Merasa Tertipu,…. atau Kurang Jelas untuk Paham Program Business Coaching,…???

Semangat Pagi SMARTpreneur Indonesia,…!

Salam sehat sejahtera untuk Anda semua,..!

Pada artikel ini saya akan menjelaskan tentang bagaimana pola dan teknik yang harus Anda kuasai dalam menjelaskan kepada klien di bisnis untuk mereka paham tentang apa yang Anda tawarkan dan jual.

Mendengar kata-kata, dari klien,…
Saya Tertipu,..!
Saya dibohongi,…!
atau
Saya hanya dijanjikan harapan kosong,…!
dapat membuat orang yang mendengarnya memiliki persepsi yang tidak bagus, atau akan mengganggu mungkin bisnis serupa yang memiliki pelayanan jasa yang sama dengan yang dianggap menipu,…

Pengalaman Bimo Ariobuwono, Restopreneur Coach dari SMART Business Coach Network,...

Stephen Greenspan, seorang psikilog, yang menulis buku “WHY WE GET DUPED AND HOW TO AVOID” (Mengapa kita mudah tertipu dan bagaimana menghindarinya). Ternyata dua hari setelah bukunya terbit, ia tertipu $400.000 USD (setara Rp 6 Milyar) karena menginvestasikan uangnya kepada Bernard Madoff (pakar keuangan, chairman dari Nasdaq stock market, yg menipu dengan skema PONZI)

Mengapa seorang professor psikolog pintar yg menulis Buku Bagaimana tidak tertipu, ternyata tertipu? 
Skema PONZI yg menawarkan keuntungan besar dalam waktu singkat tanpa bekerja, adalah sangat laku bagi semua orang.

Bisnis coaching juga demikian. Saat saya dengar dari Coach Getty ttg income sebagai coach, saya langsung tertarik.
Saya pikir mudah untuk dapat client.
Saya menganggap diri saya lebih pintar dari prospek.
Dengan knowledge dan experience, saya menjadi consultant instead of coach. Banyak kesalahan yg terjadi di awal karir saya sebagai coach.

Saya sempet down dan putus asa. Tapi Saya percaya apa yg dikatakan coach Getty, “we have to work hard to get money”.
Lantas, apa yg bisa dilakukan saat putus asa?

 

Tiap hari saya Baca semua materi yang diberika Coach Getty. Saya bicara di depan kaca, saya rekam cara bicara saya, saya tulis strategi saya, saya buat time table, dan saya jalankan master plan saya. HASILNYA,… 3 klien saya mundur. Yup, satu persatu klien saya kabur. hicks !! sedih, kesal, bingung dll campur jadi satu.
But I believe that I was heading to the right way. 

 

Setelah itu saya mulai pelajari semua social media Coach Getty. Dan saya kembali mengulang semua materi yang pernah diberikan. Saya tidak mau tertipu dengan skema ponzi, yaitu dapat uang tanpa kerja keras.

 

Saya mulai mengerti esensi sebagai coach.
Saya mulai bisa melakukan positioning dengan baik.
Saya lebih banyak mendengar, dan saya mulai menjadi Coach, bukan Konsultan.

 

Kita bukan penulis buku seperti Stephen Greenspan yg yg terjebak skema ponzi. We have to work hard to be success. 

 

Gambaran dari cerita salah satu coach saya di atas, adalah sebuah kondisi dimana jika pemahamannya salah, maka yang akan muncul adalah perasaan ditipu, dibohongi, atau merasa dijanjikan hal-hal yang menguntungkan sesuai persepsi awal yang kita punya, tetapi tidak menjadi kenyataan.

 

Nah,…! Itu kondisi yang dialami seorang Professional Business Coach yang nantinya akan mendampingi klien untuk sukses membangun bisnis mereka dengan metode Business Coaching ethodology yang mereka pelajari.

 

Jika Coachnya salah memahami, maka coach tersebut akan salah dalam menjelaskan kepada klien bisnisnya tentang pola pendampingan Program Business Coaching yang dilakukan.

Tips dan Pola yang Penting diawal PROGRAM BUSINESS COACHING akan dilakukan,…

  1. POSITIONING SESSION, pastikan Klien memahami bagaimana proses Coaching Program dilakukan dan Fungsi serta Tanggung jawab Coach dan Coachee dipahami dengan jelas.
  2. COACHING INTRODUCTION, jelaskan bagaimana metodologi coaching membantu klien melakukan perubahan dan bertindak sebagai subjek yang dilatih untuk meningkatkan potensi diri dan bisnisnya dalam mencapai target yang ditetapkan.
  3. TRUST & PARTNERSHIP, di dalam program coaching yang dijalankan perlu dibangun rasa saling percaya antara coach dan coachee. Seorang Coach harus bersifat Independen dalam mendampingi klien mentransformasi bisnisnya menjadi lebih baik.
  4. GOALS & PLAN, coachee harus jelas target yang ingin dicapai dari program business coaching yang dijalankan, agar dapat membuat Action Plan yang terstruktur dan tersistem dalam proses implementasi dari hasil coaching yang dilakukan secara periodik.
  5. FOCUS TO ACTIONS, jelaskan bahwa hasil coaching yang jelas dan akan mudah terlihat dari progress kerja atau aksi yang dilakukan akan dirasakan semakin lebih baik, lebih tertata, lebih terstruktur dan lebih terarah. Hasil yang terjadi adalah akibat dari konsistensi proses perubahan yang terus dilakukan dan selalu diukur dan dianalisa tingkat keberhasilannya.
Apakah Anda para Professional Coach yang tersertifikasi telah melakukan 5 hal di atas?

Apakah Anda memiliki pola penjelasan 5 hal di atas secara terstruktur

Bagaimana Anda mengetahui dengan pasti bahwa Coachee jelas tentang 5 hal di atas?

 

Apa yang akan terjadi jika 5 hal penting di atas tidak dilakukan,…

  1. Coachee merasa KECEWA karena tidak paham tentang program
  2. Coachee merasa TERTIPU dengan program coaching yang diambil, tanpa jelas bagaimana prosesnya.
  3. Coachee terlalu BERGANTUNG sama Coach dalam lakukan Implementasi Strategi dan kurang berinisiatif untuk membuat aksi dan strategi yang jauh lebih baik.
  4. Banyak memberikan ALASAN untuk hal yang tidak bisa dilakukan dan coachee selalu mencari pembenaran.
  5. Coaching LAMBAT DAPAT HASIL yang diinginkan, karena hanya sebagai ajang pembelajaran seperti Training bagi Coachee.
 
Demikian penjelasan saya tentang bagaimana peran penjelasan seorang COACH terhadap COACHEE tentang Business Coaching Program yang akan atau sedang dijalankannya, agar efektif dalam pencapaian hasil yang cepat.

Silakan menghubungi WA SBCF Coach di 08121145540 agar dapat diaturkan waktu dengan Coach Margetty Herwin untuk program business coaching yang Anda perlukan..

Leave a Reply

Open chat
1
Coach Admin Support
Salam Sukses Sejahtera,...!
Apa hal yang kami dapat bantu?

Silakan Klik untuk Live Chat Via WA dengan Business Development kami,...!