitif usaha Anda dibandingkan dengan kompetitor tersebut.

Contoh:
“Lebih murah dibandingkan kompetitor X, lebih fleksibel dibandingkan kompetitor Y.”

9. Growth Strategy (Strategi Pertumbuhan)

  • Tampilkan bagaimana rencana bisnis Anda untuk bertumbuh dan menjangkau pasar lebih luas.
  • Tulis dengan ringkas strategi pemasaran, penjualan, layanan pelanggan, dan pengembangan produk.

Contoh:
1. Marketing online via media sosial dan SEO.
2. Diskon referral untuk konsumen.
3. Program insentif untuk partner bisnis.

10. Financial Projections (Proyeksi Keuangan, Opsional)

  • Tampilkan secara singkat proyeksi pendapatan dan keuntungan selama 3-5 tahun ke depan.
  • Gunakan tabel atau grafik sederhana agar investor mudah memahami proyeksi tersebut.

Contoh:
“Target tahun 1 pendapatan Rp. 1 Miliar, tahun 2 Rp. 3 Miliar, tahun 3 Rp. 10 Miliar.”

11. Struktur Team (Tim Anda)

  • Kenalkan anggota tim inti Anda secara ringkas.
  • Jelaskan pengalaman atau keahlian tim yang relevan dengan usaha Anda.

Contoh:
“CEO memiliki 10 tahun pengalaman di industri jasa auto detailing.”

12. Funding (Pendanaan yang Dibutuhkan)

  • Jelaskan jumlah pendanaan yang Anda cari, valuasi usaha, dan tujuan penggunaannya.

Contoh:
“Kami mencari investasi Rp. 1 Miliar dengan valuasi pra-investasi Rp. 5 Miliar, digunakan untuk ekspansi pemasaran dan operasional.”

13. Summary (Kesimpulan)

  • Ringkas kembali peluang besar pasar, keunggulan produk, kekuatan tim, dan pencapaian traction bisnis Anda secara singkat.

Contoh:
“Pasar besar, produk unggul, tim berpengalaman, pertumbuhan pesat.”

Elevator Pitch

  • Ringkas semua penjelasan di atas menjadi satu pitch singkat (30-60 detik).

Contoh:
“Gleamr membantu konsumen mendapatkan jasa auto detailing profesional dengan mudah dan terjangkau. Kami mengambil 15% per transaksi dan menargetkan pasar bernilai Rp. 3 Triliun per tahun.”

Tips Tambahan dalam Membuat Presentasi Pitch Deck:

1. Gunakan desain sederhana dan bersih.
2. Maksimal gunakan gambar dan grafik dibandingkan banyak teks.
3. Pastikan angka dan data yang disajikan jelas dan terpercaya.
4. Berlatih presentasi berkali-kali agar terlihat profesional saat menyampaikan.

Dengan mengikuti tahapan ini, Anda dapat membuat presentasi Pitch Deck yang jelas, efektif, dan mampu menarik perhatian investor dengan baik.

Jika Anda seorang pebisnis atau profesional yang inginĀ  menemukan potensi terbaik dan membangun Bisnis Anda menjadi lebih berkembang dari saat ini, silakan hubungiĀ Master Coach Margetty Herwin,Ā SBCF AdminĀ WA 0822-4902-3902Ā Untuk mendapatkan sesiĀ Business Diagnosis Gratis,Ā dan mendapatkan info mengenai jadwal dan topik seminar kami, silakanĀ contact via emailĀ ke:Ā [email protected]

Author: coachgetty
Margetty Herwin is a Certified Master Coach of: Life Coach, Executive Coach, Business and Money Coach, NLP Coach, Time Line Therapy, Green Belt Six Sigma Coach, Master Trainer STRATEGYZER Business Model

Leave a Reply